Tadinya, saya berencana menjadikan taman depan sebagai tempat pesemaian bibit pohon, untuk kemudian dipindahkan ke pot atau ke tempat lain.
Setelah dicoba, taman depan saya jadi tidak karuan bentuknya :-D Silakan dibayangkan, inilah pohon yang ada di taman sepetak sekitar 2 x 2 m2: 2 pohon belimbing wuluh dan 1 pohon kamboja masing-masing setinggi 3-4m., lalu 2 pohon jambu air dan 1 pohon nangka yang sudah setinggi 1m, kemudian 2 pohon mengkudu setinggi 50cm. Hehehe, penuh banget kaaaan?
Sepertinya ada yang salah dengan rencana saya, seharusnya pesemaiannya jangan terlalu lama, jangan sampai pohonnya menjadi terlalu besar :-) Kalau 2 belimbing wuluh dan 1 kamboja memang sudah direncanakan tempatnya di taman itu, jadi letaknya sudah di pinggir. Yang lain, nah ini dia, lokasinya agak berantakan, jadi sepertinya akan dikembalikan ke pot :-)
Nah, rencana untuk tamannya, minggu lalu ada pembahasan dengan Kang Rahman (KR) di milis balita-anda, dia menyarankan untuk menanam sayuran. Saya sebenarnya sudah pernah menanam bayam, dan berhasil sukses, tapi berhenti :-) Sepertinya akan saya lanjutkan lagi.. Sawi pernah dicoba, tapi kurang sukses :-D
Saran KR, ngga usah yang ribet-ribet, yang sering dipakai saja, seperti daun bawang dan seledri. Sepertinya menarik yaa.. Yang saya belum tahu, kalau mau tanam daun bawang dan seledri itu, langsung dari daun bawang dan seledri dari pasar, atau perlu beli bibit ya? Maaf kalau pertanyaannya super duper basic :-)
Saya akan kabari lagi perkembangannya yaa :-)
Showing posts with label tanam sayur. Show all posts
Showing posts with label tanam sayur. Show all posts
Sunday, May 13, 2012
Tuesday, September 20, 2011
New Green 5R
Copy paste dari milis akuinginhijau. Semoga bermanfaat :-)
Mana yang sudah Anda mulai? Mudah-mudahan semua sudah yaa :-)
==
5R ini disadur dari artikel "Ten Tips for a Zero-Waste Household"
1. Refuse: tolak barang yang tidak dibutuhkan seperti brosur-brosur
dan barang-barang marketing gratisan lainnya.
2. Reduce: rapikan rumah anda dan sumbangkan barang yang sudah tidak
anda pakai, jangan disimpan di dalam gudang terus. Barang anda bisa
menjadi emas bagi orang lain yang membutuhkannya. Selain itu, selalu
gunakan daftar belanja sehingga anda tidak membeli barang yang tidak
anda butuhkan.
3. Reuse: ganti barang sekali pakai dengan yang bisa dipakai
berulang-kali seperti tissue diganti sapu tangan, popok kain, yang
selain hijau juga hemat. Pakai juga kantong/tas belanja agar tidak
menggunakan kantong plastik kresek.
4. Recycle: cari tahu tempat-tempat daur ulang yang ada, dan kalau
anda menemukannya, share dengan dengan teman-teman lain. Selain itu,
sebisa mungkin membeli barang secondhand yang seringkali masih dengan
kondisi baik. Hindari membeli barang berbahan dasar plastik karena
plastik akhirnya akan terbuang dan memenuhi tempat pembuangan sampah
serta laut.
5. Rot: coba ikutan membuat kompos dari sisa makanan anda, jangan lupa
beli bibit tanaman agar alhasil anda bisa menghasilkan sendiri bahan
makanan dari sisa makan anda. Kalau ada sudah coba makan dari tanaman
sendiri, masak apa pun rasanya mak nyus dan bangga.
Mana yang sudah Anda mulai? Mudah-mudahan semua sudah yaa :-)
==
5R ini disadur dari artikel "Ten Tips for a Zero-Waste Household"
1. Refuse: tolak barang yang tidak dibutuhkan seperti brosur-brosur
dan barang-barang marketing gratisan lainnya.
2. Reduce: rapikan rumah anda dan sumbangkan barang yang sudah tidak
anda pakai, jangan disimpan di dalam gudang terus. Barang anda bisa
menjadi emas bagi orang lain yang membutuhkannya. Selain itu, selalu
gunakan daftar belanja sehingga anda tidak membeli barang yang tidak
anda butuhkan.
3. Reuse: ganti barang sekali pakai dengan yang bisa dipakai
berulang-kali seperti tissue diganti sapu tangan, popok kain, yang
selain hijau juga hemat. Pakai juga kantong/tas belanja agar tidak
menggunakan kantong plastik kresek.
4. Recycle: cari tahu tempat-tempat daur ulang yang ada, dan kalau
anda menemukannya, share dengan dengan teman-teman lain. Selain itu,
sebisa mungkin membeli barang secondhand yang seringkali masih dengan
kondisi baik. Hindari membeli barang berbahan dasar plastik karena
plastik akhirnya akan terbuang dan memenuhi tempat pembuangan sampah
serta laut.
5. Rot: coba ikutan membuat kompos dari sisa makanan anda, jangan lupa
beli bibit tanaman agar alhasil anda bisa menghasilkan sendiri bahan
makanan dari sisa makan anda. Kalau ada sudah coba makan dari tanaman
sendiri, masak apa pun rasanya mak nyus dan bangga.
Labels:
berkebun,
go green,
olah sampah,
tanam sayur
Friday, September 16, 2011
Buncis dan Mangga
Ada dua perkembangan seru di kebun saya.
Pertama, buncis yang sudah sekitar 3 bulanan ditanam, akhirnya mulai berbuah, imuuuut, sebesar setengah tusuk gigi, hehehe..
Agak repot juga punya tanaman buncis ini, karena ternyata dia harus merambat. Sementara sekarang saya rambatkan ke kaki meja ulir yang ada di taman. Sayangnya, ada beberapa bagian yang jadi kering.
Kedua, mangga apel yang bijinya saya tanam dari buah pohon Tante saya, sudah tumbuh! Masih kecil dengan 4 helai daun muda, dan masih di pot kecil. Rencana dalam waktu dekat, belanja pot, hehehe..
Yang lain, kurma masih 2-3 daun, cabe dan paprika belum ada perkembangan, pohon buah masih membesar : nanas, nangka, delima, mengkudu, jambu air, jambu klutuk.
Oya satu zodia saya yang selama ini setia mendampingi di kantor, setelah seminggu ditinggal cuti, jadi kering kerontang, hiks hiks.. Akhirnya daun-daunnya saya potong semua, dan sekarang tinggal batang. Mudah-mudahan hidup lagi.
