Showing posts with label pengobatan Islami. Show all posts
Showing posts with label pengobatan Islami. Show all posts

Monday, April 30, 2012

Cara Mudah Memanfaatkan Mengkudu

Di taman saya yang sepetak, sering tumbuh sendiri pohon mengkudu. Karena sayang, saya pelihara, sampai akhirnya saya sekarang punya 4 pohon mengkudu. Tapi selama ini belum saya apa-apakan, walaupun sudah pernah dengar bahwa mengkudu baik untuk kesehatan.

Dan ternyata, memang mengkudu ini tanaman liar khas Indonesia yang mudah tumbuh di mana saja. Pantesan di taman saya gampang sekali tumbuh :-)


Copy paste dari http://www.kesehatan123.com/2466/manfaat-buah-mengkudu-untuk-kesehatan/
ternyata banyak ya manfaat buah mengkudu :
  • Mengkudu dapat menjadi zat pencegah kanker dan tumor.
  • Mengkudu dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh.
  • Mengkudu bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  • Mengkudu dapat menjadi zat anti alergi dan anti radang.
  • Mengkudu dapat membantu menormalkan tekanan darah.
  • Mengkudu dapat membantu memperlancar siklus energi dalam tubuh.
  • Mengkudu dapat menjadi anti bakteri.
  • Mengkudu dapat membantu mengatur mood (siklus suasana hati).
Dan banyak lagi link lain yang menjelaskan tentang mengkudu :

http://rumahkanker.com/pengobatan/alternatif/75-mengenal-manfaat-mengkudu-untuk-kanker
http://takunik.blogspot.com/2012/01/kekuatan-khas-manfaat-mengkudu.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Mengkudu

Jadi teringat ada dokter kesehatan islami yang pernah mengatakan bahwa obat penyakit itu biasanya Allah  ciptakan mudah diperoleh. 

Pertanyaannya, bagaimana cara mengkonsumsinya?
Saya sendiri belum pernah coba, tapi info dari Mbak Vita, teman saya di milis balita-anda, ternyata gampang aja dan menyenangkan sepertinya, yaitu buah yang kecil-kecil direbus untuk dijadikan lalapan. Dan tidak hanya buahnya, daunnya juga bisa direbus dan dibuat lalapan.

Wah, bagus ni, tanamannya segar, dan diproses hanya sebentar dengan direbus (mmm sebentar ngga yah, hehe), sumber enzim seperti kata Hiromi dong :-)

Tertarik untuk mencoba?  Yukkk :-)

Thursday, February 9, 2012

Menyapih ala Islam

Copy paste dari milis asiforbaby, semoga bermanfaat :-)

*Muqaddimah*

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah, kita memujiNya dan memohon
ampunanNya, dan kita berlindung dari kejahatan diri kita sendiri dan
keburukan amal kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk padanya maka tidak
ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang sesat maka tidak ada
yang dapat memberi petunjuk kepadanya (selain Allah). Aku bersaksi bahwa
tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah Yang tidak ada
sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad (adalah) hambaNya dan
RasulNya -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Ama ba’du

Banyak orang yang mengira setelah anak mencapai usia tepat dua tahun, maka
ia wajib disapih. Bagaimana pun caranya akan dilakukan ibu agar anaknya
berhenti menyusu pada usia itu, mulai dari mengolesi puting dengan sesuatu
yang tidak disukai anak seperti jamu, saos, lipstik, bahkan sampai
membiarkannya menangis berjam-jam. Hal ini tidak lepas dari keinginan para
ibu (dalam hal ini yang muslimah) untuk menjalankan perintah Allah yang
disebutkan dalam Al Qurán agar ibu menyusui anaknya dengan sempurna yaitu
selama dua tahun. Maka mereka mengira wajib bagi setiap ibu untuk
menghentikan menyusui anaknya yang telah mencapai dua tahun seketika itu
juga, bagaimanapun caranya. Benarkah demikian? Apa yang dimaksud para ulama
bahwa tidak ada penyusuan setelah dua tahun? Mari kita simak dalil-dalil
dalam Al Qurán dan As-Sunnah seputar penyusuan yang sempurna dan penyapihan.


*Islam Mengajarkan untuk Menyayangi Anak-anak *

Tidak diragukan lagi bahwa Islam sangat memperhatikan anak-anak. Itu
ditunjukkan dari perilaku Nabi Muhammad -shallallahuálayhi wa sallam- yang
sangat sayang kepada anak-anak. Beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam-
pernah memperpendek sholatnya karena mendengar anak yang menangis. Beliau
bersabda, *"Aku melakukan sholat dan aku ingin memperpanjang bacaannya,
akan tetapi tiba-tiba aku mendengar suara tangis bayi sehingga aku
memperpendek sholatku karena aku tahu betapa gelisah ibunya karena tangis
bayi itu."* [HR Bukhari dan Muslim]

Dan pernah Nabi -shallallahuálayhi wa sallam- ketika berkhutbah melihat
kedua cucu beliau Hasan dan Husain –radhiyallahu 'anhuma- menghampiri
beliau, maka beliau turun dari mimbar dan menggendong keduanya ke atas
mimbar, beliau pun bersabda, *"Sesungguhnya aku melihat kedua anak ini
berjalan dan jatuh, aku tidak sabar hingga turun mengambil keduanya."* [HR.
Abu Dawud]

Lihatlah bagaimana anak-anak dapat mempengaruhi pelaksanaan perkara sebesar
sholat dan khutbah. Dan masih banyak lagi kisah tentang bagaimana Nabi
-shallallahu ‘alaihi wa sallam- memperlakukan anak-anak dengan penuh kasih
sayang. Sesungguhnya telah ada pada beliau suri teladan yang baik. [QS
al-Ahzab: 21]. Maka demikian pulalah Islam mengajarkan umatnya melalui Nabi
Allah Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut agar menyayangi
anak-anak, bahkan dari sebelum anak itu lahir sampai setelah dilahirkan.

