Monday, November 19, 2012

Jangan Pernah Mulai Lagi Merokok, 1 Pun Jangan



Setahun yang lalu, suami saya masih berusia 37 tahun ketika terkena serangan jantung, padahal ia termasuk orang yang rajin berolah raga. Jawabannya datang dari dokter yang menyatakan, satu hal yang menjadi ciri pasien penyakit jantung di bawah usia 40, yaitu perokok. Ya, benar, suami saya perokok :-) Tadinya dia berasumsi bahwa tidak apa-apa merokok karena toh dibarengi dengan olah raga. Ternyata asumsi tersebut salah.

Setelah serangan jantung itu, suami saya berhenti merokok, sesuai dengan anjuran dokter yang mengatakan, "Jangan pernah merokok, bahkan menjadi perokok pasif pun jangan."

Setahun berlalu tanpa rokok, walaupun sebenarnya bukan benar-benar “tanpa”. Kadang-kadang suami saya masih merokok, tapi hanya kalau bertemu dengan teman-temannya sesama perokok. Rokoknya dia minta dari temannya, bukan beli sendiri.

Sampai dua minggu lalu, karena sedang dipusingkan dengan suatu masalah, suami saya minta izin untuk merokok, membeli sendiri, 1 rokok untuk malam itu saja. Saat itu saya pikir kasihan juga, sekali-sekali mungkin tidak apa-apa. Saya izinkan dia merokok malam itu.

Dan di situlah ternyata kesalahan terbesar saya. Dari izin untuk 1 malam, berlanjut dengan alasan, “masih ada di kotaknya, dihabiskan dulu saja”. Dan setelah isi kotak itu habis, ada lagi alasan, “persoalannya masih belum selesai, izinkan saya merokok sampai persoalan ini selesai.”

Sampai tadi malam, setelah minum kopi bersama teman-temannya dilanjutkan lagi dengan kopi kalengan di rumah disertai rokok, plus tidak makan malam karena diet, tiba-tiba suami saya merasa pusing, lemas, sesak nafas.

Pagi harinya dia merasa sudah lebih baik. Dengan berbagai bujukan, akhirnya dia mau saya bawa ke dokter. Dan setelah mendengar situasinya, kembali dokter berkata, “Rokok tidak boleh, jangan pernah berikan izin untuk merokok, satu pun jangan. Berapalah harga dan enaknya rokok. Akibatnya kalau harus operasi, harganya demikian mahal, dan sakitnya pun bukan main." Suami saya manggut-manggut.

Mudah-mudahan kali ini berhasil. 

Dan pelajaran untuk mereka yang berhasil berhenti merokok, jangan pernah mulai kembali. 1 pun jangan. Sekali lagi, 1 pun jangan.

Thursday, October 11, 2012

Usia Memang Sudah Ditakdirkan, Tetapi..



Kemarin baru ada teman saya cerita, tentang temannya yang baru saja meninggal di usia 40, karena stroke. Tekanan darah ketika serangan stroke 260 (normal 120). Wow!

Saya yang cukup peduli dengan masalah hipertensi langsung memberondong teman saya itu dengan berbagai pertanyaan.

Apakah selama ini memang sudah ada kecenderungan hipertensi? Apakah sudah dilakukan terapi untuk hipertensinya? Apakah ini serangan pertama, atau ke sekian?

Ternyata jawabannya demikian :

Sang teman selama ini anti dokter. Tidak pernah mau dibawa ke dokter. Kalau diajak atau diingatkan, marah. Dan kejadian stroke ini baru pertama kali, dan menyerang ketika dia sedang emosi karena marah pada karyawannya.

Waduh.

Memang ada orang yang anti dokter, anti obat medis. Tetapi seharusnya indikasi-indikasi kesehatan tetap harus dipantau. Karena bila kita tahu ada yang menjadi masalah, kita bisa lebih hati-hati, bisa lebih waspada, bisa menjaga diri, bisa memilih makanan, bisa memperbanyak olah raga, bisa mencoba aneka solusi  herbal kalau memang anti obat dokter.

Tapi, memang ada sebagian orang yang memilih untuk tidak tahu. Agar tidak menjadi cemas, kepikiran. Walaupun buat saya ini tidak logis, tetapi kenyataannya ada yang berpikir demikian.

Dan salah satu alasannya adalah bahwa usia sudah ditakdirkan, kalau sudah waktunya wafat, akan wafat. Kalau belum waktunya, akan tetap hidup.

Tetapi, selama masih ada yang bisa diusahakan, bukankah lebih baik kita berusaha agar tetap sehat, menjaga amanah tubuh yang dititipkan Tuhan pada kita?

Namun, barangkali memilih untuk tidak tahu pun, adalah jenis upaya juga yaa.. Karena dia memahami dirinya sendiri, bahwa kalau dia tahu bahwa dia sakit, dia malah akan makin stress..

Setiap orang punya cara berjuangnya sendiri..  Mungkin..

Wednesday, October 10, 2012

4 Tingkat Kurang Sehatnya Mi Instan



Mi instan, iklannya sedemikian gegap gempita, dan sudah pula menjadi makanan favorit bagi banyak sekali orang Indonesia, dengan rasa gurih nikmat yang sangat menggoda :-) Praktis dan nikmat, biasanya itu yang menjadi alasan utama. Di sisi lain, sudah makin banyak dipahami bahwa mi instan itu sebenarnya kurang sehat. 

Kalau saya coba definisikan, ada 4 tingkat kurang sehatnya mi instan.

Pertama, kandungan MSG.

Untuk faktor kurang sehat tingkat pertama ini, sebenarnya sudah banyak yang menyadari. Dan seperti saya, entah karena sugesti ataupun memang ada dampak fisik, biasanya memang pusing kalau setelah makan mi instan dengan bumbu lengkap.