Saya juga punya melati yang selama ini tidak mau berbunga. Saya baru baca bahwa Ustadzah Yoyoh Yusroh pernah mendoakan pohon melati untuk berbunga dengan mengajak bicara, "Assalamu'alaikum melati, kamu berbunga yang banyak ya." Dan benar berbunga banyak. Saya barusan mencoba, mudah-mudahan sukses :-)
Satu lagi, dari RT, di depan rumah ada pohon yang katanya namanya pohon bunut, daunnya ternyata enak untuk dimakan sebagai lalap. Kata si mbak, saya sendiri belum coba :-)
Demikian kabar kebun saya, sampai jumpa di perkembangan selanjutnya :-)
Pertama, buncis yang sudah sekitar 3 bulanan ditanam, akhirnya mulai berbuah, imuuuut, sebesar setengah tusuk gigi, hehehe..
Agak repot juga punya tanaman buncis ini, karena ternyata dia harus merambat. Sementara sekarang saya rambatkan ke kaki meja ulir yang ada di taman. Sayangnya, ada beberapa bagian yang jadi kering.
Kedua, mangga apel yang bijinya saya tanam dari buah pohon Tante saya, sudah tumbuh! Masih kecil dengan 4 helai daun muda, dan masih di pot kecil. Rencana dalam waktu dekat, belanja pot, hehehe..
Yang lain, kurma masih 2-3 daun, cabe dan paprika belum ada perkembangan, pohon buah masih membesar : nanas, nangka, delima, mengkudu, jambu air, jambu klutuk.
Oya satu zodia saya yang selama ini setia mendampingi di kantor, setelah seminggu ditinggal cuti, jadi kering kerontang, hiks hiks.. Akhirnya daun-daunnya saya potong semua, dan sekarang tinggal batang. Mudah-mudahan hidup lagi.
Saya juga punya melati yang selama ini tidak mau berbunga. Saya baru baca bahwa Ustadzah Yoyoh Yusroh pernah mendoakan pohon melati untuk berbunga dengan mengajak bicara, "Assalamu'alaikum melati, kamu berbunga yang banyak ya." Dan benar berbunga banyak. Saya barusan mencoba, mudah-mudahan sukses :-)
Satu lagi, dari RT, di depan rumah ada pohon yang katanya namanya pohon bunut, daunnya ternyata enak untuk dimakan sebagai lalap. Kata si mbak, saya sendiri belum coba :-)
Demikian kabar kebun saya, sampai jumpa di perkembangan selanjutnya :-)
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Akhirnya, Panen Bayam!
Akhirnya, minggu lalu bayam saya sudah dipanen, dan kami sudah makan bayam pertama dari kebun sendiri :-)
Sayang prosesnya kurang dramatis!
Sebelumnya saya bilang ke si mbak, kalau bayam sudah cukup umur untuk dipanen, dipanen saja.
Dalam pikiran saya ketika akan memanen dia akan info ke saya.
Ternyata dua hari yang lalu saya iseng-iseng tanya bagaimana kabar bayam saya, kata si mbak, "Tuh udah 3 kali saya masak bayam dari kebun."
Waaa, jadi tidak ada upacara panen pertama, makan bayam pertama, foto narsis panen bayam, hehehe..
Kata si mbak, "Lah ibu, biasa aja lagi."
Hehe, buat dia yang punya kebun di kampung, memang biasa aja ya. Tapi buat saya, itu kejadian yang fenomenal, hehehe..
Sekarang masih ada bayam-bayam yang menunggu besar, enak juga punya kebun, mau masak tinggal petik.
Ada yang mau coba? :-)
Yuuuuk, gampang kook..
Sayang prosesnya kurang dramatis!
Sebelumnya saya bilang ke si mbak, kalau bayam sudah cukup umur untuk dipanen, dipanen saja.
Dalam pikiran saya ketika akan memanen dia akan info ke saya.
Ternyata dua hari yang lalu saya iseng-iseng tanya bagaimana kabar bayam saya, kata si mbak, "Tuh udah 3 kali saya masak bayam dari kebun."
Waaa, jadi tidak ada upacara panen pertama, makan bayam pertama, foto narsis panen bayam, hehehe..
Kata si mbak, "Lah ibu, biasa aja lagi."
Hehe, buat dia yang punya kebun di kampung, memang biasa aja ya. Tapi buat saya, itu kejadian yang fenomenal, hehehe..
Sekarang masih ada bayam-bayam yang menunggu besar, enak juga punya kebun, mau masak tinggal petik.
Ada yang mau coba? :-)
Yuuuuk, gampang kook..
Labels:
berkebun,
hidup sehat alami,
sayur dan buah,
tanam sayur
Monday, August 1, 2011
Dan Sang Kurma Pun Tumbuh (Plus Update Lainnya)
Minggu ini saya senang sekali, karena kurma yang saya tanam bijinya beberapa minggu lalu, akhirnya tumbuh! Saya agak terkejut juga, karena walaupun saya tanam, saya tidak yakin kurma itu akan tumbh, karena saya pikir kurma hanya mau tumbuh di Arab saja. Apa mungkin cuaca di Indonesia sudah mirip juga dengan Arab ya? Hehehe..
Dari sekitar 30-an biji kurma yang saya tanam, ada sekitar 10 yang tumbuh. Ada 5 di pot di kantor, dan sekitar 5 juga di rumah. Minggu depan mulai harus dipindah ke pot lain, karena beberapa masih “nebeng” di pot tanaman lainnya. Sudah pernah lihat pohon kurma? Mirip-mirip kelapa, tapi agak lebih pendek dan lebih rimbun. Kalau tunasnya, warnanya hijau muda, dengan daun mirip-mirip rumput. Mudah-mudahan di Ramadhan tahun depan, kurma saya sudah berbuah yaa.. Jadi tidak perlu beli lagi kurma Tunisia kesukaan saya di supermarket.
Kabar berikutnya, bayam yang sebatang mulai makin tinggi, tapi rasanya agak kurang cepat tumbuhnya, sudah sekitar 1 bulan masih mungil juga.
Kabar lain yang cukup fenomenal, kebun bawah saya yang selama ini rimbun dengan pohon belimbing dan tidak terkena cahaya matahari, akhirnya saya reformasi. Cabang-cabang belimbing wuluh yang terlalu menutupi pohon lain saya minta untuk dipotong, sehingga pohon kamboja dan pohon palem bisa tumbuh dengan leluasa. Dampak positifnya, kebun saya yang secuplik jadi terkena cahaya matahari. Nah, di kebun itu, saya coba tanam bayam dan sawi. Bayam sudah muncul tunas kecil-kecil. Yippppi.. Sawi beberapa tumbuh, yang lainnya masih bersembunyi.
