Showing posts with label berkebun. Show all posts
Showing posts with label berkebun. Show all posts

Thursday, January 2, 2014

Bibit Pohon Gratis

Menyambung cerita saya tentang “rame”-nya kebun saya, saya buat judul khusus untuk bagi-bagi bibit pohon gratis yaaa..

Untuk program penanaman pohon, ada bibit pohon yang sudah cukup besar (30cm – 2m) :
- mengkudu
- zodia
- kurma
- dll (ada yang ngga tau namanya, maap J)

Untuk pengenalan tanaman (misalnya ke anak-anak TK/SD), ada bibit pohon dan tanaman yang kecil-kecil (10-20 cm) :
- lidah buaya
- sansiviera tumpuk (duh apa nama resminya ya)
- jeruk
- sirih gading
- daun jintan
- zodia
- dll (ada yang ngga tau namanya, maap J)

Boleh juga buat souvenir pernikahan, tapi kalau souvenir pernikahan, ngga gratis yaa, bukan acara sosial / pendidikan soalnya :-)

Yang juga bisa digunakan untuk tanaman hias :
- sansiviera
- sirih gading

Kapan-kapan saya upload fotonya deh ya, supaya lebih jelas :-)

Silakan hubungi saya 1-2 minggu sebelum pengambilan, supaya bisa disiapkan dulu.
Oya lokasi saya di Pancoran Jakarta Selatan. 
Detil silakan email ke bunda.khadijah@gmail.com.


Terima kasih ya, mari kita buat dunia menjadi hijau :-)

Monday, December 30, 2013

Kabar Kebunku nan Sepetak

Setelah sekian lama berlalu, berikut kabar kebunku sekarang :-)

Karena kesibukan beberapa bulan terakhir, saya sempat tidak berkebun sampai hampir berbulan-bulan lamanya. Dan kebun sepetak dengan berbagai pot tanaman itu hanya dipelihara si mbak dengan menyiram setiap pagi dan sore.

Setelah lama ngga ditengok, ternyata banyak sekali perkembangan. Ada pohon-pohon baru yang tumbuh sendiri di pot tanaman saya. Ada yang masih kecil sekitar 10-15 cm, ada yang sudah tinggi sampai hampir 2 meter. Saya tanya si mbak yang cukup ahli dengan berbagai jenis pohon, katanya itu pohon kersen. Selain kersen, ada mengkudu, srikaya, beringin, pisang, belimbing wuluh dan jenis-jenis pohon lain yang saya dan si mbak ngga tau namanya. Ditambah lagi lidah buaya, jintan, lidah mertua, sirih gading, yang terus beranak-pinak..

Biji-biji kurma yang saya “titip” tanam di pot tanaman lain ternyata juga sudah tumbuh besaaar..
Wah, jadinya rameee deh kebun saya itu.. :-)

Jadi sekarang ada “tugas” baru yaitu, memindahkan pohon-pohon itu ke pot tersendiri. Untuk pohon yang sudah cukup besar, ini kegiatan yang heboh juga, karena  akarnya sudah saling berjalin berkelindan. Untuk pohon-pohon yang kecil, lumayan amanlah..

Dan, masih ada tugas berikutnya yaitu menyalurkan pohon-pohon itu, karena kebun saya nan sepetak ini ngga muat J Sekarang bentuknya jadi mirip hutan, penuh ngga karuan :-D


Barangkali ada yang berminat? Boleh banget, ambil aja ke rumah, silakan email ke bunda.khadijah@gmail.com yah..

Sunday, September 2, 2012

Perkembangan Belimbing Wuluh Dan Proyek Baru Kecapi

Sudah lama juga saya tidak mengabarkan tentang pohon-pohon saya yaa :-)

Pertama kabar belimbing wuluh. Beberapa bulan lalu, saya kirim 6 pohon belimbing wuluh ke Bu Maria Hardayanto di Bandung, seorang ibu aktivis lingkungan dan oleh beliau dibagikan ke komunitas Engkang-engkang dan komunitas @sukamulya indah. Minggu lalu beliau kirimkan foto-fotonya, senang sekali melihat pohon-pohon itu bisa bertahan dan semoga bisa sampai besar dan memberi manfaat untuk bantaran sungai dan juga dengan buahnya. Terima kasih buat Bu Maria yang bersedia menampung bayi-bayi belimbing wuluh saya :-)

Dan sekarang sudah ada sekitar 10 bayi belimbing wuluh lagi, baru saya pindahkan ke pot gelas plastik andalan, semoga bisa bertahan :-) Kalau ada yang berminat silakan e-mail ke bunda.khadijah@gmail.com yaa.. Kalau tidak ada yang berminat, akan dititipkan lagi ke Ibu Maria, yang mudah-mudahan masih bersedia menampung..

Proyek berikutnya, adalah pohon kecapi.

Waktu berkunjung ke keluarga di Idul Fitri lalu, ada yang punya pohon kecapi besaaar yang sedang berbuah lebaaat. Saya baru pertama kali makan buah kecapi :-D

Selama ini saya bayangkan kecapi itu buahnya mirip petai, ternyata beda banget hehehe..

Kecapi ternyata dari luar mirip-mirip jambu klutuk atau jeruk, bulat dengan diameter sekitar 10cm, warna kulitnya kuning muda, dan kulitnya keras dan tebal. Membuka kecapi cukup sulit. Mirip-mirip membuka manggis. Dan isinya pun mirip manggis, hanya lebih tawar.