Mereka yang sudah menyadari buruknya MSG tapi masih tetap tidak bisa meninggalkan mi instan, biasanya makan mi instan dengan separuh bumbu, atau bahkan tanpa bumbu sama sekali, diganti dengan bumbu buatan sendiri. Dan sebenarnya, jika kita memasak mi instan tanpa bumbu sama sekali, lebih baik kita beli mi telur yaa?

Namun, di luar MSG, masih ada faktor kurang sehat dari mi instan, yaitu faktor kedua berikut.

Kedua, pengawet/anti lengket pada mi.

Ada yang mengatakan bahwa makan mi tidak apa-apa, toh orang Cina setiap hari makan mi, tapi sehat-sehat saja. Saya pernah bicara juga dengan seorang keturunan Cina, dia bilang memang ada mi yang sehat-sehat saja, tapi, banyak juga mi yang mengandung pengawet dan bahan berbahaya.

Pada mi instan, ada resiko penggunaan pengawet dan zat anti lengket yang membuat mi tidak saling berlengketan. Kalau kita pernah lihat mi yang fresh, biasanya lengket dan perlu diberi tepung.

Mereka yang sudah menyadari ini, biasanya masak mi instan kemudian membuang air rebusan pertama, untuk menghilangkan zat-zat yang dianggap kurang baik, dan memberikan air baru yang direbus kembali untuk menjadi kuahnya.

Namun, masih ada faktor lain kurang sehatnya mi instan, yaitu faktor ketiga berikut.

Ketiga, terigu sebagai bahan baku mi instan.

Bagi mereka yang lebih memperhatikan kesehatan, terigu biasanya termasuk salah satu bahan yang dihindari karena kandungan gluten pada terigu berdampak memperberat pencernaan. Bahkan pada beberapa orang, terigu sama sekali dilarang, misalnya mereka yang autis. Berikut tulisan dari Pak Wied, pakar gizi, tentang terigu

Maka mereka yang menyadari ini, biasanya mencari mi dengan bahan non terigu, seperti bihun dari beras, mi singkong, dan aneka mi sayur yang walaupun masih menggunakan terigu tetapi sudah dikombinasikan dengan sayur. Rasanya memang agak berbeda dengan mi terigu, tetapi lumayan untuk "pengobat rindu" :-)

Namun, bagi mereka yang sangat peduli dengan kesehatan, masih ada faktor kurang sehatnya mi ini, yaitu faktor keempat berikut.

Keempat, mi adalah makanan olahan.

Walaupun terbuat dari singkong ataupun sayur sekalipun, ketika menjadi mi, maka sudah terjadi proses pengolahan yang panjang. Padahal makanan yang paling sehat adalah yang paling dekat dengan kondisinya di alam, yang sesegar mungkin. Seperti yang dijelaskan di buku dr. Hiromi Shinya tentang enzim.

Maka mereka yang menyadari ini akan meminimalkan mi, walaupun itu mi sayur, mi beras, mi singkong, karena yang mereka cari adalah makanan yang sehat, segar, alami. Sayur segar, kentang segar, singkong dan singkong segar.

Dan untuk mereka ini, rasa bumbu mi instan yang “super gurih nikmat” itu tidak lagi terasa nikmat, karena rasa alami inilah yang justru mereka sudah terbiasa. 

Berminat berpindah ke hidup makin sehat? Yuk pelan-pelan beralih, bisa mengikuti tahap-tahap di atas :-)

Tuesday, October 2, 2012

Makanan Sumber Kalsium Tinggi

Kadang-kadang anak kita tidak mau minum susu, atau ada juga yang berpendapat bahwa susu tidak terlalu dibutuhkan tubuh. Lalu, dari mana sumber pengganti kalsium?

Berikut sharing dari Mom Vanessa di milis asiforbaby tercinta : 

==

Ini bahan pangan tinggi kalsium dr www.cdc.gov  (Food Amount of Calcium in milligrams (mg) :

1 cup of milk 300
6 oz of yogurt 350
1 oz hard cheese (cheddar) 240
2 slices processed cheese 265 1/4 cup cottage cheese 120
1/2 cup soft serve frozen yogurt 100
1/2 cup ice cream 85
1/2 cup tofu 258
1/2 cup pinto beans or chick peas 40
1/4 cup almonds 95
1 Tbsp almond butter 43
1 Tbsp sesame seeds 90
1/4 cup Brazil nuts or hazelnuts 55 8 medium sardines (canned) 370 3 oz salmon 180
1/2 cup oysters (canned) 60
1/2 cup shrimp (canned) 40
1/2 cup bok choy 75
1 cup broccoli 178
1 cup celery 54
1 cup cooked green beans 58
1 cup cooked butternut squash 84 1 cup cooked sweet potato 70
1 medium naval orange 56
2/3 cup raisins 53
1 cup calcium-fortified orange juice 300
1 cup enriched soy milk 300
1 cup enriched rice milk 300

Tambahan :
Tempe kaya kalsium + zat besi

==

Sunday, September 2, 2012

Perkembangan Belimbing Wuluh Dan Proyek Baru Kecapi

Sudah lama juga saya tidak mengabarkan tentang pohon-pohon saya yaa :-)

Pertama kabar belimbing wuluh. Beberapa bulan lalu, saya kirim 6 pohon belimbing wuluh ke Bu Maria Hardayanto di Bandung, seorang ibu aktivis lingkungan dan oleh beliau dibagikan ke komunitas Engkang-engkang dan komunitas @sukamulya indah. Minggu lalu beliau kirimkan foto-fotonya, senang sekali melihat pohon-pohon itu bisa bertahan dan semoga bisa sampai besar dan memberi manfaat untuk bantaran sungai dan juga dengan buahnya. Terima kasih buat Bu Maria yang bersedia menampung bayi-bayi belimbing wuluh saya :-)

Dan sekarang sudah ada sekitar 10 bayi belimbing wuluh lagi, baru saya pindahkan ke pot gelas plastik andalan, semoga bisa bertahan :-) Kalau ada yang berminat silakan e-mail ke bunda.khadijah@gmail.com yaa.. Kalau tidak ada yang berminat, akan dititipkan lagi ke Ibu Maria, yang mudah-mudahan masih bersedia menampung..