Delima, yang saya minta kirim nun dari Malang sana, sudah bermunculan daun-daun barunya, semoga sebentar lagi berbuah. Serai wangi yang saya dapat dari Tante, sudah bermunculan juga daun baru.
Satu lagi yang fenomenal, buncis saya mulai berbunga, mudah-mudahan berganti jadi buah. Kata si mbak, tidak semua berbunga lalu berbuah, ada juga yang berbunga saja.
Cabe, sudah ada tanda-tanda akan berbuah.
Sementara demikian laporan bulan ini, sampai jumpa di laporan selanjutnya yaa.. :-)
Dari sekitar 30-an biji kurma yang saya tanam, ada sekitar 10 yang tumbuh. Ada 5 di pot di kantor, dan sekitar 5 juga di rumah. Minggu depan mulai harus dipindah ke pot lain, karena beberapa masih “nebeng” di pot tanaman lainnya. Sudah pernah lihat pohon kurma? Mirip-mirip kelapa, tapi agak lebih pendek dan lebih rimbun. Kalau tunasnya, warnanya hijau muda, dengan daun mirip-mirip rumput. Mudah-mudahan di Ramadhan tahun depan, kurma saya sudah berbuah yaa.. Jadi tidak perlu beli lagi kurma Tunisia kesukaan saya di supermarket.
Kabar berikutnya, bayam yang sebatang mulai makin tinggi, tapi rasanya agak kurang cepat tumbuhnya, sudah sekitar 1 bulan masih mungil juga.
Kabar lain yang cukup fenomenal, kebun bawah saya yang selama ini rimbun dengan pohon belimbing dan tidak terkena cahaya matahari, akhirnya saya reformasi. Cabang-cabang belimbing wuluh yang terlalu menutupi pohon lain saya minta untuk dipotong, sehingga pohon kamboja dan pohon palem bisa tumbuh dengan leluasa. Dampak positifnya, kebun saya yang secuplik jadi terkena cahaya matahari. Nah, di kebun itu, saya coba tanam bayam dan sawi. Bayam sudah muncul tunas kecil-kecil. Yippppi.. Sawi beberapa tumbuh, yang lainnya masih bersembunyi.
Delima, yang saya minta kirim nun dari Malang sana, sudah bermunculan daun-daun barunya, semoga sebentar lagi berbuah. Serai wangi yang saya dapat dari Tante, sudah bermunculan juga daun baru.
Satu lagi yang fenomenal, buncis saya mulai berbunga, mudah-mudahan berganti jadi buah. Kata si mbak, tidak semua berbunga lalu berbuah, ada juga yang berbunga saja.
Cabe, sudah ada tanda-tanda akan berbuah.
Sementara demikian laporan bulan ini, sampai jumpa di laporan selanjutnya yaa.. :-)
Friday, July 15, 2011
Anggota Baru Kebunku
Sudah lama saya tidak mengabarkan kisah kebun saya yaaa..
Dalam beberapa minggu terakhir sudah banyak "warga" baru di kebun saya..
Pertama, pohon delima. Pohon delima ini khusus saya beli via email dari penjual pohon di Malang, hehehe jauh juga ya perjalanannya. Kabarnya delima baik untuk kesehatan.
Tadinya saya pikir delima ini akan datang dengan pot dan daun rimbun. Ternyata oh ternyata, ia datang dalam kardus sempit, dengan daun yang sudah dipotong hampir habis, plus akar yang hampir tanpa tanah. Mungkin memang begitu metode pengiriman pohon jarak jauh yang efektif ya.
Sekarang delima sudah tertanam di pot, mudah-mudahan tumbuh subur.
Kedua, ada satu bayam yang tumbuuuuuh :-)
Dan entah kenapa, malah ada di pot yang bukan saya buat untuk tunas-tunas bayamnya. Tunas-tunas bayam justru masih tetap imut-imut. Yang jelas, akhirnya saya berhasil menanam bayam :-)
Ketiga, buanyak "kepala" nanas :-)
Saya sering beli nanas organik, kabarnya "kepala"-nya bisa ditanam. Walhasil, kebun saya ramai dengan para "kepala" nanas :-)
Keempat, serai wangi
Salah satu pohon anti nyamuk yang saya cita-citakan, akhirnya saya dapat dari Tante saya :-)
Kelima, mangga apel
Tante saya punya banyak tabulampot, salah satunya mangga apel. Dari buah mangga apel yang diberikan Tante saya, saya coba tanam bijinya, mudah-mudahan tumbuh :-)
Keenam, kurma, wkwkwkwk..
Menjelang Ramadhan, mulai banyak yang jual kurma. Setelah dimakan, penasaran kira-kira kalau bijinya ditanam, tumbuh atau tidak yaa.. Akhirnya saya tanam, mungkin ada sekitar 30 an biji kurma saya tanam, wkwkwk..
Ketujuh, pohon jeruk oranye
Dari biji jeruk oranye (entah jenis jeruk apa hehe..), yang saya tanam, tunasnya sudah mulai muncul.
Kedelapan, pohon jeruk nipis
Dibawa anak saya dari kunjungan ke salah satu wisata agro :-)
Demikian kabar kebun saya, nanti saya info lagi jika ada perkembangan baru yaa.. :-)
Dalam beberapa minggu terakhir sudah banyak "warga" baru di kebun saya..
Pertama, pohon delima. Pohon delima ini khusus saya beli via email dari penjual pohon di Malang, hehehe jauh juga ya perjalanannya. Kabarnya delima baik untuk kesehatan.
Tadinya saya pikir delima ini akan datang dengan pot dan daun rimbun. Ternyata oh ternyata, ia datang dalam kardus sempit, dengan daun yang sudah dipotong hampir habis, plus akar yang hampir tanpa tanah. Mungkin memang begitu metode pengiriman pohon jarak jauh yang efektif ya.
Sekarang delima sudah tertanam di pot, mudah-mudahan tumbuh subur.
Kedua, ada satu bayam yang tumbuuuuuh :-)
Dan entah kenapa, malah ada di pot yang bukan saya buat untuk tunas-tunas bayamnya. Tunas-tunas bayam justru masih tetap imut-imut. Yang jelas, akhirnya saya berhasil menanam bayam :-)
Ketiga, buanyak "kepala" nanas :-)
Saya sering beli nanas organik, kabarnya "kepala"-nya bisa ditanam. Walhasil, kebun saya ramai dengan para "kepala" nanas :-)
Keempat, serai wangi
Salah satu pohon anti nyamuk yang saya cita-citakan, akhirnya saya dapat dari Tante saya :-)
Kelima, mangga apel
Tante saya punya banyak tabulampot, salah satunya mangga apel. Dari buah mangga apel yang diberikan Tante saya, saya coba tanam bijinya, mudah-mudahan tumbuh :-)
Keenam, kurma, wkwkwkwk..