Naaaah, biji kecapi itu beberapa saya keringkan, dan hari ini saya coba tanam. Mudah-mudahan tumbuh semua :-)

Proyek lain yang masih berlanjut adalah penanaman biji kurma hasil kurma Ramadhan lalu. Sudah ada beberapa tunas yang mulai tumbuh, semoga tumbuh semua dan cepat besar :-)

Demikian perkembangan sementara "perkebunan" saya :-)

Dan, biji apa yang sudah Anda tanam hari ini?

Sunday, May 13, 2012

Rencana untuk Secuplik Taman Depan

Tadinya, saya berencana menjadikan taman depan sebagai tempat pesemaian bibit pohon, untuk kemudian dipindahkan ke pot atau ke tempat lain.

Setelah dicoba, taman depan saya jadi tidak karuan bentuknya :-D Silakan dibayangkan, inilah pohon yang ada di taman sepetak sekitar 2 x 2 m2: 2 pohon belimbing wuluh dan 1 pohon kamboja masing-masing setinggi 3-4m., lalu 2 pohon jambu air dan 1 pohon nangka yang sudah setinggi 1m, kemudian 2 pohon mengkudu setinggi 50cm. Hehehe, penuh banget kaaaan?

Sepertinya ada yang salah dengan rencana saya, seharusnya pesemaiannya jangan terlalu lama, jangan sampai pohonnya menjadi terlalu besar :-) Kalau 2 belimbing wuluh dan 1 kamboja memang sudah direncanakan tempatnya di taman itu, jadi letaknya sudah di pinggir. Yang lain, nah ini dia, lokasinya agak berantakan, jadi sepertinya akan dikembalikan ke pot :-)

Nah, rencana untuk tamannya, minggu lalu ada pembahasan dengan Kang Rahman (KR) di milis balita-anda, dia menyarankan untuk menanam sayuran. Saya sebenarnya sudah pernah menanam bayam, dan berhasil sukses, tapi berhenti :-) Sepertinya akan saya lanjutkan lagi.. Sawi  pernah dicoba, tapi kurang sukses :-D

Saran KR, ngga usah yang ribet-ribet, yang sering dipakai saja, seperti daun bawang dan seledri. Sepertinya menarik yaa.. Yang saya belum tahu, kalau mau tanam daun bawang dan seledri itu, langsung dari daun bawang dan seledri dari pasar, atau perlu beli bibit ya? Maaf kalau pertanyaannya super duper basic :-)

Saya akan kabari lagi perkembangannya yaa :-)

Tanaman Kurma, Jantan atau Betina?

Waktu itu saya pernah cerita soal menanam kurma di taman, dari biji-biji kurma tunisia yang saya makan, yang alhamdulillah berhasil tumbuh :-)

Dan sekarang, beberapa sudah mulai tinggi, sekitar 30 cm, sebagian besar yang lain masih kira-kira 15-20 cm. Jumlahnya banyaaaak, sampai akhirnya saya bingung mau meletakkan di mana lagi, akhirnya saya bagi ke teman-teman.

Waktu bagi-bagi ke teman-teman, ada yang tanya, apa benar kurma bisa tumbuh di Indonesia. Saya pernah baca bahwa di Bogor ada kebun kurma, dan di Bandung ada yang punya pohon kurma di halaman rumahnya. Untuk dapat info lebih lanjut, saya pun tanya Mbah Google :-)

Ternyata, memang sudah banyak perkebunan kurma di Indonesia. Yang jual bibit kurma pun sudah banyak :-)
Salah satunya di Gresik di link berikut :
http://kurma-indonesia.blogspot.com/2008/09/pengembangbiakan-kurma-dari-biji.html

Nah, dari blog ini saya jadi dapat info tambahan, bahwa ternyata, mengembangbiakkan kurma untuk pertanian supaya bisa dipanen buahnya, sebaiknya bukan dari biji. Weleh :-) Karena, kalau dikembangbiakkan dari biji, sebagian besar akan menjadi pohon jantan, sehingga tidak berbuah.

Jadi, kemungkinan besar pohon-pohon kurma saya akan jadi pohon kurma jantan nih. Tapiiii nggak apa-apa, harus tetap berpikir positif :-) Namanya juga probabilitas, insya Allah ada yang betina juga. Dan kalaupun ada yang betina, akan tetap perlu pohon jantan buat bisa berbuah. Kalau pun akhirnya berbuah, ya nggak apa-apa juga, paling tidak di rumah ada pohon kurma, hehehe..

Monday, April 30, 2012

Manfaat Belimbing Wuluh

Satu lagi tanaman yang mudah tumbuh di taman saya, yaitu belimbing wuluh. Dan dari dua pohon belimbing wuluh yang sudah besar, buahnya juga banyaaaak sekali.