*Pemberian ASI selama Dua Tahun dalam Islam*

Salah satu bentuk kasih sayang yang diajarkan Islam adalah penyusuan atau
pemberian ASI (air susu ibu) kepada anak yang baru lahir hingga dua tahun.
Allah berfirman: *“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua
tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban
ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang
tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu
menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan
warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua
tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa
atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka
tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.
Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa
yang kamu kerjakan.”* [QS Al Baqarah: 233]

Ayat di atas menjelaskan tentang anjuran kepada para ibu untuk menyusui
anak-anak mereka hingga dua tahun, dan dibolehkan bagi mereka untuk
mencarikan ibu susu bila mereka mau. Ini menunjukkan betapa perihal
pemberian ASI ini bukanlah hal yang sepele, sampai-sampai anjurannya
tercantum dalam Kitab Suci umat Islam. Dan rahasia mengapa Allah menyebutkan
"dua tahun" sebagai masa menyusui yang sempurna maka hanya Allah saja lah
yang tahu. Namun manusia kini mengetahui tentang manfaat yang luar biasa
dari pemberian ASI selama dua tahun. Hal itu diperkuat dengan anjuran dari
WHO kepada para ibu di seluruh dunia, tidak hanya yang muslimah, untuk
menyusui anak-anak mereka yang disebutkan selama dua tahun pula.

Dan Nabi -shallallahuálayhi wa sallam- sebagai pembawa risalah ini, tidak
pernah melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang telah beliau bawakan.

Dalam sebuah hadits shahih yang panjang yang diriwayatkan oleh Al Imam
Muslim, disebutkan ada seorang perempuan yang telah berbuat zina. Lalu
datanglah ia kepada Rasulullah –shallallau’alaihi wa sallam- untuk bertobat.
Namun Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menolak pengakuan perempuan
tersebut. Keesokannya perempuan itu datang lagi dan berkata bahwa ia telah
hamil akibat perbuatan zina tersebut. Lalu Nabi –shallallahu ‘alaihi wa
sallam- menyuruhnya pulang sampai melahirkan. Setelah melahirkan, perempuan
itu datang lagi sambil membawa bayi laki-lakinya yang dibungkus dengan
secarik kain. Dia mengatakan bahwa bayi itu adalah bayi yang telah dia
lahirkan. Lalu Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, *“Pulanglah
kamu dulu dan susuilah dia sampai kamu menyapihnya.”* Setelah tiba masa
menyapih, perempuan itu datang lagi membawa bayinya dan di tangan bayi itu
ada sepotong roti. Dia mengatakan bahwa ia telah menyapih anaknya dan dia
sudah bisa memakan makanan. Akhirnya Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-
menyerahkan bayi tersebut kepada salah seorang sahabat, kemudian beliau
mengeluarkan perintah supaya dilaksanakan hukuman terhadap perempuan
tersebut. Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- kemudian memerintahkan agar
jenazah perempuan tersebut diurus, dan beliau pun menyolatinya dan
menguburkannya.

Lihatlah betapa pedulinya Islam terhadap pemeliharaan seorang bayi yang
masih dalam kandungan sampai dia dilahirkan untuk kemudian disusui sampai
disapih. Sungguh hanya orang-orang bodoh yang berpendapat bahwa Islam telah
berbuat kezhaliman melaksanakan hukuman tersebut kepada sang ibu. Padahal
justru sebaliknya, Allah menyayangi hambaNya yang bertaubat, dan Dia tidak
menginginkan hambaNya hidup lebih lama karena dia bisa saja melakukan dosa
lagi. Ketahuilah bahwa perempuan itu diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Dan beruntunglah sang anak karena telah lahir ke dunia ini dengan selamat,
mendapatkan ASI penuh hingga dua tahun, dan disusui oleh ibunya sendiri yang
telah bertaubat.

Dalam kisah serupa disebutkan, *"Sesungguhnya dia telah bertobat dengan
sungguh-sungguh. Seandainya tobat perempuan ini dibagi-bagikan kepada tujuh
puluh orang penduduk Madinah, maka hal itu masih cukup. Pernahkah kamu
menemukan tobat yang lebih baik dibandingkan apa yang dilakukan perempuan
ini? Dengan jujur dia menyerahkan dirinya supaya dilaksanakan hukuman Allah
atasnya."* (HR Muslim)

Hanya Allah pemberi taufik dan hidayah.

*Penyapihan: Wajib di Usia Tepat Dua Tahun?*

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ketika menjelaskan surat Al Baqarah ayat 233
tentang anjuran pemberian ASI, disebutkan, “Ini adalah bimbingan dari Allah
Taála bagi para ibu supaya mereka menyusui anak-anaknya dengan sempurna,
yaitu dua tahun penuh. Dan setelah itu tidak ada lagi penyusuan.”