Menjelang Ramadhan, mulai banyak yang jual kurma. Setelah dimakan, penasaran kira-kira kalau bijinya ditanam, tumbuh atau tidak yaa.. Akhirnya saya tanam, mungkin ada sekitar 30 an biji kurma saya tanam, wkwkwk..
Ketujuh, pohon jeruk oranye
Dari biji jeruk oranye (entah jenis jeruk apa hehe..), yang saya tanam, tunasnya sudah mulai muncul.
Kedelapan, pohon jeruk nipis
Dibawa anak saya dari kunjungan ke salah satu wisata agro :-)
Demikian kabar kebun saya, nanti saya info lagi jika ada perkembangan baru yaa.. :-)
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Thursday, June 2, 2011
Mulai Tanam Sayur Lagi
Setelah gagal menanam bayam dan sawi yang tak kunjung muncul, minggu ini saya baca di majalah Trubus tentang urban farming.
Wah, keren banget ternyata ya para urban farmer itu. Mereka memang benar-benar serius, dan akhirnya benar-benar berhasil.
Akhirnya, saya tergerak untuk mencoba lagi menanam sang sawi dan bayam. Kali ini di pot yang lebih besar, dengan benih yang lebih banyak, dan saya letakkan di tempat yang agak tertutup, yang kemarin dipakai oleh calon paprika dan cabai, yang sekarang sudah mulai tinggi.
Sepertinya nanti saya akan berikan juga pupuk organic yang sudah saya beli.
Satu lagi mimpi saya, ingin membuat veggie rack, rak pot untuk menanam sayur. Next project, hehe..
Wah, keren banget ternyata ya para urban farmer itu. Mereka memang benar-benar serius, dan akhirnya benar-benar berhasil.
Akhirnya, saya tergerak untuk mencoba lagi menanam sang sawi dan bayam. Kali ini di pot yang lebih besar, dengan benih yang lebih banyak, dan saya letakkan di tempat yang agak tertutup, yang kemarin dipakai oleh calon paprika dan cabai, yang sekarang sudah mulai tinggi.
Sepertinya nanti saya akan berikan juga pupuk organic yang sudah saya beli.
Satu lagi mimpi saya, ingin membuat veggie rack, rak pot untuk menanam sayur. Next project, hehe..
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Sunday, May 29, 2011
Kabar Rumah Hijauku
Mohon maaf saya baru sempat mengabarkan lagi tentang berbagai aktivitas hijau saya :-)
Berikut saya infokan dalam satu tulisan yaa..
Pertama, tentang pengelolaan air.
Akhirnya di rumah saya sudah ada penampungan air hujan. Sesuai saran dari teman-teman milis Greenlifestyle, Pak Nur, tukang langganan saya berhasil membuatnya. Dia menggunakan tong besar biru yang bertutup putih, dengan keran di bawah, lubang plus filter di atas, pipa pengeluaran, dan pemasukan air hujan dari talang.
Minggu lalu saya sudah mulai panen air hujannya, dan menggunakannya untuk menyiram tanaman :-)
Satu hal yang terpikir adalah tentang jentik nyamuk, yang saya khawatirkan akan tertarik untuk berkembang-biak di tangki itu. Berdasarkan masukan di milis lagi, ada saran di web Pak Sobirin, agar memasukkan ikan ke tangki. Saya belum coba :-)
Selain itu saya juga sedang membuat lubang biopori dan sumur resapan ;-) Lubang biopori tadinya akan saya buat di selokan, tetapi saya pikir-pikir lagi, di bawah selokan itu sepertinya ada pipa PAM, bisa merusak pipa PAM nanti. Akhirnya saya buat di paving depan. Sumur resapan dibuat di paving belakang. Dan di atasnya nanti akan saya buat kebun kecil untuk sayuran dan bumbu dapur si Mbak :-) Kedua proyek ini sedang dikerjakan oleh Pak Nur :-)
Kedua, tentang tanaman anti nyamuk.
Ternyata rosemary tidak kuat di udara Jakarta. Dari 9 pohon, 8 pohon kering kerontang karena saya salah meletakkan dan sempat lupa menyiram. 1 yang berhasil selamat adalah yang saya letakkan di bawah zodia dan rutin tersiram bersama zodia dan terkena hujan.
Lavender, justru berhasil hidup tenang, juga di bawah zodia :-)
Ketiga, tentang pengelolaan sampah.
Takakura saya sementara istirahat dulu dari penambahan sampah. Terjadi bau yang cukup heboh, plus ada binatang-binatang kecil beterbangan. Setelah dikonsultasikan dengan Pak Primadia, ternyata penyebabnya adalah sampah yang terlalu basah atau tidak langsung dikomposkan sehingga sempat terpapar dengan binatang.
Untuk sampah yang terlalu basah akhirnya dicampur dengan daun kering. Dan saya usahakan agar sampah langsung masuk ke takakura.
Sepertinya saya akan beli pencacah, supaya tidak repot mencacah ;-)
Dan saya sepertinya akan beli takakura lagi. Satu untuk di kantor, satu tambahan untuk di rumah, karena sepertinya sampah organik saya agar overdosis :-)
Keempat, info lain, saya sekarang punya anggrek :-) Saya pernah punya, tapi tewas dengan sukses. Ternyata saya salah, anggrek itu seharusnya jangan diletakkan di lantai, tetapi digantung, dengan media pakis dan arang. Akhirnya sekarang saya ikuti nasihat itu. Dan di tangga ke jemuran, bergantunglah satu anggrek mungil :-)
Kelima, kebun sayur dan buah.
Buncis sudah mulai merambat-rambat di berbagai pohon tinggi. Paprika dan cabe sudah mulai tumbuh ramai. Sawi dan bayam masih belum ada tanda-tanda kehidupan. Jahe, kunyit, dan kencur sudah mulai berdaun. Kacang merah sudah tumbuh satu, yang satu daunnya dimakan tikus. Jeruk oranye sudah mulai tumbuh keciiiil. Jeruk nipis masih belum terlihat.
Keenam, di blog Ibu Christine, saya lihat ada kreasi pembuatan tas dari koran yang dianyam! Wah, ini yang saya cari-cari. Saya mau coba ah.. Dan kira-kira apa bisa diterapkan untuk kemasan tetrapak ya? Karena saya belum menemukan tempat yang mau menerima kemasan tetrapak saya lagi..
Demikian kabar rumah hijauku, semoga bisa menjadi inspirasi ;-)
Berikut saya infokan dalam satu tulisan yaa..
Pertama, tentang pengelolaan air.
Akhirnya di rumah saya sudah ada penampungan air hujan. Sesuai saran dari teman-teman milis Greenlifestyle, Pak Nur, tukang langganan saya berhasil membuatnya. Dia menggunakan tong besar biru yang bertutup putih, dengan keran di bawah, lubang plus filter di atas, pipa pengeluaran, dan pemasukan air hujan dari talang.