Ternyata belimbing wuluh banyak manfaatnya, berikut saya copy paste dari 
http://sweetspearls.com/health/manfaat-belimbing-wuluh/

1. JERAWAT
Untuk mengobati jerawat siapkan 3 buah belimbing wuluh segar. Cuci hingga bersih. Buah diparut dan diberi sedikit garam. Tempelkan pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam secukupnya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Kakukan 3 kali sehari.
Atau siapkan 6 buah belimbing wuluh dan ½ sendok the bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

2. TEKANAN DARAH TINGGI
Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gr yang sudah dicuci bersih. Biji srigading ditumbuk halus. Masukkan ke dalam panic berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh. Dinginkan lalu saring sebelum diminum. Cukup diminum 1 gelas sehari.
Buah yang besar dan berwarna hijau diparut, ambil airnya dan diminum. Atau bisa juga dengan cara menyiapkan 3 buah belimbing wuluh yang dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tinggal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan pagi.
10 buah belimbing wuluh, 1 jari rimpang kunyit, ¼ genggam daun meniran, 3 jari labu air, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin saring dan diminum. Sehari 3 x ¾ gelas

3. OBAT BATUK
Daun, bunga, buah yang masing-masing sama banyaknya direbus dalam air yang mendidih selama ½ jam, dan minum airnya. Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.
Untuk batuk pada anak, ambillah 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun inggu, ¼ genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin saring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali ¾ gelas.

4. DIABETES
Sementara untuk anda yang menderita diabetes, siapkan 6 buah belimbing wuluh, lalu dilumatkan, direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.

5. GONDONGAN
½ genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dengan 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yang gondongan. 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ke tempat yang sakit.

6. REMATIK
Segenggam daun belimbing wuluh dicuci, tumbuk sampai halus, tambahkan kapur sirih, gosokkn ke bagian yang sakit.
100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke tempat yang sakit.
Atau bisa juga dengan cara menyiapkan 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia Champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

7. PEGAL LINU
1 genggam daun belimbing wuluh yang masih mudah, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu ditambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit.

8. PANU
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu diling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

Wawww, banyak juga yaaa, dan sudah ada cara penggunaannya pula.

Sharing dari tetangga saya, kabarnya bisa juga dibuat sayur bening belimbing wuluh, hehehe, rasanya bagaimana ya?

Dan satu masukan lagi dari Mbak Vita, teman di milis balita-anda tercinta, buah belimbing wuluh bisa digunakan untuk mencuci panci, bekas-bekas hitam bisa hilang tuntas dan panci kembali kinclong :-)

Selamat mencoba :-)

Cara Mudah Memanfaatkan Lidah Buaya

Seperti yang pernah saya ceritakan, lidah buaya di taman saya mudah sekali tumbuh, sampai banyak berpot-pot :-)

Kabarnya lidah buaya banyak manfaatnya yaaa, tapi dalam bayangan saya, manfaat itu bisa diperoleh dengan pengolahan khusus..

Bicara soal manfaat lidah buaya, antara lain ada di sini :
http://health.kompas.com/read/2012/03/19/14221925/20.Manfaat.Lidah.Buaya

1. Mendinginkan kulit yang terbakar sinar matahari, terutama bagi  mereka yang kerap bekerja di luar ruangan.
2. Mengatasi masalah kulit yang disebabkan cuaca, seperti kulit  kering, kemerahan, mengelupas, dan iritasi ringan atau ruam.
3. Memudarkan warna kemerahan pada memar di tubuh.
4. Mengatasi rasa tidak nyaman yang disebabkan alat cukur.
5. Mengatasi luka bakar ringan.
6. Meredakan kulit yang melepuh.
7. Dapat digunakan sebagai krim anti penuaan dini atau untuk mengatasi  keriput.
8. Mengobati ruam akibat terkena getah tanaman.
9. Mengatasi rasa gatal akibat gigitan serangga.
10. Gunakan setiap hari untuk memudarkan bekas luka dan strecth mark, garis-garis putih atau merah akibat kehamilan.
11. Merawat luka kecil akibat teriris pisau atau   tergores.
12. Memudarkan bintik bintik kehitaman pada kulit.
13. Dapat berguna sebagai pengganti kondisioner dan jelly untuk rambut.
14. Bisa digunakan untuk mengurangi jerawat.
15. Digunakan untuk mempercepat penyembuhan sariawan.
16. Dapat digunakan sebagai body lotion alami.
17. Untuk meredakan otot yang keram atau menegang.
18. Digunakan untuk mengurangi keluhan pada masalah gusi.
19. Mengurangi ketombe pada kepala.
20. Mengatasi kutu air.

Dan sharing dari teman-teman, caranya penggunaannya mudah loooh, tinggal dikupas kulitnya, gunakan isinya untuk kebutuhan di atas. Misalnya untuk rambut, silakan dioleskan ke kepala satu jam sebelum keramas.

Dan satu lagi, sharing dari Mbak Vita, teman saya di milis balita-anda, lidah buaya bagus juga untuk dikonsumsi, karena baik untuk pencernaan. Saya pikir perlu pengolahan khusus, ternyata kata teman saya di balita-anda, tiap pagi dan malam, 2 batang lidah buaya dikerok + 2 sendok teh madu, diaduk lalu diminum. Pilih lidah buayanya yang berbintik, karena kalau yang tua biasanya rasanya pahit/getir. Yang berbintik tidak ada rasa, sehingga terasa madu saja.

Nah, menarik untuk dicoba kan? Yukk :-)






Cara Mudah Memanfaatkan Mengkudu

Di taman saya yang sepetak, sering tumbuh sendiri pohon mengkudu. Karena sayang, saya pelihara, sampai akhirnya saya sekarang punya 4 pohon mengkudu. Tapi selama ini belum saya apa-apakan, walaupun sudah pernah dengar bahwa mengkudu baik untuk kesehatan.