Yang dimaksud dengan “setelah itu tidak ada lagi penyusuan” adalah bahwa
penyusuan yang terjadi setelah anak mencapai dua tahun itu tidak dianggap
“penyusuan”. Hal ini berkaitan dengan hukum mahram yang terjadi antara anak
dengan ibu susu, seperti yang dijelaskan dalam tafsir tersebut. Rasulullah
-shallallahuálayhi wa sallam- bersabda, *“Tidak menjadikan mahram akibat
penyusuan, kecuali yang dilakukan kurang dari dua tahun.”* [HR.
Ad-Daruquthni]. Dan dalam hadits lain disebutkan dengan tambahan, *“Dan
penyusuan setelah dua tahun itu tidak mempengaruhi apa-apa.”*

Kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa penyusuan atau pemberian ASI yang
sebenarnya adalah dalam kurun waktu dua tahun, sedangkan yang setelahnya
tidak dianggap “memberi ASI”. Karena seperti yang disebutkan dalam hadits
lain, *“Sesungguhnya penyusuan itu karena rasa lapar.” [HR Bukhari dan
Muslim]*. Maka pemberian ASI kepada seorang anak sebelum ia berusia dua
tahun dianggap sebagai penyusuan yang sebenarnya karena ASI ketika itu
dibutuhkan untuk mengenyangkan perutnya, sedangkan yang setelahnya tidak
dianggap demikian. Dan memang seperti yang dijumpai di dalam realita, bahwa
anak-anak yang telah mencapai dua tahun atau lebih yang masih menyusu ASI
kepada ibunya adalah memang bukan untuk mengenyangkan perutnya, melainkan
karena mereka masih ingin selalu bersama ibunya, dalam pelukannya sambil
“menyusu”.

Dan ini merupakan merupakan salah satu contoh lain dari kasih sayang dalam
Islam, Alhamdulillah. Tidak diwajibkannya menghentikan penyusuan atau
menyapih setelah anak mencapai usia dua tahun merupakan bukti dari betapa
Islam memperhatikan anak-anak. Allah telah menakdirkan kesulitan bagi
seorang anak untuk begitu saja lepas dari dekapan ibunya, begitu juga
sebaliknya, betapa sulitnya ibu melepaskan anaknya dari dekapannya.

Memahami surat Al Baqarah ayat 233 di atas sebagai dalil wajibnya menyapih
terhadap anak yang telah mencapai usia dua tahun adalah tidak tepat. Karena
ayat di atas tidak berbicara tentang hal itu, melainkan tentang anjuran agar
para ibu menyusui anaknya hingga penyusuan itu sempurna yaitu hingga dua
tahun. Adapun yang wajib dilakukan setelah itu tidak disebutkan. Seandainya
yang dimaksud adalah demikian, maka tentu akan kita dapatkan penjelasan
ulama tentang hal ini, namun tidak ada satupun penjelasan ulama mengenai hal
tersebut. Yang ada justru apabila penyapihan dilakukan sebelum dua tahun,
yaitu bila memang ada suatu sebab yang tidak memungkinkan untuk terus
melakukan penyusuan hingga sempurna selama dua tahun maka menyapihnya
sebelum itu dibolehkan, yang berarti perkara penyusuan hingga dua tahun ini
adalah suatu hal yang amat dianjurkan, bahkan dalam literatur Arab, anjuran
tersebut bermakna lebih kepada perintah.

Ada satu kisah yang insya Allah dapat menjelaskan hal ini, yaitu kisah Ummu
Sulaim yang dikenal sebagai shahabiyyah yang hidup di zaman Nabi
–shallallahu ‘alaihi wa sallam-, teladan wanita shalihah, ibu dari Anas bin
Malik –radhiyallahu ’anhu- yang merupakan salah seorang sahabat yang banyak
meriwayatkan hadits Nabi –shallallahu ‘alaihi w sallam-

Ketika Islam bersinar di muka bumi, cahayanya sampai di hadapan Ummu Sulaim,
maka yang pertama kali dia dakwahi adalah keluarganya, yaitu suaminya. Namun
suaminya menolak, hingga ia mati dalam keadaan kafir. Ketika Ummu Sulaim
mengetahui suaminya terbunuh, ia tetap tabah dan mengatakan, *”Aku tidak
akan menyapih Anas hingga dia sendiri yang memutuskannya, dan aku tidak akan
menikah sehingga Anas menyuruhku.” *

Dari kisah di atas dapat kita ketahui bahwa kemungkinan ketika itu Anas bin
Malik masih kecil dan masih menyusu. Seandainya penyapihan wajib dilakukan
ketika anak berusia dua tahun, maka tentu Ummu Sulaim tidak akan mengatakan
bahwa ia tidak akan menyapih Anas sampai anaknya itu sendiri yang
memutuskan. Karena bila demikian halnya maka Ummu Sulaim telah menyelisihi
syariat Islam, yang tentunya hal itu akan mendapat teguran dari
Nabi-shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang masih hidup di zaman itu. Namun
tidak ada keterangan dari para ulama mengenai hal ini, sedangkan kisah ini
mahsyur di kalangan mereka. Wallahua’lam.

*Menyapih Ala Islam*

Tidak disebutkannya kewajiban menyapih di usia tepat dua tahun, bukan
berarti anak seterusnya tidak disapih. Tentu saja, bagi siapa saja yang
ingin menyapih anaknya tepat di usia dua tahun, maka itu adalah yang terbaik
karena telah disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 233 bahwa penyusuan
hingga dua tahun adalah penyusuan yang telah sempurna. Namun bagimana cara
menyapihnya adalah dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

Namun salah satu faidah yang dapat kita ambil dari ayat tersebut tentang
penyapihan sebelum dua tahun, adalah bahwa hal itu haruslah dilakukan dengan
kerelaan dan musyawarah antara ayah dan ibu. Karena tidak jarang penyapihan
ingin dilakukan oleh sang ibu saja, karena sudah lelah, kerepotan atau
karena alasan lain, ataupun ayah saja yang menginginkannya karena tidak
ingin ikut-ikutan repot, atau agar istrinya bisa merawat diri, dan
lain-lain. Maka tidak menutup kemungkinan penyapihan setelah anak mencapai
dua tahun pun seharusnya dengan kerelaan dan musyawarah antara ayah dan ibu.
Ditambah lagi anak yang yang telah berusia dua tahun pun sudah bisa diajak
bermusyawarah, maka tentu adalah hal yang sangat terpuji bila penyapihan
dapat dilakukan dengan kerelaan sang anak pula. Apalagi Islam telah
mengajarkan melalui Nabi Allah Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- agar
menyayangi anak-anak. Maka apakah menolak menyusui anak dan membiarkannya
menangis adalah kasih sayang seperti yang diajarkan Islam, sementara Nabi
–shallallahu’alayhi wasallam- pernah memperpendek sholatnya karena mendengar
seorang anak yang menangis?