Minggu lalu saya sudah mulai panen air hujannya, dan menggunakannya untuk menyiram tanaman :-)
Satu hal yang terpikir adalah tentang jentik nyamuk, yang saya khawatirkan akan tertarik untuk berkembang-biak di tangki itu. Berdasarkan masukan di milis lagi, ada saran di web Pak Sobirin, agar memasukkan ikan ke tangki. Saya belum coba :-)
Selain itu saya juga sedang membuat lubang biopori dan sumur resapan ;-) Lubang biopori tadinya akan saya buat di selokan, tetapi saya pikir-pikir lagi, di bawah selokan itu sepertinya ada pipa PAM, bisa merusak pipa PAM nanti. Akhirnya saya buat di paving depan. Sumur resapan dibuat di paving belakang. Dan di atasnya nanti akan saya buat kebun kecil untuk sayuran dan bumbu dapur si Mbak :-) Kedua proyek ini sedang dikerjakan oleh Pak Nur :-)
Kedua, tentang tanaman anti nyamuk.
Ternyata rosemary tidak kuat di udara Jakarta. Dari 9 pohon, 8 pohon kering kerontang karena saya salah meletakkan dan sempat lupa menyiram. 1 yang berhasil selamat adalah yang saya letakkan di bawah zodia dan rutin tersiram bersama zodia dan terkena hujan.
Lavender, justru berhasil hidup tenang, juga di bawah zodia :-)
Ketiga, tentang pengelolaan sampah.
Takakura saya sementara istirahat dulu dari penambahan sampah. Terjadi bau yang cukup heboh, plus ada binatang-binatang kecil beterbangan. Setelah dikonsultasikan dengan Pak Primadia, ternyata penyebabnya adalah sampah yang terlalu basah atau tidak langsung dikomposkan sehingga sempat terpapar dengan binatang.
Untuk sampah yang terlalu basah akhirnya dicampur dengan daun kering. Dan saya usahakan agar sampah langsung masuk ke takakura.
Sepertinya saya akan beli pencacah, supaya tidak repot mencacah ;-)
Dan saya sepertinya akan beli takakura lagi. Satu untuk di kantor, satu tambahan untuk di rumah, karena sepertinya sampah organik saya agar overdosis :-)
Keempat, info lain, saya sekarang punya anggrek :-) Saya pernah punya, tapi tewas dengan sukses. Ternyata saya salah, anggrek itu seharusnya jangan diletakkan di lantai, tetapi digantung, dengan media pakis dan arang. Akhirnya sekarang saya ikuti nasihat itu. Dan di tangga ke jemuran, bergantunglah satu anggrek mungil :-)
Kelima, kebun sayur dan buah.
Buncis sudah mulai merambat-rambat di berbagai pohon tinggi. Paprika dan cabe sudah mulai tumbuh ramai. Sawi dan bayam masih belum ada tanda-tanda kehidupan. Jahe, kunyit, dan kencur sudah mulai berdaun. Kacang merah sudah tumbuh satu, yang satu daunnya dimakan tikus. Jeruk oranye sudah mulai tumbuh keciiiil. Jeruk nipis masih belum terlihat.
Keenam, di blog Ibu Christine, saya lihat ada kreasi pembuatan tas dari koran yang dianyam! Wah, ini yang saya cari-cari. Saya mau coba ah.. Dan kira-kira apa bisa diterapkan untuk kemasan tetrapak ya? Karena saya belum menemukan tempat yang mau menerima kemasan tetrapak saya lagi..
Demikian kabar rumah hijauku, semoga bisa menjadi inspirasi ;-)
Sunday, May 8, 2011
Kabar Kebun Sayur dan Buah
Minggu lalu, saya tanam bibit paprika, cabe, jeruk nipis, plus sawo, pisang, jahe, dan kencur. Wehehehe.. Banyak juga yaa..
Minggu ini sudah ada perkembangan lhoo.. Payahnya, saya selalu lupa untuk kasi label di potnya. Jadi ini kira-kira aja :-)
Sepertinya paprika dan cabe sudah mulai keluar tunas bayi-bayi. Asiiiik :-)
Kabar penanaman sebelumnya, buncis sudah semakin tinggi. Saya tanam ke dekat pohon lain (bibit nangka, sirsak, mengkudu), supaya si buncis bisa merambat di sana.
Bibit tomat sudah makin tinggi, kira-kira 7 cm :-) Yang masih misterius adalah sawi dan bayam, sepertinya wafat, karena sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan :-)
Si Mbak di rumah sudah ketularan, dia tanam kunyit dan sekarang sudah 20 cm! Tapi hari ini daunnya terlihat agak kering, saya tambahkan tanah pupuk lagi, mudah-mudahan segar kembali..
Demikian kabar kebun sayur dan buah. Sampai jumpa di perkembangan selanjutnya :-)
Minggu ini sudah ada perkembangan lhoo.. Payahnya, saya selalu lupa untuk kasi label di potnya. Jadi ini kira-kira aja :-)
Sepertinya paprika dan cabe sudah mulai keluar tunas bayi-bayi. Asiiiik :-)
Kabar penanaman sebelumnya, buncis sudah semakin tinggi. Saya tanam ke dekat pohon lain (bibit nangka, sirsak, mengkudu), supaya si buncis bisa merambat di sana.
Bibit tomat sudah makin tinggi, kira-kira 7 cm :-) Yang masih misterius adalah sawi dan bayam, sepertinya wafat, karena sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan :-)
Si Mbak di rumah sudah ketularan, dia tanam kunyit dan sekarang sudah 20 cm! Tapi hari ini daunnya terlihat agak kering, saya tambahkan tanah pupuk lagi, mudah-mudahan segar kembali..
Demikian kabar kebun sayur dan buah. Sampai jumpa di perkembangan selanjutnya :-)
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Monday, April 25, 2011
Proyek Penanaman Selanjutnya
Setelah 2 minggu yang lalu menanam buncis, sawi, bayam, dan tomat, yang minggu ini sudah mulai ada tanda-tanda kehidupannya, saya jadi tertarik untuk menanam lebih banyak lagi tanaman untuk keperluan dapur.
Tapi kali ini, saya tidak akan menanam dari bibit yang dibeli. Kali ini saya akan menanam dari biji yang saya makan.
Sepertinya saya akan mulai dengan jeruk nipis, paprika, dan cabe. Info dari asisten saya yang petani, sebaiknya biji dijemur dulu sebelum ditanam. Maka saat ini mereka sedang dijemur dulu.
Setelah itu, saya akan coba juga menanam jahe, kunyit, cabe rawit, hmm apa lagi yaa?