Proyek berikutnya, adalah pohon kecapi.

Waktu berkunjung ke keluarga di Idul Fitri lalu, ada yang punya pohon kecapi besaaar yang sedang berbuah lebaaat. Saya baru pertama kali makan buah kecapi :-D

Selama ini saya bayangkan kecapi itu buahnya mirip petai, ternyata beda banget hehehe..

Kecapi ternyata dari luar mirip-mirip jambu klutuk atau jeruk, bulat dengan diameter sekitar 10cm, warna kulitnya kuning muda, dan kulitnya keras dan tebal. Membuka kecapi cukup sulit. Mirip-mirip membuka manggis. Dan isinya pun mirip manggis, hanya lebih tawar.

Naaaah, biji kecapi itu beberapa saya keringkan, dan hari ini saya coba tanam. Mudah-mudahan tumbuh semua :-)

Proyek lain yang masih berlanjut adalah penanaman biji kurma hasil kurma Ramadhan lalu. Sudah ada beberapa tunas yang mulai tumbuh, semoga tumbuh semua dan cepat besar :-)

Demikian perkembangan sementara "perkebunan" saya :-)

Dan, biji apa yang sudah Anda tanam hari ini?

Tuesday, July 24, 2012

Memilih Restoran Halal

Dari milis halal-baik-enak@yahoogroups.com, tulisan Bapak Anton Apriyantono, tentang cara memilih restoran halal. Semoga bermanfaat.


Memilih Restoran Halal
Anton Apriyantono
Halal Watch
Dirilis tanggal 24 Juli 2012

            Konsumen muslim di Indonesia, karena merasa muslim adalah mayoritas di Indonesia, seringkali tidak sadar bahwa tidak semua restoran di Indonesia menyediakan makanan halal.  Tidak sadar pula bahwa walaupun di restoran tersebut tidak menyediakan masakan babi atau minuman keras ternyata makanan yang disajikan tidak semuanya dijamin halal.  Hal ini dapat terjadi diantaranya akibat ketidaktahuan si pengelola restoran maupun konsumen itu sendiri.  Oleh karena itu menjadi penting bagi konsumen untuk mengetahui peraturan yang berlaku, jenis makanan yang diragukan kehalalannya dan bagaimana cara terbaik untuk memilih restoran yang halal seperti akan dijelaskan dibawah ini.

Peraturan

            Di Indonesia tidak ada peraturan yang mengharuskan setiap restoran harus menyediakan makanan halal, tidak juga ada keharusan memeriksakan kehalalan makanan yang disajikan restoran ybs.  Yang ada adalah apabila si restoran ingin mengklaim bahwa restorannya menyajikan makanan halal maka harus memeriksakan makanannya ke MUI, apabila si restoran tersebut telah mendapatkan sertifikat halal maka si restoran berhak mencantumkan logo halal pada restorannya.  Peraturan ini sebetulnya merupakan analogi peraturan yang berlaku pada produk pangan dalam kemasan dimana pencantuman label atau tanda halal pada produk dalam kemasan harus didasarkan atas sertifikat halal yang dimiliki oleh produk tersebut dimana sertifikat tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang (MUI).

            Masalahnya, seringkali si pengelola restoran mencantumkan label atau tanda halal di restorannya walaupun restoran tersebut belum pernah diperiksa sama sekali oleh yang berwenang (MUI).  Bahkan, ada satu restoran Jepang (kejadiannya sudah lama) yang telah diperiksa MUI tapi tidak memperoleh sertifikat halal karena dalam pembuatan makanannya masih mengggunakan sake dan mirin (keduanya masuk kedalam golongan khamar), ternyata si restoran tersebut mengiklankan dirinya sebagai restoran halal.  Praktek-praktek seperti ini jelas sangat merugikan konsumen.  Untuk kasus yang pertama dimana restoran mencantumkan sendiri label halal tanpa pemeriksaan itu jelas tindakan yang tidak fair karena konsumen tidak mengetahui bagaimana makanan yang disajikan si restoran dibuat dan tidak ada pihak yang ketiga dan berwenang yang menjadi saksi dalam pembuatan makanan yang disajikan.  Dalam kasus yang kedua dimana sudah jelas jelas si restoran tersebut menyajikan makanan yang tercampur bahan yang haram sehingga makanan yang disajikan juga haram, sudah melakukan penipuan terhadap konsumen karena berani mengklaim dan mengiklankan restorannya menyajikan makanan halal padahal haram.  Celakanya, hampir tidak ada sangsi yang diterima oleh restoran walaupun mencantumkan label halal atau mengiklankan restorannya sebagai halal tetapi tidak diperiksa dan dinyatakan halal oleh yang berwenang, atau melakukan penipuan sekalipun.

            Sebagai konsumen kita harus waspada dan teliti karena jika si restoran tersebut tidak memiliki sertifikat halal maka artinya kehalalan makanan yang disajikan restoran ybs tidak ada lembaga berwenang yang menjamin.  Sayangnya, masih sedikit restoran yang telah memiliki sertifikat halal (lihat daftarnya di www.halalmui.org), oleh karena itu pengetahuan kitalah yang harus ditingkatkan sehingga bisa mengetahui mana restoran yang menyajikan makanan yang diragukan kehalalannya dan mana yang tidak.