Allah berfirman,* “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan
kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”* [QS Luqman :
14]

Ayat di atas menunjukkan bahwa pemberian ASI yang sempurna hingga penyapihan
adalah jasa kedua orang tua. Maka jadikanlah jasa ini sebagai kenangan indah
yang akan dikenang baik oleh anak-anak hingga mereka besar nanti.
Menyapihlah dengan kasih sayang, sebagaimana Islam telah mengajarkannya.

Wallahua’lam.

*Ummu Sumayyah Mutiara*
(Selesai ditulis pada hari Jum’at, tanggal19 Februari 2010, Jam 16.15 WIB)

Sumber Bacaan:
- Al Qur’an Digital
- Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka Imam Syafi’i
- Al Bidayah wan Nihayah, Darul Haq
- Subulus Salam Syarah Bulghul Maram, Darus Sunnah
- Al Wajiz, Pustaka As Sunnah
- Sukses Mendidik Buah Hati Sejak Dini, Al Qowam
- www. almanhaj.or.id
- www.thalib.wordpress.com
- www.asysyariah.com

Tuesday, January 31, 2012

Sharing : Resep Sehat sampai Usia 80 Tahun

Beberapa waktu lalu saya sempat sharing tentang pola hidup sehat sampai usia 70 tahun.

Siang ini baru dapet sharing bagus sekali dari teman, yang ayahnya sehat wal afiat sampai usia 80 tahun.


Berikut tips-nya :


Pertama, rutinkan dzikir subhanallah, alhamdulillah, laa ilaha illallah, allahu akbar, 100x setiap harinya.

Hadits dari Abu Hurairah ra,dia berkata,Rasulullah SAW bersabda:
"Sungguh apabila aku membaca سبحان الله والحمد لله ولا اله الاّ الله هو الله اكبر adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit."(HR Muslim no.4/2072)


Kedua, mandi jam 4 pagi, sebelum subuh.

Madinya air dingin lho :-) Dan kabarnya lebih baik lagi kalau mandi dilakukan sebelum shalat tahajjud. Kabarnya ini juga kebiasaan Rasulullah, tetapi saya belum berhasil menemukan referensinya.

Berikut beberapa tulisan tentang mandi pagi
http://www.gudono.com/apps/forums/topics/show/2852844-ayo-mandi-subuh-
http://nuansaislam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=710:mandi-sebelum-subuh&catid=78:bugar&Itemid=178


Ketiga, selalu sabar dan ikhlas.

Aspek ketiga mendukung ke kesehatan jiwa, kesehatan mental, yang akan berdampak juga ke kesehatan fisik. Banyak masalah kesehatan saat ini dipicu oleh stress, sifat mudah marah, dan sifat emosional negatif lainnya.


Keempat, tinggal di tempat yang tenang.

Walaupun sebelumnya tinggal di Jakarta, dalam beberapa tahun terakhir, ayah teman saya ini pindah ke Cianjur. Dengan udara lebih segar, kehidupan yang lebih tenang, hidup juga menjadi lebih tenang.


Demikian sharing hari ini, semoga bermanfaat dan dapat kita tiru :-)

Monday, October 24, 2011

Beberapa Solusi Penyempitan Pembuluh Darah Jantung

Penyempitan pembuluh darah jantung, perlu segera diatasi. Karena jika dibiarkan, akan menjadi sebab terjadinya serangan jantung, yang dapat berakibat fatal.

Pada terapi kedokteran umum, alternatif yang dilakukan adalah :
1. Pemberian obat, biasanya berupa pengencer darah, agar darah bisa lebih lancar melalui pembuluh-pembuluh yang sudah menyempit tersebut.
2. Pemasangan stent (ring), untuk melebarkan pembuluh yang sempit, yang dilakukan melalui kateterisasi (memasukkan berbagai alat melalui pembuluh lengan atau pangkal paha, hingga ke jantung).
3. Operasi by pass, yaitu memasang pembuluh baru, sebagai pengganti pembuluh lama yang telah sempit.

Ada juga terapi medis lain, namun belum dilakukan secara umum, yaitu terapi khelasi, yaitu memasukkan cairan infus asam amino untuk menghilangkan penyebab penyempitan.

Selain itu, terdapat beberapa herba yang diyakini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penyempitan antara lain habbatussauda, minyak zaitun, jus kulit manggis, dan jus buah mengkudu.

Thursday, June 2, 2011

Berburu Produk Sehat dan Halal

Sekitar 15 tahun terakhir saya mulai memperhatikan kehalalan makanan. Maka bagi saya, makanan apapun tidak masalah, yang penting ada label halal. Paling bagus jika label halalnya adalah dari MUI atau lembaga halal lainnya. Tingkat kedua adalah yang label halalnya "self claimed", yang walaupun belum terjamin, tapi pertanggung jawaban sudah berpindah :-) Tingkat ketiga, ketika ditanya, sang penjual menjawab "halal" :-)

Juga pada tingkat ketiga adalah, yang walaupun tidak ada label halalnya, kita cek di kandungan (ingredients), tidak ada bahan-bahan yang meragukan. Untuk makanan misalnya gelatin, lesitin, dll. Untuk kosmetik juga gelatin.

Di sisi lain, saya juga memperhatikan kesehatan makanan. Saya anti MSG, dan di rumah tidak pernah masak menggunakan MSG. Hal ini "ditunjang" juga dengan kondisi saya dan anak-anak. Saya biasanya pusing jika makan makanan mengandung MSG. Sedangkan anak saya biasanya gatal-gatalnya kambuh.