Sementara itu dulu deh. Saya akan kabari lagi perkembangannya yaa.. :-)
Tapi kali ini, saya tidak akan menanam dari bibit yang dibeli. Kali ini saya akan menanam dari biji yang saya makan.
Sepertinya saya akan mulai dengan jeruk nipis, paprika, dan cabe. Info dari asisten saya yang petani, sebaiknya biji dijemur dulu sebelum ditanam. Maka saat ini mereka sedang dijemur dulu.
Setelah itu, saya akan coba juga menanam jahe, kunyit, cabe rawit, hmm apa lagi yaa?
Sementara itu dulu deh. Saya akan kabari lagi perkembangannya yaa.. :-)
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Friday, April 22, 2011
Tanaman Sayurku Sudah Tumbuh :-)
Setelah minggu lalu saya menanam bibit tomat, buncis, sawi, dan bayam, ternyata minggu ini sudah ada yang tumbuh!
Buncis, dari 10 bibit ditaman, 8 sudah tumbuh tinggi, sekitar 10 cm. Bentuknya mirip-mirip pohon tauge.
Tomat, dari 10 bibit ditanam, 4 tumbuh mungil, sekitar 0.5 cm. Bentuknya mirip-mirip tunas pohon pada umumnya hehehe..
Bayam atau sawi (hihihi, potnya lupa diberi label, jadi bingung deh), 4 sudah tumbuh sekitar 2 cm, bentuknya mirip jarum-jarum tipis.
Yang lain, potnya masih sepi :-)
Info dari asistenku yang di desanya bertani, untuk buncis perlu disiapkan tiang untuk merambat, dan sebaiknya menggunakan pot yang agak besar.
Rencananya Senin saya mau coba cari tiang bambu untuk tiang rambatannya. Dan sementara, saat ini para buncis sudah menempati pot yang lebih besar.
Tomat, karena tunasnya masih terlalu kecil, belum saya pindahkan, tunggu agak besar :-)
Sepertinya besok-besok saya akan langsung gunakan pot yang agak besar ya, supaya tidak perlu dipindah-pindah.
Demikian kabar kebun sayurku sampai hari ini, sampai jumpa di perkembangan selajutnya :-)
Buncis, dari 10 bibit ditaman, 8 sudah tumbuh tinggi, sekitar 10 cm. Bentuknya mirip-mirip pohon tauge.
Tomat, dari 10 bibit ditanam, 4 tumbuh mungil, sekitar 0.5 cm. Bentuknya mirip-mirip tunas pohon pada umumnya hehehe..
Bayam atau sawi (hihihi, potnya lupa diberi label, jadi bingung deh), 4 sudah tumbuh sekitar 2 cm, bentuknya mirip jarum-jarum tipis.
Yang lain, potnya masih sepi :-)
Info dari asistenku yang di desanya bertani, untuk buncis perlu disiapkan tiang untuk merambat, dan sebaiknya menggunakan pot yang agak besar.
Rencananya Senin saya mau coba cari tiang bambu untuk tiang rambatannya. Dan sementara, saat ini para buncis sudah menempati pot yang lebih besar.
Tomat, karena tunasnya masih terlalu kecil, belum saya pindahkan, tunggu agak besar :-)
Sepertinya besok-besok saya akan langsung gunakan pot yang agak besar ya, supaya tidak perlu dipindah-pindah.
Demikian kabar kebun sayurku sampai hari ini, sampai jumpa di perkembangan selajutnya :-)
Monday, April 18, 2011
Aksi Hijau - Mudah Kok! (2)
Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang aksi hijau tentang pengelolaan sampah, sekarang kita sambung lagi ya.. Kali ini tentang menanam pohon dan sayur-sayuran di rumah.
Judulnya aksi hijau, tentunya berhubungan dengan sesuatu yang hijau.. Yaituuuu.. Lampu lalu lintas.. Hehe bukan dong ya, yaitu pohon.
Sedapat mungkin, tanam sebanyak-banyaknya pohon.
Mungkin ada yang komentar, kalau punya halaman luas sih bisa, kalau teras aja sempit banget? Tetap bisa kooooook..
Tanem di pot aja.. Kecil pun nggak apa-apa.. Di dalam rumah pun OK, asal jangan di kamar, karena mengganggu sirkulasi oksigen di malam hari. Di ruang kerja pun bisa.
Satu lagi, yang juga bisa dicoba adalah menanam sayur di rumah, untuk ini, silakan lihat di tulisan ini ya.
Sekarang yang ketiga, yaitu meminimalkan penggunaan sarana transportasi untuk mengurangi polusi udara.
Untuk ini yang bisa dilakukan adalah :
1. Untuk jarak dekat, berjalan kakilah. Selain mengurangi polusi, juga sehat lho.
2. Untuk jarak jauh, gunakan sepeda, atau kendaraan umum.
3. Jika menggunakan kendaraan pribadi, usahakan penumpang lebih dari 2 atau 3 orang.
Satu lagi yang masih berkaitan dengan mengurangi transportasi, adalah mengurangi penggunaan barang impor. Lho, apa hubungannya? Barang impor didatangkan menggunakan transportasi baik kapal laut maupun pesawat udara.
Dengan mengurangi penggunaan barang impor dan mengalihkan ke barang lokal, selain mengurangi trasportasi, juga meningkatkan kemakmuran Indonesia.
Bagaimana, mudah kaaaan? Ayoo, dimulai yaaa..
Judulnya aksi hijau, tentunya berhubungan dengan sesuatu yang hijau.. Yaituuuu.. Lampu lalu lintas.. Hehe bukan dong ya, yaitu pohon.
Sedapat mungkin, tanam sebanyak-banyaknya pohon.
Mungkin ada yang komentar, kalau punya halaman luas sih bisa, kalau teras aja sempit banget? Tetap bisa kooooook..
Tanem di pot aja.. Kecil pun nggak apa-apa.. Di dalam rumah pun OK, asal jangan di kamar, karena mengganggu sirkulasi oksigen di malam hari. Di ruang kerja pun bisa.
Satu lagi, yang juga bisa dicoba adalah menanam sayur di rumah, untuk ini, silakan lihat di tulisan ini ya.
Sekarang yang ketiga, yaitu meminimalkan penggunaan sarana transportasi untuk mengurangi polusi udara.
Untuk ini yang bisa dilakukan adalah :
1. Untuk jarak dekat, berjalan kakilah. Selain mengurangi polusi, juga sehat lho.
2. Untuk jarak jauh, gunakan sepeda, atau kendaraan umum.
3. Jika menggunakan kendaraan pribadi, usahakan penumpang lebih dari 2 atau 3 orang.
Satu lagi yang masih berkaitan dengan mengurangi transportasi, adalah mengurangi penggunaan barang impor. Lho, apa hubungannya? Barang impor didatangkan menggunakan transportasi baik kapal laut maupun pesawat udara.