Jenis makanan yang secara umum diragukan kehalalannya

            Secara umum makanan moderen lebih rawan kehalalannya (dibandingkan dengan makanan tradisional) karena bahan yang digunakan banyak yang impor dan berasal dari negara non muslim (khususnya bahan hewani dan turunannya).  Secara khusus konsumen muslim harus mewaspadai masakan Cina karena dalam pembuatannya sering melibatkan lemak babi dan arak, baik dalam bentuk arak putih maupun arak merah (ang ciu).  Selain itu, kie kian yang sering digunakan dalam pembuatan cap cai dalam pembuatannya melibatkan lemak babi.

            Masakan Jepang dan sejenisnya dalam pembuatannya sering melibatkan sake dan mirin, keduanya masuk kedalam golongan khamar sehingga masakan yang dibuat dengan menggunakan sake dan mirin tidak diperkenankan dikonsumsi oleh umat Islam.  Masakan Barat juga rawan kehalalannya karena banyak menggunakan keju (status kehalalannya syubhat), wine (khususnya masakan Perancis), daging yang tidak halal, buillon (ekstrak daging), wine vinegar, dll.

            Cukup banyak pula restoran, warung, kaki lima, gerobak dorong yang masih menggunakan ang ciu (anggur merah) dalam pembuatan masakannya seperti masakan seafood, nasi goreng, dll, bahkan masih ada pula praktek merendam ayam dalam arak sebelum diolah lebih lanjut.

Bagaimana memilih?

            Dalam memilih mana restoran yang menyajikan makanan yang kehalalannya terjamin di Indonesia memang agak repot mengingat jenis restoran yang ada sangat banyak dan bervariasi dari mulai warung tegal, warung tenda, restoran kecil, restoran besar, restoran fast food, dll.  Walaupun demikian, ada beberapa saran yang dapat dijadikan pegangan yaitu:

1.      Pilihlah restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal (lihat daftarnya di www.halalmui.org).  Restoran yang telah mendapatkan sertifikat halal sudah tidak perlu diragukan lagi kehalalan makanan dan minuman yang disajikannya.

2.      Jika kita tidak membawa daftar restoran halal maka pada waktu masuk ke restoran yang kita ragu atas kehalalan makanan dan minuman yang disajikan maka tanyakanlah sertifikat halal yang dimiliki oleh restoran tersebut secara sopan.  Jangan terkecoh dengan adanya label atau tanda halal yang ada di restoran ybs karena seperti telah dijelaskan sebelumnya, tidak selalu benar apa yang dinyatakan oleh restoran tsb.  Jika kita ragu terhadap kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran yang tidak memiliki sertifikat halal maka harus kita hindari restoran tsb.

3.      Hindari restoran yang menyajikan masakan yang secara umum diragukan kehalalannya seperti telah dijelaskan sebelumnya, kecuali restoran tersebut telah mendapatkan sertifikat halal dari yang berwenang.

4.      Tidak ada salahnya bertanya secara sopan dan baik untuk memastikan bahwa restoran yang kita datangi tidak menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya. Sebagai contoh, kita dapat bertanya “apakah dalam pembuatan masakan di restoran ini menggunakan ang ciu?”, jika jawabannya “ya” maka kita katakan “terima kasih, maaf saya tak jadi makan di tempat ini, ada keperluan lain”, lalu kita meninggalkan restoran tsb.

5.      Hindari restoran yang menyajikan masakan yang jelas jelas haram seperti produk babi dan minuman keras.  Jangan pula makan di restoran yang menyajikan masakan halal bercampur dengan masakan haram seperti produk babi atau minuman keras.  Tidak ada jaminan bahwa masakan yang disajikan tidak bercampur dalam pembuatannya dengan masakan yang haram.  Dalam hal minuman keras, kita diperintahkan untuk menghindari tempat dimana minuman keras disajikan.

Monday, July 16, 2012

MPASI : Bubur Tepung Beras atau Bubur Nasi Dihaluskan?

Ini sharing dari milis Gizi_Bayi_Balita@yahoogroups.com, dari Pak Wied Harry, ahli gizi.

Salah satu tahapan MPASI (Makanan Pendamping ASI)  adalah bubur halus. Sekarang cukup banyak dijual aneka tepung beras untuk MPASI, sehingga membuat bubur halus menjadi lebih mudah.

Pertanyaannya, lebih baik mana, bubur dari tepung beras (tepung beras dibuat menjadi bubur) atau bubur halus dari beras (beras dimasak sampai menjadi nasi/bubur lalu dihaluskan)? Walaupun bentuk akhirnya sama-sama bubur halus, ternyata perbedaan proses pembuatannya menghasilkan perbedaan pula di tubuh bayi.

Apa lagi selain tepung beras, ada juga tepung pisang, tepung ubi. Wah kalau ini, jelas lebih baik pisang dan ubi asli aja, gampang dihaluskan, dan lebih fresh :-) Prinsipnya, semakin segar, semakin dekat dengan "aslinya", semakin baik.. Semakin banyak enzim.. Ingat kata Hiromi.. Setuju kaaaan :-)


Berikut saya copy paste penjelasan dari Pak Wied, semoga bermanfaat :-)

===




Pertanyaan member milis : 

emang beda ya klo dari beras utuh dibuat bubur dengan digiling dulu baru dibuat
bubur?
apa yg menyebabkan beda ya pak wied?




Jawaban Pak Wied :

Beda.
Ukuran molekul bahan makanan ketika dimasak mempengaruhi kemudahan bahan makanan tersebut diserap oleh tubuh kita.

Bubur halus dari beras (beras dimasak hingga menjadi bubur, kemudian dihaluskan) lebih lambat menaikkan kadar gula darah dibanding bubur terbuat dari tepung.