Selain itu saya juga mengkonsumsi madu dan propolis, dengan latar belakang kesehatan Islami. Saya juga sudah mulai memilih sayuran organik, namun masih belum menyeluruh, bagi saya organik sekedar lebih baik, sayuran biasa pun masih oke. Selain itu saya masih kesulitan menemukan sayuran organik secara rutin.

Nah di 5 tahun terakhir, perhatian ke kesehatan ini semakin meningkat. Setelah saya membaca buku Hiromi, mengikuti milis Gizi Bayi Balita, mengikuti milis Food Combining, membaca buku pola makan anti kanker.

Saya mulai beralih ke makanan sehat, makanan organik. Pas di dekat rumah saya ada toko makanan organik yang bisa delivery. Cocok sekali dengan saya :-)

Berikut daftar belanja setelah menjadi organik-mania :
1. Garam menjadi garam laut
2. Sayur, buah, ayam, ikan, susu, telur, beras biasa menjadi organik
3. Roti menjadi roti gandum tanpa pengawet
4. Margarin menjadi mentega
5. Minyak sawit menjadi minyak kelapa

Yang sebaiknya dikurangi bahkan dihilangkan :
1. Mi, makaroni, dan aneka pasta yang terbuat dari terigu
2. Roti putih
3. Gula
4. Margarin

Dan yang perlu diperbanyak adalah sayur dan buah :-)

Dan untuk kosmetik, yang sehat adalah yang tanpa pengawet (paraben) dan ftalat.

Kembali ke judul tulisan ini, ada satu hal yang masih memerlukan sedikit usaha. Karena produk yang halal, masih jarang yang peduli dengan kesehatan. Sedangkan produk organik, biasanya buatan luar negeri yang belum terjamin kehalalannya. Ini berlaku untuk makanan, juga untuk kosmetik. Hehe.. seru kan? Mari kita berburu makanan dan kosmetik yang sehat dan halal.

Thursday, May 19, 2011

Meningkatkan Produksi ASI

Ada yang menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada makanan tertentu yang dapat meningkatkan produksi ASI.

ASI adalah proses demand-supply, sehingga semakin banyak dikeluarkan, akan semakin meningkat produksinya. Dan faktor yang mempengaruhi produksi ASI adalah dua hormon yaitu oksitosin dan prolaktin. Maka seringkali disampaikan bahwa yang terpenting adalah sugesti dan keyakinan.

Namun, dari pengalaman saya sendiri, rasanya ada juga ya makanan-makanan yang meningkatkan produksi ASI. Hanya jika saya perhatikan, makanan-makanan itu berpengaruh di awal. Maksudnya, jika kita makan secara rutin, rasanya tidak terlalu membuat peningkatan. Terasa peningkatan ketika baru hari itu kita makan makanan tersebut. Hehe, mudah-mudahan bisa dimengerti maksud saya.

Mungkin artinya ada hubungannya dengan kesenangan juga ya? Bagaimanapun ada rasa bosan jika makanan tidak berganti-ganti, dan ada rasa senang jika ada makanan baru :-) Mungkin :-)

Berikut beberapa makanan yang rasanya cukup berpengaruh meningkatkan produksi ASI saya :
- Jus pare muda + melon
- Sayur katuk
- Kacang tanah
- Kacang merah
- Kacang ijo
- Jagung manis
- Habbatussauda
- Sari kurma
- Klorofil
- Daun pepaya
- Bunga pepaya

Silakan dicoba, dan dibuat bervariasi setiap harinya.. :-)

Sunday, May 15, 2011

Tips Sehat Alami Perawatan Rambut dan Kulit

Masih dari ceramah dr. Dewi Inong, SpKK, perawatan yang diperlukan sehari-hari adalah :

1. Berjalan pagi 30 menit cukup dengan wajah dan tangan terbuka. Pada periode ini tidak perlu menggunakan sunscreen. Termasuk jika kita merawat lansia, sebaiknya setiap hari dijemur selama 30 menit.
2. Kenakan sunscreen untuk melindungi dari sinar ultraviolet A, B, C, yang selain bersumber dari sinar matahari, juga berasal dari sinar lampu dan komputer.
3. Bersihkan wajah di malam hari dengan pembersih, sabun, dan penyegar.
4. Gunakan krim malam untuk usia 30 tahun ke atas.
5. Untuk badan, gunakan lotion segera setelah mandi.

Sedangkan untuk rambut, inilah tips perawatannya :
1. Jangan ikat rambut terlalu kencang
2. Sisirlah rambut 3 - 4 kali sehari, agar peredaran darah lancar.
3. Gunakan sisir jarang, bukan sikat.
4. Jika basah jangan diikat atau ditutup.
5. Ubahlah posisi garis dan model rambut agar menghindari kebotakan.
6. Urailah rambut sekali-sekali, jangan terus menerus diikat.
7. Sebulan sekali lakukan cream bath, cukup dengan perawatan cream bath di rumah.
8. Bagi ibu yang menyusui biasanya ada kecenderungan rambut rotok sampai bayi berusia 18 bulan, tetapi nanti rambut akan tumbuh kembali.

Untuk menjaga kelenturan kulit, gunakan sabun yang mengandung kolagen, serta perbanyak makanan yang mengandung kolagen :
1. Teri segar (bisa dibuat pepes)
2. Ceker ayam
3. Vit C dari sayur dan buah
4. Kedelai

Dr. Diana Dreoss dari Amerika Serikat menyarankan untuk memperbanyak makan tempe. Di AS saat ini sedang trend makan tempe, yang di sana disebut soycake, tempeh, dengan harga yang sangat mahal. Mereka membuat jus tempe dari tempe mentah. Bisa juga dikukus dahulu.