Dan ternyata, memang mengkudu ini tanaman liar khas Indonesia yang mudah tumbuh di mana saja. Pantesan di taman saya gampang sekali tumbuh :-)


Copy paste dari http://www.kesehatan123.com/2466/manfaat-buah-mengkudu-untuk-kesehatan/
ternyata banyak ya manfaat buah mengkudu :
  • Mengkudu dapat menjadi zat pencegah kanker dan tumor.
  • Mengkudu dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh.
  • Mengkudu bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  • Mengkudu dapat menjadi zat anti alergi dan anti radang.
  • Mengkudu dapat membantu menormalkan tekanan darah.
  • Mengkudu dapat membantu memperlancar siklus energi dalam tubuh.
  • Mengkudu dapat menjadi anti bakteri.
  • Mengkudu dapat membantu mengatur mood (siklus suasana hati).
Dan banyak lagi link lain yang menjelaskan tentang mengkudu :

http://rumahkanker.com/pengobatan/alternatif/75-mengenal-manfaat-mengkudu-untuk-kanker
http://takunik.blogspot.com/2012/01/kekuatan-khas-manfaat-mengkudu.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Mengkudu

Jadi teringat ada dokter kesehatan islami yang pernah mengatakan bahwa obat penyakit itu biasanya Allah  ciptakan mudah diperoleh. 

Pertanyaannya, bagaimana cara mengkonsumsinya?
Saya sendiri belum pernah coba, tapi info dari Mbak Vita, teman saya di milis balita-anda, ternyata gampang aja dan menyenangkan sepertinya, yaitu buah yang kecil-kecil direbus untuk dijadikan lalapan. Dan tidak hanya buahnya, daunnya juga bisa direbus dan dibuat lalapan.

Wah, bagus ni, tanamannya segar, dan diproses hanya sebentar dengan direbus (mmm sebentar ngga yah, hehe), sumber enzim seperti kata Hiromi dong :-)

Tertarik untuk mencoba?  Yukkk :-)

Wednesday, April 25, 2012

Tanam Pohon, Kenali Pohonnya..


Sekarang sedang marak program penanaman pohon.

Tentunya hal ini sangat positif. Menambah paru-paru untuk bumi, go green, meningkatkan penyerapan air, membuat sejuk, dan banyak lagi manfaat lainnya.

Tapi, di sisi lain, seperti yang sudah sering dikritik juga, seringkali programnya kurang menyeluruh. Setelah pohon ditanam, dibiarkan begitu saja.

Akhirnya ada program tanam dan pelihara pohon. Sudah jauh lebih baik :-)

Namun, ada satu lagi yang perlu diperhatikan yaitu cara penanaman pohonnya itu sendiri, yang perlu disesuaikan dengan jenis pohonnya.

Pohon yang nantinya akan menjadi besar, seharusnya ditanam berjarak cukup jauh, agar tidak saling tumpang tindih nantinya, baik batang dan ranting maupun akarnya.

Seperti yang barusan saya lihat di sebuah taman kota. Ada sepetak tanah yang diisi dengan sekelompok tanaman. Sayangnya saya kurang tahu nama tanaman ini. Daunnya kecil-kecil, daun yang muda berwarna merah-jingga. Saya pernah melihat, tanaman ini jika sudah besar, tingginya bisa mencapai 2-3 meter. Dan luasan rimbun daunnya bisa sekitar 4 m2.

Di sepetak taman kota tadi, tanaman ini ditanam berjarak sekitar 20 cm saja antar tanaman. Jadi di sepetak taman seluas kira-kira 10m2 itu, kemungkinan ada 50-an tanaman. Jadi perlakuannya seperti pada tanaman-tanaman kecil.

Hehehe, ngga kebayang nanti bagaimana bentuknya taman itu kalau tanaman ini makin besar.

Apa tidak ada riset dulu sebelum dilakukan penanaman ya? Kata 'riset' mungkin terlalu kompleks. Di sini yang diperlukan cukup pengumpulan data dan pengecekan saja.

Saya akan terus mengamati petak taman itu. Mudah-mudahan saja saya salah, mungkin yang ditanam memang tanaman kecil, yang bentuknya mirip dengan pohon yang saya perkirakan tadi :-)

Sunday, April 22, 2012

Pohon Kurma di Pot

Setelah sekitar 6 bulan lebih, pohon kurma saya sudah cukup tinggi, sekitar 40 cm, alhamdulillah :-)

Sebenarnya masih jauh dari target yang waktu itu ditetapkan, yaitu tahun ini sudah bisa berbuka puasa dengan kurma dari kebun sendiri. Berarti penetapan targetnya yang kurang realistis yaa..

Selain pohon kurma, ada beberapa pohon "besar" yang ada di pot di rumah saya, yaitu mengkudu, salam, karet, delima, jambu klutuk, jambu air, nangka :-)
Beberapa sudah cukup besar, tingginya sampai 1 meter lebih :-)
Dan khusus untuk pohon karet, ada pengawas khusus, yaitu anak saya yang paling besar, karena pohon ini dulu dia yang bawa, kenang-kenangan dari Taman Buah Mekarsari.