Jika setiap kali makan, tubuh bayi kita mengalami lonjakan kadar gula darah, maka pankreas harus terus aktif merespon dengan cara memproduksi insulin, agar kadar gula darah yang naik bisa segera dinormalkan.

Jika pankreas terus-menerus bekerja keras, maka pankreas akan cepat aus. Kalau pankreas sudah aus, maka kemampuannya menghasilkan insulin akan menurun, sehingga gula darah berlebihan akan tetap saja berlebihan - dan ini menjadi pertanda pradiabetes atau malah sudah diabetes. Saat ini, kasus anak-anak (bahkan sekarang sudah banyak yang usia pra-TK) pengidap diabetes tipe-2 (diabetes karena pola makan) sudah semakin banyak.

Saya sering disanggah dengan pernyataan "kan akhirnya sama-sama dihaluskan juga, kok bisa salah satu lebih cepat menaikkan kadar gula darah?"

Rupanya yang menyanggah pernyataan saya lupa (pernyataan ini saya kutip dari hasil penelitian, tapi saya lupa sumbernya) bahwa merebus makanan dengan potongan kecil-kecil akan lebih mudah melunakkan jaringan makanan tersebut dibanding dengan makanan yang direbus utuh atau dalam potongan besar.

Bukankah ini menandakan bahwa (cairan) panas ketika perebusan lebih mudah menembus molekul
makanan jika makanan tersebut berukuran kecil, apalagi yang dihaluskan, daripada yang utuh/berukuran besar?

===

Thursday, July 5, 2012

Makanan Sehat Alami, Aman Dunia Akhirat


Pembuatan makanan menjadi sebuah industri yang kompleks. Demi menyajikan rasa yang selezat mungkin, berbagai cara dilakukan, berbagai bahan dicampurkan. Juga demi memastikan makanan tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Sebenarnya cara pembuatan makanan seperti ini bertentangan dengan dua hal. Yang paling jelas (mudah-mudahan cukup jelas untuk semua ya, hehe..) adalah dari sisi kesehatan. Yang kedua, yang sering kali belum terpikirkan, adalah dari sisi agama, dalam hal ini Islam. 

Dari sisi kesehatan, proses terlalu panjang membuat  makanan menjadi kehilangan “zat hidup”-nya yang justru diperlukan oleh manusia. Maka perkembangan terkini adalah justru menuju makanan sealami mungkin, diproses sesingkat mungkin, seperti buah dan sayur yang hanya dimasak sebentar. Bahkan ada yang hanya makan makanan mentah (raw-food).

Campuran makanan, apa lagi yang berasal dari bahan sintetik, biasanya berdampak buruk bagi kesehatan. Apa lagi jika bahan sintetik tersebut sebenarnya adalah bahan yang berbahaya. 

Dari sisi Islam, yang perlu diwaspadai adalah pencampuran berbagai bahan dalam masakan. Dua hal utama yang diharamkan yang sering menjadi bahan campuran adalah khamr dan babi beserta turunannya. Ini tentunya sangat perlu diwaspadai.

Yang juga ternyata dibahas dalam Islam, adalah tentang lamanya pemrosesan makanan. Pernah dikatakan bahwa Rasulullah menyarankan bahwa lebih baik kita yang menunggu makanan, daripada makanan menunggu kita. Dapat diartikan bahwa yang lebih baik adalah kita menunggu makanan diproses, sehingga tentunya bukan proses yang panjang. 

Kalau dicoba disimpulkan, sepertinya solusi terbaik adalah kembali ke makanan alami, yang murni, segar. Sehat dan tidak khawatir dengan campuran apa pun yang bisa mengganggu kehalalannya.. Maka pilihan untuk makan buah, sayur, kacang-kacangan, beras, ubi-ubian sepertinya adalah pilihan yang terbaik.

Jika diperlukan sumber hewani, maka ikan segar adalah yang paling aman. Aman dari kesehatan karena kandungan lemaknya yang sehat (walaupun perlu dipastikan dengan kondisi airnya, mudah-mudahan bebas bahan berbahanya). Aman juga dari sisi agama, karena ikan tidak perlu penyembelihan. 

Daging sapi dan daging ayam bolehlah sekali-sekali, jika memang sumbernya bisa dipastikan halal.

Mari kita kembali ke makanan sehat alami, aman di dunia dan di akhirat :-)

 

Wednesday, July 4, 2012

Ah.. Masa Roti Ada yang Haram?

Berikut Edisi 2 Warta Sadar Halal Waspada Haram, dari milis HBE. Kali ini tentang roti, yang ternyata bahan-bahan dasarnya ada yang perlu diperhatikan kehalalannya. Semoga bermanfaat.


WARTA SADAR HALAL WASPADA HARAM
Komunitas Peduli Halal 

Milis halal-baik-enak@yahoogroups.com

Ah... Masa Roti Ada yang Haram?

Tentunya sudah banyak umat Islam yang tahu bahwa beberapa jenis kue atau cake tertentu rawan HARAM karena mengandung minuman keras atau beralkohol untuk memantapkan rasanya. Ya, bahkan satu bakery terkenal di Jakarta, mengakui bahwa blackforest mereka menggunakan RUM yang tentu saja HARAM.

Namun perlu diketahui juga bahwa ROTI biasa pun BISA HARAM juga. LHO, KOK gitu?! Apa yang jadi penyebabnya? Berikut beberapa bahan adonan roti/kue ada yang rawan haram:

TERIGU bisa mengandung zat haram
Menurut LPPOM MUI, terigu asal Cina ternyata ada yang mengandung L-Sistein, yang gunanya untuk meningkatkan sifat terigu dalam pembuatan kue. Dengan L-Sistein adonan kue atau roti menjadi lembut dan mengembang lebih besar. Nah, menurut Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra, ketika beliau menjadi Ketua LPPOM MUI, L-Sistein dalam terigu impor ini dibuat dari RAMBUT MANUSIA. “Sesuatu yang berasal dari manusia yang dicampurkan ke dalam makanan, haram hukumnya bagi umat Islam,” kata Ibu Aisjah. Jadi, terigu tanpa label/sertifikat HALAL jangan dipakai - bisa HARAM.