Dengan mengurangi penggunaan barang impor dan mengalihkan ke barang lokal, selain mengurangi trasportasi, juga meningkatkan kemakmuran Indonesia.
Bagaimana, mudah kaaaan? Ayoo, dimulai yaaa..
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Saturday, April 16, 2011
Menanam Sayur Sudah Dimulai :-)
Hari ini 16 April 2011 adalah hari yang bersejarah, karena hari ini saya telah memulai menanam sayur, yippppi :-)
Setelah beli bibitnya sekitar 9 bulan yang lalu (wkwkwk dah lama banget yaaa, kayak orang hamil aja.. xixixi..), akhirnya bibit-bibit itu tertanam jugaa :-)
Kemarin sudah beli tanah dan pot, bukan tanah meteran apa lagi hektaran lowh, tapi kantongan ajah, hehehe..
Selanjutnya pemilihan tempat penanamannya. Tadinya pot mau dipakai, tapi inget punya gelas-gelas plastik bekas beli jus, akhirnya pake gelas-gelas plastik itu deh. Kisah tentang gelas jus ini bisa dilihat di tulisan sebelumnya ya.
Gelas pun dilubangi menggunakan cutter, supaya air bisa keluar. Lumayan keras juga ya ternyata alas gelas itu :-) Lalu gelas diisi tanah, masukkan bibit masing-masing gelas 5 bibit, selesaiii :-)
Xixixi, entah benar atau tidak langkah yang saya lakukan. Kita lihat saja perkembangannya yaa.. Akan saya laporkan lagi di sini.. Nantikan laporan selanjutnya yaaa :-)
Setelah beli bibitnya sekitar 9 bulan yang lalu (wkwkwk dah lama banget yaaa, kayak orang hamil aja.. xixixi..), akhirnya bibit-bibit itu tertanam jugaa :-)
Kemarin sudah beli tanah dan pot, bukan tanah meteran apa lagi hektaran lowh, tapi kantongan ajah, hehehe..
Selanjutnya pemilihan tempat penanamannya. Tadinya pot mau dipakai, tapi inget punya gelas-gelas plastik bekas beli jus, akhirnya pake gelas-gelas plastik itu deh. Kisah tentang gelas jus ini bisa dilihat di tulisan sebelumnya ya.
Gelas pun dilubangi menggunakan cutter, supaya air bisa keluar. Lumayan keras juga ya ternyata alas gelas itu :-) Lalu gelas diisi tanah, masukkan bibit masing-masing gelas 5 bibit, selesaiii :-)
Xixixi, entah benar atau tidak langkah yang saya lakukan. Kita lihat saja perkembangannya yaa.. Akan saya laporkan lagi di sini.. Nantikan laporan selanjutnya yaaa :-)
Labels:
berkebun,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Gelas Plastik Jus
Di tengah kegembiraan saya karena punya camilan jus di kantor, ada satu kesedihan mendalam.
Sepertinya yang umum dilakukan, jus dikemas dalam gelas plastik bertutup plastik. Mirip kemasan air mineral, tapi sedikit lebih besar. Karena saya sehari pesan 3 jus, maka setiap hari saya menghasilkan 3 sampah gelas plastik, huhuhu..
Sebenarnya saya sudah minta ke penjual jusnya, yaitu agar pesanan jus saya diantar dengan toples milik saya sendiri. Sehingga tidak menghasilkan 3 sampah gelas plastik setiap hari.
Tapi beberapa kali permintaan ini saya sampaikan, tidak ada tanggapan dari penyedia jus. Saya sedih sebenarnya, karena kita kan seharusnya meminimalkan sampah yang dihasilkan. Tapi apa daya, sementara ini alternatif yang ada.
Sementara sampah-sampah plastik itu saya salurkan ke pendaur ulang. Paling tidak sampah gelas plastik ini tidak berhenti menjadi sampah tak berguna.
Tapi, akhirnya hari ini ada pemanfaatan yang cukup oke untuk gelas-gelas plastik ini, yaitu saya jadikan pot! :-)
Di rumah saya senang berkebun, dan banyak pohon-pohon saya yang punya tunas-tunas kecil. Asiiiik, saya punya pot baru deh untuk tunas-tunas kecilku. Dan, bisa saya pakai juga untuk tanam sayur, hmm, cukup nggak ya sebenernya, hehehe, nggak apa-apa deh, coba dulu aja :-)
Sepertinya yang umum dilakukan, jus dikemas dalam gelas plastik bertutup plastik. Mirip kemasan air mineral, tapi sedikit lebih besar. Karena saya sehari pesan 3 jus, maka setiap hari saya menghasilkan 3 sampah gelas plastik, huhuhu..
Sebenarnya saya sudah minta ke penjual jusnya, yaitu agar pesanan jus saya diantar dengan toples milik saya sendiri. Sehingga tidak menghasilkan 3 sampah gelas plastik setiap hari.
Tapi beberapa kali permintaan ini saya sampaikan, tidak ada tanggapan dari penyedia jus. Saya sedih sebenarnya, karena kita kan seharusnya meminimalkan sampah yang dihasilkan. Tapi apa daya, sementara ini alternatif yang ada.
Sementara sampah-sampah plastik itu saya salurkan ke pendaur ulang. Paling tidak sampah gelas plastik ini tidak berhenti menjadi sampah tak berguna.
Tapi, akhirnya hari ini ada pemanfaatan yang cukup oke untuk gelas-gelas plastik ini, yaitu saya jadikan pot! :-)
Di rumah saya senang berkebun, dan banyak pohon-pohon saya yang punya tunas-tunas kecil. Asiiiik, saya punya pot baru deh untuk tunas-tunas kecilku. Dan, bisa saya pakai juga untuk tanam sayur, hmm, cukup nggak ya sebenernya, hehehe, nggak apa-apa deh, coba dulu aja :-)
Labels:
berkebun,
go green,
olah sampah,
tanam sayur
Saturday, July 17, 2010
Tanam Sayur Yuk!
Beberapa waktu yang lalu, saya menerima email di milis Green Lifestyle, yang isinya tentang kelompok masyarakat mandiri, yang hidupnya sangat ramah lingkungan.
Salah satu cirinya adalah, setiap keluarga menanam sendiri bahan makanannya.
Lho, apa hubungannya dengan ramah lingkungan?
Wooo, berhubungan sekali duong :-)
Dengan menanam sendiri bahan makanannya, maka mereka mengurangi rantai transaksi yang notabene berkaitan dengan rantai transportasi bahan makanan tersebut dari petani sampai ke pembeli.
Pernah membayangkan perjalanan semangkuk sayur bayam sejak ditanam hingga sampai ke meja makan kita?