Sepertinya saya perlu beli tanah ya, supaya pohon-pohon itu bisa tumbuh leluasa. Anak saya sang juragan karet menargetkan, tahun ini harus sudah beli tanah, hehehe, aamiin, mudah-mudahan terwujud.

Monday, January 30, 2012

Botol Air Mineral Bekas : Alat Penyiram

Minggu lalu saya mendapat ide bagus untuk pemanfaatan botol air mineral bekas. Supaya kalimatnya ngga kepanjangan, saya singkat jadi BAMB ya :-)

Ide ini datang dari anak saya nomer dua, yang memang senang berkreasi, yaitu jadi alat penyiram tanaman :-)

Selama ini saya sudah pakai BAMB untuk menyiram tanaman di kantor dan di dalam rumah. Tapi penggunaannya kurang keren, BAMB cuma saya isi air, lalu untuk menyiram tutupnya saya buka, dan airpun dituangkan ke pot. Biasa banget :-D Plus airnya sering kebanyakan, jadi tergenang di bawah pot :-D

Nah, ide anak saya ini sebenarnya berawal dari kesenangan dia main air dan main semprot-semprotan air. Jadi dia buat lubang-lubang di tutup BAMB dengan menggunakan paku payung, isikan air ke BAMB, lalu botol BAMB ditekan, airnya pun tersemprot keluar.

Lalu entah dengan alasan apa, dia berikan BAMB hasil karyanya itu ke saya, lalu saya jadikan alat siram :-) Enak banget sekarang, menyiram tinggal tekan BAMB, air keluar secukupnya, tidak sampai menggenang.

Saya coba buat satu lagi untuk penyiram tanaman di kantor, tapi saya kurang cerdas. Lubangnya terlalu banyak :-) Hasilnya, belum ditekan, airnya sudah keluar :-D
Saya buat sekitar 15 lubang. Kata anak saya, "Yah, Mama, banyak banget kalau 15 mah, 5 aja udah cukup :-)"

Sebagai ringkasan, berikut langkah pembuatan Alat Penyiram dari Botol Air Mineral Bekas (BAMB) :

1. Bersihkan BAMB
2. Lubangi tutup BAMB dengan paku payung (5 lubang dulu, jika dirasa kurang, tinggal ditambah)

Penggunaan ketika akan menyiram :

1. Isi BAMB dengan air
2. Tekan BAMB (seperti akan mencengkeram BAMB tersebut)
3. Air pun akan tersiram keluar melalui lubang-lubang pada tutup BAMB

Demikian sharing hari ini, semoga bermanfaat :-)

Tuesday, September 20, 2011

New Green 5R

Copy paste dari milis akuinginhijau. Semoga bermanfaat :-)
Mana yang sudah Anda mulai? Mudah-mudahan semua sudah yaa :-)

==

5R ini disadur dari artikel "Ten Tips for a Zero-Waste Household"

1. Refuse: tolak barang yang tidak dibutuhkan seperti brosur-brosur
dan barang-barang marketing gratisan lainnya.

2. Reduce: rapikan rumah anda dan sumbangkan barang yang sudah tidak
anda pakai, jangan disimpan di dalam gudang terus. Barang anda bisa
menjadi emas bagi orang lain yang membutuhkannya. Selain itu, selalu
gunakan daftar belanja sehingga anda tidak membeli barang yang tidak
anda butuhkan.

3. Reuse: ganti barang sekali pakai dengan yang bisa dipakai
berulang-kali seperti tissue diganti sapu tangan, popok kain, yang
selain hijau juga hemat. Pakai juga kantong/tas belanja agar tidak
menggunakan kantong plastik kresek.

4. Recycle: cari tahu tempat-tempat daur ulang yang ada, dan kalau
anda menemukannya, share dengan dengan teman-teman lain. Selain itu,
sebisa mungkin membeli barang secondhand yang seringkali masih dengan
kondisi baik. Hindari membeli barang berbahan dasar plastik karena
plastik akhirnya akan terbuang dan memenuhi tempat pembuangan sampah
serta laut.

5. Rot: coba ikutan membuat kompos dari sisa makanan anda, jangan lupa
beli bibit tanaman agar alhasil anda bisa menghasilkan sendiri bahan
makanan dari sisa makan anda. Kalau ada sudah coba makan dari tanaman
sendiri, masak apa pun rasanya mak nyus dan bangga.

Friday, September 16, 2011

Buncis dan Mangga

Ada dua perkembangan seru di kebun saya.

Pertama, buncis yang sudah sekitar 3 bulanan ditanam, akhirnya mulai berbuah, imuuuut, sebesar setengah tusuk gigi, hehehe..

Agak repot juga punya tanaman buncis ini, karena ternyata dia harus merambat. Sementara sekarang saya rambatkan ke kaki meja ulir yang ada di taman. Sayangnya, ada beberapa bagian yang jadi kering.

Kedua, mangga apel yang bijinya saya tanam dari buah pohon Tante saya, sudah tumbuh! Masih kecil dengan 4 helai daun muda, dan masih di pot kecil. Rencana dalam waktu dekat, belanja pot, hehehe..

Yang lain, kurma masih 2-3 daun, cabe dan paprika belum ada perkembangan, pohon buah masih membesar : nanas, nangka, delima, mengkudu, jambu air, jambu klutuk.