SHORTENING
Shortening adalah lemak atau campuran yang mampu membuat roti dan kue menjadi lembut. Shortening biasanya merupakan campuran lemak, yang bisa terdiri dari lemak tumbuhan/nabati, campuran lemak nabati dengan lemak hewani atau lemak ikan, ataupun campuran lemak hewani saja. Shortening hewani diperoleh dari lemak sapi atau babi. Yang tanpa sertifikat HALAL perlu diwaspadai.

PERISA
Perisa nabati umumnya berasal dari bahan halal. Namun untuk menghasilkan rasa daging diperlukan bahan yang diantaranya kadang-kadang termasuk lemak atau turunannya. Maka harus jelas jenis daging dan cara menyembelihnya.

PEWARNA
Bahan pewarna makanan ada yang alami, ada yang sintetis. Yang sintetis perlu diwaspadai karena bisa berpengaruh pada kesehatan - apalagi kalau yang dipakai bukan pewarna yang "food-grade" atau aman untuk makanan. Banyak pembuat makanan yang memakai pewarna tekstil yang berbahaya bila dimakan.
Sebaliknya, pewarna alami lebih rawan HARAM karena perlu dilapisi dengan gelatin yang berasal dari hewan. Jadi perlu diketahui dari hewan apa dan cara penyembelihannya Islami atau tidak.

PENGEMBANG
Yang umum dipakai adalah soda kue, yang aman kehalalannya. Ada beberapa bahan lain, diantaranya adalah "cream of tartar" yang haram karena diproduksi sebagai hasil samping pembuatan anggur (khamr).

PENGEMULSI/EMULSIFIER
Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM dll. Status emulsifier secara umum adalah syubhat karena bisa terbuat dari bahan nabati atau hewani. Di samping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat, yang tidak jelas jenis lemaknya apa. Hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal.

Semua bahan tersebut dan masih ada bahan lain juga, sudah banyak yang bersertifikat HALAL.
Tetapi tanpa sertifikasi HALAL, kita tidak tahu pasti apakah bakery langganan kita memakai bahan yang HALAL.

 


Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

“Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram kecuali neraka lebih utama untuknya.” 
(HR Tirmidzi). 

“Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu di antara kamu, maka amalannya tidak diterima 40 hari.” 
(HR al-Thabrani).


Wednesday, June 27, 2012

Tantangan Tetap Makan Sehat Selama Liburan

Buat saya yang pecinta buah dan sayur organik, liburan adalah kegiatan yang memerlukan usaha ekstra. Yaitu untuk tetap makan sehat selama liburan.

Jangankan ketemu sayur dan buah organik, sayur dan buah segar saja susah sekali ditemui.

Apa lagi buat saya ada satu hal lagi yang juga lebih penting, yaitu kepastian halal. Dan, di sentra-sentra liburan anak, makanan yang tersedia yang bisa dipastikan halal adalah fast food. Walhasil, itulah makanan saya selama liburan :-)

Sedih juga sih rasanya, "menyiksa" tubuh dengan makanan "seperti itu" :-) Tapi apa daya, daripada mati kelaparan.. Lebay dikit :-)

Maka, tips n tricks untuk tetap bisa makan sehat selama liburan :

1. Usahakan bawa buah segar, kalau sulit untuk bawa, setiap kali tiba di lokasi liburan, segera cari penjual buah segar. Jangan lupa bawa pisau, pengupas, dan juicer kalau perlu :-)

2. Di restoran fast food pun biasanya tersedia salad. Makanlah salad, walaupun semua orang makan yang lain yang menggiurkan :-)


3. Kadang-kadang, di restoran fast food pun tersedia jus buah segar. Pastikan dengan menanyakan apakah benar jus buah segar. Kalaupun bukan jus buah segar, jus kemasan pun masih lebih baik daripada soda :-)


4. Tetap bawa "seperangkat tentara daya tahan tubuh", kalau bisa dalam kemasan yang praktis : madu, vermint, lamandel, minyak zaitun, minyak habbatussauda, permen jahe, dll, dsb.

5. Banyak minum air putih.

6. Jangan lupa cuci tangan sebelum makan, atau paling tidak, gunakan cairan antiseptik.

Selamat liburan dan tetap sehat! :-)

Arak pada Makanan, Haram!

Dari diskusi di milis tercinta, halal-baik-enak@yahoogroups.com (HBE), berikut informasi tentang haramnya arak pada makanan, yang justru sekarang marak digunakan di banyak restoran, termasuk warung tenda dan gerobak-gerobak dorong. Semoga bermanfaat dan menjadi pencerahan.



WARTA SADAR HALAL WASPADA HARAM
Komunitas Peduli Halal 
Milis halal-baik-enak@yahoogroups.com


Arak pada Makanan, Haram!

Para penjual mi/nasi goreng dengan gerobak dorong dan warung tenda, dan bahkan banyak restoran Sunda, sebagian besar restoran Cina, serta banyak restoran sea food, memakai SARI TAPE (alias ARAK MASAK, ANGCIU, ARAK MERAH) sebagai penyedap rasa atau pengempuk daging masakannya, termasuk masakan yang ditumis/ca (ca kangkung, capcay dll).
Restoran dan pengelola warung tenda menggunakan MIRIN sebagai pelengkap bumbu masakan Jepang yang dijualnya supaya rasanya seperti masakan Jepang asli.
Penjual jamu gendong suka menambahkan minuman ANGGUR sebagai ramuan dalam jamu atau beras kencur yang dijualnya.
Sebagian besar bakery memakai RHUM utk membuat beberapa jenis kue/cake.