Pertama, sayur bayam dipanen di sebuah gunung di sebuah desa. Dari desa di gunung itu, si bayam dibawa oleh petani naik motor ke pusat pembelian, di pusat desa. Dari sana, oleh pemborong, si bayam dibawa ke kota dengan truk, ke pasar induk. Dari pasar induk, dibeli oleh penjual sayur, dibawa lagi naik motor atau bajaj. Kemudian, kita berangkat ke pasar, naik mobil, membeli sang bayam yang sudah sangat lelah melalui perjalanannya yang sudah menghasilkan beberapa kg CO2 itu.
Dan ini masih contoh sayur yang diproduksi lokal. Bagaimana jika impor? Lebih panjang lagi ceritanya.
Nah, maka jika kita menanam sendiri sayuran untuk kita makan, kita akan mengurangi banyak sekali sampah CO2.
Nah dari tulisan itu, saya masih belum terpikir untuk mencoba menanam sayur di rumah. Saya hanya berpikir bahwa gagasan itu cukup baik, tapi rasanya agak sulit diimplementasikan. Apakah semua orang harus punya ladang?
Dua minggu lalu, datanglah motivasi kedua, milis favorit saya satu lagi yaitu Gizi Bayi Balita yang diasuh oleh Pak Wied Harry.
Ternyata selain ramah lingkungan, menanam sayur sendiri juga sehat. Sayur akan kita dapatkan dalam kondisi segar, dengan vitamin dan berbagai kandungan gizi yang lebih optimal.
Apa lagi menurut dr. Hiromi Shinya dalam buku Miracle of Enzyme, makanan terbaik, yang masih banyak mengandung enzim, adalah makanan yang segar, yang sedekat mungkin dengan dilepaskannya dari tempat tumbuhnya.
Maka sayapun mulai browsing, bagaimana sih cara kongkritnya menanam sayur di rumah? Ternyata, sudah banyak yang mulai melakukan, dan tidak perlu ladang luas berhektar-hektar. Karena toh kita tidak berencana untuk menjadi penjual sayuran. Cukup di pot saja. Kembali menurut Pak Wied, daripada menanam tanaman hias, coba diganti dengan sayur mayur. Woww, ide yang brilian!
Motivasi ketiga, penghematan :-)
Hari gini gitu loh, TDL naik, semua harga naik, dengan menanam sayuran sendiri, mudah-mudahan akan banyak penghematan yang bisa dilakukan.
Lalu, apakah saya sudah mulai?
Sudah, tapi baru sampai tahap pembelian beberapa bibit tanaman :-)
Yaitu bayam, sawi, tomat, dan buncis. Beli di mana? Hasil browsing juga, ternyata ada beberapa toko online yang menjual bibit sayuran. Tinggal SMS, transfer, bibit pun datang ke rumah :-)
Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini, sudah bisa dimulai penanamannya. Akan saya infokan perkembangannya di blog naturafia. Tunggu yaa :-)
Referensi :
- Diskusi tentang masyarakat mandiri di milis Greenlifestyle
- Diskusi tentang menanam sayur di milis Gizi Bayi Balita
- Miracle of Enzyme, dr. Hiromi Shinya
Salah satu cirinya adalah, setiap keluarga menanam sendiri bahan makanannya.
Lho, apa hubungannya dengan ramah lingkungan?
Wooo, berhubungan sekali duong :-)
Dengan menanam sendiri bahan makanannya, maka mereka mengurangi rantai transaksi yang notabene berkaitan dengan rantai transportasi bahan makanan tersebut dari petani sampai ke pembeli.
Pernah membayangkan perjalanan semangkuk sayur bayam sejak ditanam hingga sampai ke meja makan kita?
Pertama, sayur bayam dipanen di sebuah gunung di sebuah desa. Dari desa di gunung itu, si bayam dibawa oleh petani naik motor ke pusat pembelian, di pusat desa. Dari sana, oleh pemborong, si bayam dibawa ke kota dengan truk, ke pasar induk. Dari pasar induk, dibeli oleh penjual sayur, dibawa lagi naik motor atau bajaj. Kemudian, kita berangkat ke pasar, naik mobil, membeli sang bayam yang sudah sangat lelah melalui perjalanannya yang sudah menghasilkan beberapa kg CO2 itu.
Dan ini masih contoh sayur yang diproduksi lokal. Bagaimana jika impor? Lebih panjang lagi ceritanya.
Nah, maka jika kita menanam sendiri sayuran untuk kita makan, kita akan mengurangi banyak sekali sampah CO2.
Nah dari tulisan itu, saya masih belum terpikir untuk mencoba menanam sayur di rumah. Saya hanya berpikir bahwa gagasan itu cukup baik, tapi rasanya agak sulit diimplementasikan. Apakah semua orang harus punya ladang?
Dua minggu lalu, datanglah motivasi kedua, milis favorit saya satu lagi yaitu Gizi Bayi Balita yang diasuh oleh Pak Wied Harry.
Ternyata selain ramah lingkungan, menanam sayur sendiri juga sehat. Sayur akan kita dapatkan dalam kondisi segar, dengan vitamin dan berbagai kandungan gizi yang lebih optimal.
Apa lagi menurut dr. Hiromi Shinya dalam buku Miracle of Enzyme, makanan terbaik, yang masih banyak mengandung enzim, adalah makanan yang segar, yang sedekat mungkin dengan dilepaskannya dari tempat tumbuhnya.
Maka sayapun mulai browsing, bagaimana sih cara kongkritnya menanam sayur di rumah? Ternyata, sudah banyak yang mulai melakukan, dan tidak perlu ladang luas berhektar-hektar. Karena toh kita tidak berencana untuk menjadi penjual sayuran. Cukup di pot saja. Kembali menurut Pak Wied, daripada menanam tanaman hias, coba diganti dengan sayur mayur. Woww, ide yang brilian!
Motivasi ketiga, penghematan :-)
Hari gini gitu loh, TDL naik, semua harga naik, dengan menanam sayuran sendiri, mudah-mudahan akan banyak penghematan yang bisa dilakukan.
Lalu, apakah saya sudah mulai?
Sudah, tapi baru sampai tahap pembelian beberapa bibit tanaman :-)
Yaitu bayam, sawi, tomat, dan buncis. Beli di mana? Hasil browsing juga, ternyata ada beberapa toko online yang menjual bibit sayuran. Tinggal SMS, transfer, bibit pun datang ke rumah :-)
Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini, sudah bisa dimulai penanamannya. Akan saya infokan perkembangannya di blog naturafia. Tunggu yaa :-)
Referensi :
- Diskusi tentang masyarakat mandiri di milis Greenlifestyle
- Diskusi tentang menanam sayur di milis Gizi Bayi Balita
- Miracle of Enzyme, dr. Hiromi Shinya
Labels:
berkebun,
enzim,
go green,
sayur dan buah,
tanam sayur
Subscribe to:
Posts (Atom)