Oya satu zodia saya yang selama ini setia mendampingi di kantor, setelah seminggu ditinggal cuti, jadi kering kerontang, hiks hiks.. Akhirnya daun-daunnya saya potong semua, dan sekarang tinggal batang. Mudah-mudahan hidup lagi.

Saya juga punya melati yang selama ini tidak mau berbunga. Saya baru baca bahwa Ustadzah Yoyoh Yusroh pernah mendoakan pohon melati untuk berbunga dengan mengajak bicara, "Assalamu'alaikum melati, kamu berbunga yang banyak ya." Dan benar berbunga banyak. Saya barusan mencoba, mudah-mudahan sukses :-)

Satu lagi, dari RT, di depan rumah ada pohon yang katanya namanya pohon bunut, daunnya ternyata enak untuk dimakan sebagai lalap. Kata si mbak, saya sendiri belum coba :-)

Demikian kabar kebun saya, sampai jumpa di perkembangan selanjutnya :-)

Akhirnya, Panen Bayam!

Akhirnya, minggu lalu bayam saya sudah dipanen, dan kami sudah makan bayam pertama dari kebun sendiri :-)

Sayang prosesnya kurang dramatis!

Sebelumnya saya bilang ke si mbak, kalau bayam sudah cukup umur untuk dipanen, dipanen saja.

Dalam pikiran saya ketika akan memanen dia akan info ke saya.

Ternyata dua hari yang lalu saya iseng-iseng tanya bagaimana kabar bayam saya, kata si mbak, "Tuh udah 3 kali saya masak bayam dari kebun."

Waaa, jadi tidak ada upacara panen pertama, makan bayam pertama, foto narsis panen bayam, hehehe..

Kata si mbak, "Lah ibu, biasa aja lagi."

Hehe, buat dia yang punya kebun di kampung, memang biasa aja ya. Tapi buat saya, itu kejadian yang fenomenal, hehehe..

Sekarang masih ada bayam-bayam yang menunggu besar, enak juga punya kebun, mau masak tinggal petik.

Ada yang mau coba? :-)
Yuuuuk, gampang kook..

Monday, August 1, 2011

Dan Sang Kurma Pun Tumbuh (Plus Update Lainnya)

Minggu ini saya senang sekali, karena kurma yang saya tanam bijinya beberapa minggu lalu, akhirnya tumbuh! Saya agak terkejut juga, karena walaupun saya tanam, saya tidak yakin kurma itu akan tumbh, karena saya pikir kurma hanya mau tumbuh di Arab saja. Apa mungkin cuaca di Indonesia sudah mirip juga dengan Arab ya? Hehehe..

Dari sekitar 30-an biji kurma yang saya tanam, ada sekitar 10 yang tumbuh. Ada 5 di pot di kantor, dan sekitar 5 juga di rumah. Minggu depan mulai harus dipindah ke pot lain, karena beberapa masih “nebeng” di pot tanaman lainnya. Sudah pernah lihat pohon kurma? Mirip-mirip kelapa, tapi agak lebih pendek dan lebih rimbun. Kalau tunasnya, warnanya hijau muda, dengan daun mirip-mirip rumput. Mudah-mudahan di Ramadhan tahun depan, kurma saya sudah berbuah yaa.. Jadi tidak perlu beli lagi kurma Tunisia kesukaan saya di supermarket.

Kabar berikutnya, bayam yang sebatang mulai makin tinggi, tapi rasanya agak kurang cepat tumbuhnya, sudah sekitar 1 bulan masih mungil juga.

Kabar lain yang cukup fenomenal, kebun bawah saya yang selama ini rimbun dengan pohon belimbing dan tidak terkena cahaya matahari, akhirnya saya reformasi. Cabang-cabang belimbing wuluh yang terlalu menutupi pohon lain saya minta untuk dipotong, sehingga pohon kamboja dan pohon palem bisa tumbuh dengan leluasa. Dampak positifnya, kebun saya yang secuplik jadi terkena cahaya matahari. Nah, di kebun itu, saya coba tanam bayam dan sawi. Bayam sudah muncul tunas kecil-kecil. Yippppi.. Sawi beberapa tumbuh, yang lainnya masih bersembunyi.

Delima, yang saya minta kirim nun dari Malang sana, sudah bermunculan daun-daun barunya, semoga sebentar lagi berbuah. Serai wangi yang saya dapat dari Tante, sudah bermunculan juga daun baru.

Satu lagi yang fenomenal, buncis saya mulai berbunga, mudah-mudahan berganti jadi buah. Kata si mbak, tidak semua berbunga lalu berbuah, ada juga yang berbunga saja.

Cabe, sudah ada tanda-tanda akan berbuah.

Sementara demikian laporan bulan ini, sampai jumpa di laporan selanjutnya yaa.. :-)

Friday, July 15, 2011

Anggota Baru Kebunku

Sudah lama saya tidak mengabarkan kisah kebun saya yaaa..

Dalam beberapa minggu terakhir sudah banyak "warga" baru di kebun saya..

Pertama, pohon delima. Pohon delima ini khusus saya beli via email dari penjual pohon di Malang, hehehe jauh juga ya perjalanannya. Kabarnya delima baik untuk kesehatan.