Beberapa makanan lain yang juga berkhasiat :
1. Pepaya untuk menunda uban
2. Goji berry untuk mengencangkan kulit
3. Habbatussauda jintan hitam untuk usia di atas 30 tahun

Mudah dan murah kan? Sehat dan alami lagi! Selamat mencoba! :-)

Cantik itu Putih?

Masih dari ceramah dari dr. Dewi Inong, Sp.KK, kali ini membahas tentang cantik yang selama ini sering diidentikkan dengan kulit putih.

Jika kita lihat di iklan dan kecenderungan perempuan Indonesia, maka semua berlomba-lomba untuk menjadi putih, dengan anggapan bahwa putih itulah yang cantik.

Berbagai krim, perawatan, suntikan, vitamin, marak di Indonesia dengan iming-iming kulit yang lebih cerah, lebih putih.

Ini terjadi juga di negara-negara Asia, seperti Thailand, juga Cina. Bahkan Afrika :-)

Tapi di Amerika, perempuan justru berlomba untuk berkulit coklat. Bagi mereka, kulit coklat itu katanya "eksotik". Di sana, justru tersedia jasa penggelapan kulit, dengan disinari lampu berjam-jam. Di Amerika penggelapan dengan lampu atau di bawah matahari berjam-jam meningkatkan resiko penyakit kanker kulit.

Di Indonesia banyak sekali terjadi pelanggaran dalam hal penggunaan bahan-bahan kosmetika. Dan harga barang terlarang itu terbentang dari yang sangat murah sampai yang sangat mahal. 30 ribu sampai 10 juta. Luar biasa.

Di negara lain, krim merkuri sudah dilarang,
Hidroquinon sudah dilarang, suntikan botox sudah diharamkan.

Suntik vitamin C sebanyak 1000 cc, padahal kebutuhan tubuh adalah 100cc. Maka sisanya dibuang melalui ginjal. Jika dilakukan terus menerus, kerja ginjal menjadi terlalu berat, akhirnya menjadi rusak.

Padahal kecantikan yang terpenting bukanlah kecantikan fisik. Ada pasien dr. Inong seorang wanita yang kusta, yang jarinya patah-patah, tetapi suaminya sama sekali tidak beranjak dari sisinya. Karena yang terpenting adalah kecantikan dari dalam, inner beauty.

Yang tepat adalah menerima kondisi kulit masing-masing apa adanya. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kondisi kulit suatu ras berkaitan dengan paparan sinar matahari di wilayah tersebut secara geografis. Semakin banyak sinar matahari, semakin banyak pigmen kulit dihasilkan, maka kulit pun akan semakin coklat.

Matahari sebenarnya sangat bermanfaat bagi kita, sebagai penghangat, pembentukan vitamin D untuk tulang, serta sebagai zat anti depresi.

Namun, dalam cahaya matahari, terdapat 3 jenis sinar ultraviolet, yaitu :
1. UV-A yang menghitamkan kulit
2. UV-B yang mengakibatkan penuaan dini dan kanker kulit
3. UV-C yang berbahaya kanker

Maka yang terpenting adalah menjaga kulit agar tetap sehat, tidak mengalami penuaan dini, tetap terkena cukup sinar matahari sebagai sumber vitamin D, namun terjaga dari paparan ultra violet yang berlebihan.

Caranya, di pagi hari sangat baik untuk berjalan kaki selama 30 menit, sebelum jam 9. Antara jam 9-16 sebaiknya tidak kena matahari, untuk menghindarkan penuaan dini dan kanker kulit.

Mau menggunakan krim pemutih, boleh-boleh saja. Ada beberapa patokannya :
1. Putih maksimal adalah sama dengan bagian bawah lengan. Jika lebih putih dari itu, artinya mengandung merkuri.
2. Gunakan kosmetika yang sudah dikenal dan ada bukti pemeriksaan POM.
3. Dari berbagai perlindungan kulit, lotion, krim, dan lain-lain, perlindungan terbaik adalah pakaian, dengan SPF 15 sampai 50.

Pakai Jilbab, Kulit dan Rambut Sehat!

Dari ceramah Jumat oleh dr. Dewi Inong, SpKK, tentang kesehatan muslimah, dijelaskan bahwa ternyata busana muslimah itu menyehatkan untuk rambut dan kulit lho.

Ada yang mengatakan bahwa berjilbab membuat rambut rontok. Untuk thesis beliau, Dr. Inong membuat penelitian khusus untuk hal ini, dengan membandingkan rambut 50 perempuan berjilbab dan 50 perempuan tidak berjilbab. Hasilnya, tidak ditemukan hubungan yang berarti antara berjilbab dengan kerontokan rambut.

Malah berdasarkan pengalaman, setelah berjilbab, rambut justru lebih sehat, lebih hitam, dan tidak kering, karena terlindung dari sinar matahari.

Oya, ternyata ada bedanya antara rambut rontok dan rambut patah.

Rambut dikategorikan rontok jika dalam sehari jumlah yang rontok lebih dari 100 rambut, dan rontok beserta dengan akarnya. Jika tidak ada akar, maka itu adalah rambut patah. Rambut patah biasanya disebabkan oleh sampo yang tidak cocok, atau rambut yang diikat terlalu kencang.

Jika rambut termasuk dalam kategori rontok, berkonsultasilah ke dokter kulit, agar dicari solusi yang paling tepat.

Sekarang tentang kulit.

Sempat ada pendapat bahwa muslimah yang berpakaian tertutup akan kekurangan vitamin D.

Ternyata hal ini sama sekali tidak benar. Seorang dokter kulit ahli vitamin D dari Amerika Serikat yang pernah ditemui langsung oleh dr. Inong menyatakan bahwa, untuk kecukupan vitamin D, berjalan kakilah 30 menit di pagi hari, cukup dengan bagian wajah dan tangan yang terbuka. Subhanallah, sungguh sesuai dengan batasan aurat muslimah ya?