Apakah bumbu penyedap dan rhum/anggur semacam itu HALAL atau HARAM?

Menurut kamus bahasa Indonesia, ARAK adalah:
 1) minuman keras, biasanya dibuat dari beras yang difermentasikan/diragikan;
 2) zat cair mengandung alkohol (seperti wiski, brendi, rum) yang diperoleh dari penyulingan anggur serta zat cair lain.

Menurut sebuah penelitian, kandungan alkohol ANGCIU adalah sekitar 15%.

MIRIN, adalah bumbu dapur untuk masakan Jepang berupa cairan beralkohol berwarna kuning, berasa manis, mengandung gula sebanyak 40%-50% dan alkohol sekitar 14%. Di Jepang MIRIN adalah MINUMAN KERAS, yang membuat mabuk.

Dalam Islam, minuman yang memabukkan tersebut disebut KHAMR yang hukumnya adalah HARAM. Dan masakan yang tercemar KHAMR, MESKIPUN SEDIKIT menjadi HARAM juga. Meskipun terjadi penguapan karena panas, masih ada khamr yang tersisa pada masakan. Anggapan bahwa seluruh arak menguap sehingga masakan menjadi halal, merupakan anggapan yang SALAH. Masakan tersebut tetap HARAM meskipun yang memakannya tidak menjadi mabuk.

Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Maidah ayat 90 : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”

Jadi:

Sebagai penjual makanan, pastikan Anda tidak membuat makanan dengan bahan-bahan tersebut. Jangan mencantumkan tanda halal buatan sendiri, karena penggunaan tanda halal harus melalui pemeriksaan dari LPPOM-MUI yang memahami hukum-hukum halal dan haram.

Sebagai konsumen, sebaiknya Anda mencermati makanan yang Anda beli. Jika ada tanda halal, pastikan bahwa tanda halal tersebut resmi dari LPPOM-MUI.


Ingat, yang haram bukan hanya babi.

Untuk daftar restoran halal LPPOM-MUI, silakan cek di sini. 



Wednesday, June 6, 2012

Daftar Kosmetik, Pasta Gigi, dan Sabun Halal

Berikut daftar kosmetik dan perawatan tubuh yang sudah sertifikasi halal MUI.
Data dari diskusi di milis halal-baik-enak@yahoogroups.com plus pengalaman pribadi. Semoga bermanfaat.

Update terakhir : 17 Juli 2012


Kosmetik

1. Wardah
2. Ristra
3. La Tulipe
4. Sari Ayu (Martha Tilaar)
5. Caring Colours (Martha Tilaar)
6. Pourvous
7. Purbasari (Lulur)
8. Kanna (Krim penghalus tumit)
 

Pasta Gigi 

1.  Pepsodent
2. Ciptadent
3. Close Up
4. Total Care
5. Kodomo
6. Sparkle
7. Zact

Sabun Mandi

1. Lux
2. Lifebuoy
3. Vaseline
4. Citra
5. Dove
6. Harmony
7. Lervia
8. Medicare
9. Anita



Wednesday, May 23, 2012

Daftar Restoran Halal

Data bersumber dari website LPPOM MUI serta dari milis halal-baik-enak@yahoogroups.com, berdasarkan informasi dari member yang datang langsung ke lokasi.
Untuk perhatian, daftar ini perlu dicek terus menerus, karena perlu ada perpanjangan secara periodik. Untuk nama restoran yang kurang spesifik, mohon dapat dicek kembali di lokasi mengenai sertifikasinya. Daftar restoran termasuk juga restoran hotel dan catering rumah sakit.


Sebagai awal, saya buat berdasarkan data dari MUI Pusat, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Bali. Insya Allah datanya akan selalu di-update.

Kalau ada yang kebetulan mampir ke restoran, restoran hotel, rumah sakit, lalu melihat sertifikat halal yang masih berlaku, dan namanya belum ada di sini, boleh diinfokan ke saya di e-mail bunda.khadijah@gmail.com.

Dan sekarang, sudah ada website baru yang memuat daftar restoran halal termasuk juga berbagai artikel tentang kehalalan. Silakan akses www.halalnesia.com.

Semoga bermanfaat.


Catatan : Update terakhir : 18 September 2012


A. DAFTAR BELANJA PRODUK HALAL - LPPOM MUI - Jul-Ags 12 (MUI Pusat) dan Maret 2012 (MUI Daerah)


A. 1. MUI Pusat - Restoran, Bakery, Katering (Hal. 8)


No.  Nama Restoran Masa Berlaku No. Sertifikat
1 Ah Mei Cafe 6 Des 2013 00160050540509
2 A&W Restaurant 16 Feb 2013 00160057540211
3 CFC - California Fried Chicken 29 Jun 2013 00160058160411
4 Countrystyle Donuts 3 Ags 2013 00160037481205
5 Domino Bakery 07 06 13 00160012330500
6 Dunkin Donut 17 Ags 2013 00160005980797
7 Hoka Hoka Bento 1 Mar 2013 00160048830908
8 Jacklyn Bakery 13 03 2014 00160060840312
9 KFC  8 Feb 2013 00160001420999
10 Majestyk Bakery & Cake Shop 10 Mar 2013 00160057650311
11 McCafe 29 Jun 2013 00160044810807
12 McDonalds 29 Jun 2013 00160000630499
13 PDO Potato Donut 16 Nov 2013 00160059681111
14 Pizza Hut 11 Jan 2013 00160005580799
15 RS Premier Jatinegara  21 02 14 00160060630212