Tadinya saya pikir delima ini akan datang dengan pot dan daun rimbun. Ternyata oh ternyata, ia datang dalam kardus sempit, dengan daun yang sudah dipotong hampir habis, plus akar yang hampir tanpa tanah. Mungkin memang begitu metode pengiriman pohon jarak jauh yang efektif ya.

Sekarang delima sudah tertanam di pot, mudah-mudahan tumbuh subur.

Kedua, ada satu bayam yang tumbuuuuuh :-)
Dan entah kenapa, malah ada di pot yang bukan saya buat untuk tunas-tunas bayamnya. Tunas-tunas bayam justru masih tetap imut-imut. Yang jelas, akhirnya saya berhasil menanam bayam :-)

Ketiga, buanyak "kepala" nanas :-)
Saya sering beli nanas organik, kabarnya "kepala"-nya bisa ditanam. Walhasil, kebun saya ramai dengan para "kepala" nanas :-)

Keempat, serai wangi
Salah satu pohon anti nyamuk yang saya cita-citakan, akhirnya saya dapat dari Tante saya :-)

Kelima, mangga apel
Tante saya punya banyak tabulampot, salah satunya mangga apel. Dari buah mangga apel yang diberikan Tante saya, saya coba tanam bijinya, mudah-mudahan tumbuh :-)

Keenam, kurma, wkwkwkwk..
Menjelang Ramadhan, mulai banyak yang jual kurma. Setelah dimakan, penasaran kira-kira kalau bijinya ditanam, tumbuh atau tidak yaa.. Akhirnya saya tanam, mungkin ada sekitar 30 an biji kurma saya tanam, wkwkwk..

Ketujuh, pohon jeruk oranye
Dari biji jeruk oranye (entah jenis jeruk apa hehe..), yang saya tanam, tunasnya sudah mulai muncul.

Kedelapan, pohon jeruk nipis
Dibawa anak saya dari kunjungan ke salah satu wisata agro :-)

Demikian kabar kebun saya, nanti saya info lagi jika ada perkembangan baru yaa.. :-)

Thursday, June 2, 2011

Mulai Tanam Sayur Lagi

Setelah gagal menanam bayam dan sawi yang tak kunjung muncul, minggu ini saya baca di majalah Trubus tentang urban farming.

Wah, keren banget ternyata ya para urban farmer itu. Mereka memang benar-benar serius, dan akhirnya benar-benar berhasil.

Akhirnya, saya tergerak untuk mencoba lagi menanam sang sawi dan bayam. Kali ini di pot yang lebih besar, dengan benih yang lebih banyak, dan saya letakkan di tempat yang agak tertutup, yang kemarin dipakai oleh calon paprika dan cabai, yang sekarang sudah mulai tinggi.

Sepertinya nanti saya akan berikan juga pupuk organic yang sudah saya beli.
Satu lagi mimpi saya, ingin membuat veggie rack, rak pot untuk menanam sayur. Next project, hehe..

Sunday, May 29, 2011

Kabar Rumah Hijauku

Mohon maaf saya baru sempat mengabarkan lagi tentang berbagai aktivitas hijau saya :-)

Berikut saya infokan dalam satu tulisan yaa..

Pertama, tentang pengelolaan air.
Akhirnya di rumah saya sudah ada penampungan air hujan. Sesuai saran dari teman-teman milis Greenlifestyle, Pak Nur, tukang langganan saya berhasil membuatnya. Dia menggunakan tong besar biru yang bertutup putih, dengan keran di bawah, lubang plus filter di atas, pipa pengeluaran, dan pemasukan air hujan dari talang.

Minggu lalu saya sudah mulai panen air hujannya, dan menggunakannya untuk menyiram tanaman :-)

Satu hal yang terpikir adalah tentang jentik nyamuk, yang saya khawatirkan akan tertarik untuk berkembang-biak di tangki itu. Berdasarkan masukan di milis lagi, ada saran di web Pak Sobirin, agar memasukkan ikan ke tangki. Saya belum coba :-)

Selain itu saya juga sedang membuat lubang biopori dan sumur resapan ;-) Lubang biopori tadinya akan saya buat di selokan, tetapi saya pikir-pikir lagi, di bawah selokan itu sepertinya ada pipa PAM, bisa merusak pipa PAM nanti. Akhirnya saya buat di paving depan. Sumur resapan dibuat di paving belakang. Dan di atasnya nanti akan saya buat kebun kecil untuk sayuran dan bumbu dapur si Mbak :-) Kedua proyek ini sedang dikerjakan oleh Pak Nur :-)

Kedua, tentang tanaman anti nyamuk.
Ternyata rosemary tidak kuat di udara Jakarta. Dari 9 pohon, 8 pohon kering kerontang karena saya salah meletakkan dan sempat lupa menyiram. 1 yang berhasil selamat adalah yang saya letakkan di bawah zodia dan rutin tersiram bersama zodia dan terkena hujan.
Lavender, justru berhasil hidup tenang, juga di bawah zodia :-)