Mengapa perempuan dibedakan busananya dengan laki-laki?

Ternyata karena kulit perempuan memang berbeda dengan laki-laki. Kulit perempuan lebih tipis, dengan pigmen yang lebih sedikit. Jika kita bandingkan, untuk ras yang sama, misalnya sesama orang Jawa atau sesama orang Lampung, maka perempuan akan memiliki kulit yang lebih cerah.

Kepedulian untuk mulai memakai baju yang tertutup sedang digalakkan juga di Australia. Saat ini jumlah penderita kanker kulit di Australia sangat tinggi, karena mereka yang berkulit sangat putih berusaha menggelapkan kulitnya dengan berjemur dengan busana minimal.

Prinsip kecantikan bagi muslimah adalah menyenangkan dipandang suami, maka perawatan fisik tetap diperlukan, namun dalam konteks untuk suami. Ada suami yang memang tidak pernah mengeluh dengan penampilan istrinya, namun, jika istrinya merawat diri, biasanya suami akan lebih senang.

Kita sudah diberi petunjuk oleh Allah pada Al Quran surat 24 ayat 31 dan ternyata memang itulah yang terbaik untuk kita! Dengan berbusana muslimah, kita ternyata memperoleh banyak hikmah, yaitu terhindar dari penuaan dini, kanker kulit, serta kerusakan rambut.

Oya ada sedikit penjelasan tentang rasa panas.
Dibandingkan dengan rasa sakit yang lain, rasa panas adalah yang paling susah dihilangkan dengan penghilang rasa sakit. Mungkin itu sebabnya neraka terbuat dari api.

Tuesday, September 21, 2010

Pengobatan Islami - Habbatussauda

Sebagai lanjutan dari 3 tulisan sebelumnya yaitu Pengobatan Nabi, Terapi Al Qur'an, dan Madu, berikut adalah tulisan tentang habbatussauda, sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Zia Ul Haq dari Klinik Sehat.

Dalam Hadits Rasulullah bersabda, "Minumlah Habbatussauda, sesungguhnya padanya terdapat obat bagi segala penyakit kecuali kematian"

Berdasarkan penelitian, habbatussauda memiliki khasiat menyembuhkan penyakit yang sangat beraneka ragam, antara lain sebagai berikut :
- Memulihkan kepenatan dan semangat
- Batuk bronkitis
- Perut cacingan
- Jerawat
- Antihistamin (meredakan gejala alergi)
- Antibiotik (membunuh kuman)
- Penambah tenaga
- Meningkatkan metabolisme
- Menyembuhkan kencing manis
- Menyembuhkan hipertensi

Meminum habbatussauda tidak ada efek samping, tidak akan membuat sakit, asalkan sesuai dengan takaran dan aturan pemakaiannya.

Hasil dari mengkonsumsi habbatussauda secara rutin adalah akan terjadi perubahan integral yang bersifat integral, yaitu dari sisi fisik-materil, mental-emosi, serta restorasi spiritual.

Habbatussauda setelah pengolahannya terbagi menjadi empat jenis :
- Biji
- Minyak
- Serbuk
- Ekstraksi

Dan dalam penggunaannya, habbatussauda akan lebih efektif jika disesuaikan bentuk olahannya. Antara lain, untuk penyakit kronis maka lebih cocok dalam bentuk ekstraksi. Sedangkan untuk daya serap tinggi, lebih cocok dalam bentuk minyak.

Karena habbatussauda tidak tumbuh di Indonesia, maka habbatussauda adalah hasil impor dari Timur Tengah. Maka, bagi sebagian orang akan terasa panas di lambung, terutama jika tidak sesuai dengan aturan pakainya.

Pengobatan Islami - Madu

Sebagai lanjutan dari 2 tulisan sebelumnya yaitu Pengobatan Nabi dan Terapi Al Qur'an, berikut adalah tulisan tentang madu, sebagaimana yang dijelaskan oleh dr. Zia Ul Haq dari Klinik Sehat.

Khasiat madu untuk pengobatan tertulis secara eksplisit di dalam Al Qur'an, yaitu pada surat An Nahl ayat 68-69 :
Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah , "Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.

Sebagaimana prinsip utama pengobatan nabi, yaitu bahwa "Setiap penyakit ada obatnya".
Maka dalam ayat tersebut Allah menegaskan bahwa dalam madu terdapat obat bagi berbagai penyakit.

Beberapa kelebihan dan khasiat madu adalah :
- mudah dicerna
- rendah kalori
- dapat membunuh bakteri
- memperlancar fungsi otak
- cepat berdifusi dgn darah

Ciri utama dari pengobatan dengan menggunakan madu :
- secara esensial menyembuhkan, bukan sekedar analgesik (penghilang rasa sakit)
- madu tidak akan membuat bakteri menjadi resisten

Contoh penggunaan madu pada anak yang demam, yaitu minumkan madu yang sudah dilarutkan ke dalam air.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, madu mana yang benar-benar baik yang bisa menyembuhkan?
Salah satu prinsip dalam pengobatan Islami adalah bahwa setiap penyakit ada obatnya, dan obat itu ada di sekitar kita.
Maka, sebenarnya, madu yang terbaik untuk orang Indonesia, adalah madu dari lebah/pohon/hutan Indonesia.
Karena madu tersebut terjadi sesuai dengan iklim di Indonesia, yang ternyata memang cocok dengan kondisi pencernaan orang Indonesia.
Yang penting adalah mencari produsen madu yang baik dan terpercaya, yang tidak memalsukan madu yang diproduksinya.

Mari kita masukkan madu dalam menu sehari-hari, dan terutama jadikan obat pada saat kita sakit. Insya Allah, penyakit kita akan sembuh.