A. 2. MUI Jawa Barat - Restoran (Hal. 78)

1 Alam Sari Restoran
2 Baso Mas H. Wiji
3 Baso Mas  H. Kiman
4 Candimulyo Group
5 Geulis Boutique Hotel & Cafe
6 Gokkana Teppan (Metropolitan Mall Bekasi, Blok M Plaza, Mal Kelapa Gading, Atrium Senen, Mega Bekasi Hypermall)
7 Grand Eastern Cirebon
8 Lalah
9 Mie Ayam Baso AA
10 Mie Baso Bungur
11 Mie Baso Cingcin (MBC)
12 Mie Baso Langganan Kita
13 Mie Baso Rahayu
14 Nasi Jamblang Mang Dul
15 Pondok Bambu Tirza 3
16 Raa Chaa Suki & Barbeque
17 Raja Baso Tahu Saboga
18 Restaurat Air Mancur
19 Restoran Bumbu Desa 
20 RM Baso Panghegar
21 RM Haka
22 RM Ma' Pinah
23 RM Warung Cepot
24 Rumah Makan Dewi Sartika
25 Rumah Makan Kedai Mangga
26 Rumah Makan Mie Jawa Anglo
27 Sam's Strawberry Corner
28 Warung Bakso Mandiri
29 Warung Nasi Ampera Dalem Kaum
30 Warung Wa Haji
31 Yung Bangka Es

A.3.  MUI DI Yogyakarta - Restoran (Hal. 68)

1 Ayam Panggang Matur Tengkyu
2 Bebek Goreng Lezat H. Slamet
3 Bubur Jagung Emas
4 CV. Samirono Jl. Colombo
5 Dapur Roti Bu Haryati
6 Jogja Halal food Center
7 Malvinas Kulon Progo
8 Mie Ayam dan Bakso Pak Dul
9 Mie Pasar Baru Jakarta
10 New Merapi Resto
11 Olive Fried Chicken
12 Papa Ron’z Pizza Solo
13 Pastry & Bakery PT. Angkasa Citra Sarana Catering Service
14 Pempek Era Enggal
15 Pempek Ny.Kamto
16 Pop Chix
17 Restoran Pringsewu 
18 RM Ayam Goreng Suharti
19 RM Djatayu
20 RM. Utari
21 Roti & Kue Dahlia, Qabita
22 Roti dan Kue PT Mandai Prima Yogyakarta
23 Roti Ganep Tradisi Solo
24 Shangrilla Bakery
25 Siomay, Tahu Bakso, Batagor Trendy
26 Steak Shake & Bebaqaran - Festival Kuliner (FESKUL)
27 Steak Shake & Bebaqaran - Waroeng Steak & Shake
28 Stupa Borobudur Bakery
29 Waroeng Penyet
30 Warung Ayam Ungkep
31 WS, Warung Steak Solo



A. 4. MUI Bali - Restoran, Restoran Hotel, Rumah Makan Minang (Hal. 70)

Restoran : 



1 Annisa
2 Ayam Bakar Satriya
3 Ayam Betutu Bu Lina
4 B-Chick’s Fried Chicken
5 Bidadari
6 Bu Imam
7 Cjdw
8 Dapur 2K
9 Kintamani Restaurant & Catering
10 Madania Restaurant
11 Madina
12 Mie Ayam Bakso Solo
13 Mina Sari Murti
14 Nasi Pecel Bu Tinuk
15 Prada
16 Rahmah
17 Siomay Deebali
18 Taliwang Baru
19 Waroeng Steak & Shake


Restoran Hotel : 

1 Aston Denpasar Hotel & Convention Center
2 Lagenda Malaysian Food Garden (Wina Holiday Villa)
3 Lagenda Malaysian Fusion Restaurant
4 Nusa Dua Beach Hotel & Spa
5 Pt. Diwangkara Holiday Villa Bali
6 Raja’s Balinese Restaurant
7 The Grand Santhi Hotel

Rumah Makan Minang : 


1 Batubulan
2 Bundo Kanduang
3 Depot Barito
4 Nira’s
5 Samudra
6 Simpang Ampek
7 Sinar Baru
8 Sinar Minang
9 Swalayan Murah



B. INFORMASI DARI MEMBER MILIS halal-baik-enak@yahoogroups.com


Restoran : 

1 Ayam Bakar Mas Mono (Tebet)
2 Bakmi Saharjo Jakarta Selatan
3 Bakso Malang Karapitan (Mega Bekasi Hypermall)
4 Café Seberang (Mega Bekasi Hypermall)
5 Chowking Restaurant (Mal Ambassador)
6 D'Cost
7 Es Teler 77 (Mega Bekasi Hypermall)
8 Pempek Pak Raden
9 Platinum Restaurant (Plaza Semanggi, Mal Pondok Indah)
10 Q'ta Bakery (Depan SMPN1 Bekasi)
11 Restoran Grand Kelinci (MOI, Mal Artha Gading, Citra Raya, Sentul, Grand Wisata, Deltamas Cikarang)
12 Shih In (Grand Indonesia, Summarecon Mall Serpong)

Restoran Hotel : 


Sertifikasi MUI Pusat

1 Restoran Hotel Aston Bali
2 Restoran Hotel Sofyan Jakarta

Sertifikasi LPPOM MUI-Kepri (Buletin Ufuk LAZ Masjid Raya Batam Edisi 2/ Tahun 1/Agustus 2010 halaman 20)


1 Restorant Hotel Good Way Batam
2 Restorant Hotel Nagoya Plaza Batam
3 Restorant Hotel Panorama Regency Batam
4 Restorant Hotel Pasific Batam
5 Restorant Hotel Pusat Informasi Haji (PIH) Batam
6 Restorant Hotel Sampurna Jaya Tanjung Pinang
7 Restorant Hotel Virgo Batam
 
Catering Rumah Sakit : 

1 RS Mitra Keluarga Bekasi Barat
2 RS Santosa Bandung