Ketiga, tentang pengelolaan sampah.
Takakura saya sementara istirahat dulu dari penambahan sampah. Terjadi bau yang cukup heboh, plus ada binatang-binatang kecil beterbangan. Setelah dikonsultasikan dengan Pak Primadia, ternyata penyebabnya adalah sampah yang terlalu basah atau tidak langsung dikomposkan sehingga sempat terpapar dengan binatang.
Untuk sampah yang terlalu basah akhirnya dicampur dengan daun kering. Dan saya usahakan agar sampah langsung masuk ke takakura.
Sepertinya saya akan beli pencacah, supaya tidak repot mencacah ;-)
Dan saya sepertinya akan beli takakura lagi. Satu untuk di kantor, satu tambahan untuk di rumah, karena sepertinya sampah organik saya agar overdosis :-)

Keempat, info lain, saya sekarang punya anggrek :-) Saya pernah punya, tapi tewas dengan sukses. Ternyata saya salah, anggrek itu seharusnya jangan diletakkan di lantai, tetapi digantung, dengan media pakis dan arang. Akhirnya sekarang saya ikuti nasihat itu. Dan di tangga ke jemuran, bergantunglah satu anggrek mungil :-)

Kelima, kebun sayur dan buah.
Buncis sudah mulai merambat-rambat di berbagai pohon tinggi. Paprika dan cabe sudah mulai tumbuh ramai. Sawi dan bayam masih belum ada tanda-tanda kehidupan. Jahe, kunyit, dan kencur sudah mulai berdaun. Kacang merah sudah tumbuh satu, yang satu daunnya dimakan tikus. Jeruk oranye sudah mulai tumbuh keciiiil. Jeruk nipis masih belum terlihat.

Keenam, di blog Ibu Christine, saya lihat ada kreasi pembuatan tas dari koran yang dianyam! Wah, ini yang saya cari-cari. Saya mau coba ah.. Dan kira-kira apa bisa diterapkan untuk kemasan tetrapak ya? Karena saya belum menemukan tempat yang mau menerima kemasan tetrapak saya lagi..

Demikian kabar rumah hijauku, semoga bisa menjadi inspirasi ;-)

Tuesday, May 10, 2011

Warga Baru : Rosemary dan Lavender

Malam ini malam yang menggembirakan :-)

Dua hari lalu, seperti saya ceritakan di tulisan ini, saya pesan rosemary dan lavender ke sebuah toko nursery dari iklan baris di internet.

Pagi tadi sang empunya toko menginformasikan bahwa rosemary dan lavender saya sudah dikirim, dan diperkirakan besok sampai.

Ternyata, kejutan!

Malam ini dia sudah datang!

Perjalanannya cukup panjang, kalau tidak salah dari Jawa Timur.

Tapi mereka kelihatan baik-baik saja.

Saya pikir mereka akan datang dalam kondisi tegak, ternyata posisi pengantarannya adalah ditidurkan.

Beberapa daun agak terlipat dan melengkung, mudah-mudahan tidak apa-apa.

Sesuai pesan dari nursery, saya tambahkan media, karena media dikurangi supaya kiriman tidak terlalu berat.

Setelah itu semua saya siram :-)

Sementara semua masih dalam polybag, karena saya belum beli potnya :-D Rencananya Sabtu nanti saya akan mulai acara pemindahan ke pot :-)

Sekarang saya sedang berpikir, akan ditempatkan di mana ya? Rosemary dan lavender sama-sama suka tempat teduh, tidak boleh kena matahari langsung. Mungkin di bawah pohon pinang dekat zodia 3 rosemary 1 lavender, di atas dekat sri rejeki 3 rosemary 1 lavender, 1 di teras, 2 di dalam ruangan :-)

Selamat datang rosemary dan lavender, semoga kalian tumbuh subur dan berhasil mengusir para nyamuk ya :-)

Sunday, May 8, 2011

Teman Baru si Zodia

Selama ini saya punya satu jenis tanaman anti nyamuk yaitu Zodia, yang pernah saya bahas tentang perkembangbiakannya di tulisan ini.

Saya pernah dengar juga tentang tanaman-tanaman lain yang juga bisa mengusir nyamuk yaitu lavender, tapi selama ini belum tertarik untuk mencoba menanam.

Sampai minggu lalu ada diskusi di milis greenlifestyle tentang obat nyamuk, dan di sana ada yang menginformasikan lagi tentang aneka tanaman anti nyamuk.

Ternyata ada buanyak sekali tanaman anti nyamuk. Ada serai wangi, lavender, rosemary, dan ada sekitar 5 tanaman lagi. Nanti saya infokan link-nya ya.

Dan dari diskusi itupun dibahas, bahwa zodia akan lebih efektif dan keluar baunya jika dibasahi dengan air atau terkena angin sehingga daunnya saling bersentuhan. Maka sekarang saya pindahkan zodia saya ke dekat pintu yang sering terlewati angin.

Dan, saya coba browsing, ternyata ada yang jual bibit rosemary dan lavender untuk dikirimkan! Wah langsung saya pesan, kabarnya 3 hari lagi datang :-) Seruuu..

Dan untuk zodia, akhirnya saya ketemu juga cara pengepakannya. Ada dua pilihan. Satu nursery menggunakan cara pohon dilepaskan dari tanah dan akarnya dibersihkan. Satu lagi dengan media, dibantu lakban dan selongsong kardus agar tanaman tetap tegak dan tidak berubah posisi.

Sepertinya saya akan pilih cara pengiriman dengan media. Bagaimana, ada yang mau jadi pemesan pertama :-)

Sementara itu dulu infonya. Nanti saya kabari lagi perkembangan tanaman anti nyamuk saya ya..