Monday, September 20, 2010

Pengobatan Islami - Terapi Al Qur'an

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Pengobatan Nabi yang disampaikan oleh dr. Zia Ul Haq dari Klinik Sehat, pada tulisan kali ini, saya akan menyampaikan point pertama, yaitu metode pengobatan nabi dengan Al Qur’an.

Al Qur'an sebagai obat? Bagaimana maksudnya? Apakah ayat Al Qur'an ditulis, lalu kertasnya dimasukkan ke dalam air dan diminum? Hehe bukan yang itu :-)

Sebagaimana tertulis dalam Al Qur'an, Al Qur'an adalah syifa, obat.
Cara penggunaannya, adalah dengan mendengarkan ayat Al Qur'an tersebut. Ajaib bukan?

Pernah dilakukan sebuah penelitian di Jerman, terhadap sekelompok penderita hipertensi. Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok :
- Kelompok I, diperdengarkan ayat Al Qur'an
- Kelompok II, diperdengarkan suara dalam bahasa Arab tetapi bukan Al Qur'an
- Kelompok III, diperdengarkan suara yang lain
Sebagai catatan semua orang tersebut bukan muslim dan tidak mengerti bahasa Arab.

Hasil dari terapi tersebut adalah sebagai berikut (angkanya kurang lebih, mudah-mudahan tidak terlalu meleset :-) )
- 80% peserta pada Kelompok I mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan
- 17% peserta pada Kelompok II mengalami penurunan tekanan darah secara signifikan
- Tidak ada peserta pada Kelompok III yang mengalami penurunan tekanan darah, malah ada yang justru naik

Sungguh hasil yang menakjubkan.

Hasil penelitian membuktikan bahwa ada banyak hal positif yang diperoleh saat kita mendengarkan ayat suci Al Qur’an :
- Menurunkan depresi
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Mengurangi pikiran negatif

Lalu bagaimana jika ada anggota keluarga yang sakit? Bisakah kita sembuhkan dengan Al Qur’an?
Jawabannya : bisa.
Anda tidak yakin? Justru itu adalah faktor utama. Anda harus yakin :-)

Mencontoh kepada Rasulullah SAW, berikut yang beliau lakukan jika menjenguk orang yang sakit. Pertama beliau bertanya, bagian mana yang sakit. Setelah beliau tahu, beliau akan memegang bagian tersebut, mengucapkan doa, dan membacakan Al Qur’an.

Maka, jika ada anggota keluarga kita yang sakit, mari kita coba cara ini. Pegang bagian yang sakit, ucapkan doa, bacakan Al Qur’an. Perdengarkan Al Qur’an di ruangan tempat keluarga kita itu tidur.

Lalu adakah implementasinya untuk kehidupan sehari-hari?
Mengingatkan manfaat positifnya dari sisi kesehatan, ada baiknya kita mulai perdengarkan ayat suci Al Qur’an di mana pun kita berada. Di komputer kantor, di music player di perjalanan, di HP.

Lebih baik lagi jika kita sendiri yang membacanya. Dampaknya akan lebih menyeluruh, karena lebih banyak lagi panca indra yang berinteraksi dengan Al Qur’an.

Insya Allah akan banyak manfaatnya.

Pengobatan Islami - Pengantar

Pada Ceramah Dzuhur Ramadhan 1431 di kantor, salah satu topiknya adalah tentang thibbun nabawi, atau metode pengobatan nabi, atau pengobatan Islami, yang disampaikan oleh dr. Zia Ul Haq dari Klinik Sehat.

Berikut beberapa point pada ceramah tersebut, yang akan saya buat dalam beberapa tulisan.

Prinsip utama dalam pengobatan Islami adalah bahwa ”Setiap penyakit ada obatnya”.

Ada enam karakteristik dari pengobatan Islami :
1. Ketundukan terhadap ajaran dan moralitas Islam
2. Logis dan rasional
3. Adanya pemahaman secara komprehensif pada aspek, fisik, akal, dan jiwa
4. Bersifat global, tidak memerlukan biaya yang mahal
5. Bersifat ilmiah
6. Memberikan solusi yang unik dan istimewa

Metode pengobatan nabi menggunakan empat alternatif terapi utama :
1. Al Qur'an
2. Madu
3. Habbatussauda
4. Bekam

Di luar keempat hal tersebut, terapi juga dilakukan dengan shalat tahajjud, sedekah, shalat khusyu, dan berbagai ibadah lain yang ternyata berdampak baik bagi kesehatan.

Berbagai permasalahan kesehatan pada dasarnya dipengaruhi oleh perilaku kita sehari-hari :
- Cara menghadapi masalah yang salah sehingga terjadi tingginya stress.
- Pilihan makanan yang salah, cara makan yang salah
- Cara hidup yang salah
- Perilaku yang salah

Dan salah satu paradigma yang terpenting adalah, jika kita sakit, bukan berarti kita harus ke dokter. Metode pengobatan Islami ini dapat dilakukan oleh siapa saja, di rumah masing-masing. Anda tidak yakin? Justru keyakinan adalah faktor utamanya. Anda harus yakin :-)

Bagaimana jika ternyata tidak sembuh?
Indahnya Islam, sakit juga adalah cobaan. Jika kita ikhlas menjalani dan menerimanya, penyakit dapat melebur segala dosa. Kalau pun akhirnya kita dipanggil Allah SWT, itu artinya Allah lebih sayang pada kita.
Indah bukan?

Sebagai informasi, penjelasan lebih jauh tentang pengobatan Islami ini dapat dilihat di www.kliniksehat.com. Termasuk konsultasi serta berbagai produk pengobatan Islami.

Demikian tulisan kali, ini semoga bermanfaat. Insya Allah akan diteruskan dengan penjelasan detil dari masing-masing terapi. Semoga Allah memberikan kesempatan :-)