Showing posts with label olah sampah. Show all posts
Showing posts with label olah sampah. Show all posts

Sunday, September 2, 2012

Perkembangan Belimbing Wuluh Dan Proyek Baru Kecapi

Sudah lama juga saya tidak mengabarkan tentang pohon-pohon saya yaa :-)

Pertama kabar belimbing wuluh. Beberapa bulan lalu, saya kirim 6 pohon belimbing wuluh ke Bu Maria Hardayanto di Bandung, seorang ibu aktivis lingkungan dan oleh beliau dibagikan ke komunitas Engkang-engkang dan komunitas @sukamulya indah. Minggu lalu beliau kirimkan foto-fotonya, senang sekali melihat pohon-pohon itu bisa bertahan dan semoga bisa sampai besar dan memberi manfaat untuk bantaran sungai dan juga dengan buahnya. Terima kasih buat Bu Maria yang bersedia menampung bayi-bayi belimbing wuluh saya :-)

Dan sekarang sudah ada sekitar 10 bayi belimbing wuluh lagi, baru saya pindahkan ke pot gelas plastik andalan, semoga bisa bertahan :-) Kalau ada yang berminat silakan e-mail ke bunda.khadijah@gmail.com yaa.. Kalau tidak ada yang berminat, akan dititipkan lagi ke Ibu Maria, yang mudah-mudahan masih bersedia menampung..

Proyek berikutnya, adalah pohon kecapi.

Waktu berkunjung ke keluarga di Idul Fitri lalu, ada yang punya pohon kecapi besaaar yang sedang berbuah lebaaat. Saya baru pertama kali makan buah kecapi :-D

Selama ini saya bayangkan kecapi itu buahnya mirip petai, ternyata beda banget hehehe..

Kecapi ternyata dari luar mirip-mirip jambu klutuk atau jeruk, bulat dengan diameter sekitar 10cm, warna kulitnya kuning muda, dan kulitnya keras dan tebal. Membuka kecapi cukup sulit. Mirip-mirip membuka manggis. Dan isinya pun mirip manggis, hanya lebih tawar.

Naaaah, biji kecapi itu beberapa saya keringkan, dan hari ini saya coba tanam. Mudah-mudahan tumbuh semua :-)

Proyek lain yang masih berlanjut adalah penanaman biji kurma hasil kurma Ramadhan lalu. Sudah ada beberapa tunas yang mulai tumbuh, semoga tumbuh semua dan cepat besar :-)

Demikian perkembangan sementara "perkebunan" saya :-)

Dan, biji apa yang sudah Anda tanam hari ini?

Monday, January 30, 2012

Botol Air Mineral Bekas : Alat Penyiram

Minggu lalu saya mendapat ide bagus untuk pemanfaatan botol air mineral bekas. Supaya kalimatnya ngga kepanjangan, saya singkat jadi BAMB ya :-)

Ide ini datang dari anak saya nomer dua, yang memang senang berkreasi, yaitu jadi alat penyiram tanaman :-)

Selama ini saya sudah pakai BAMB untuk menyiram tanaman di kantor dan di dalam rumah. Tapi penggunaannya kurang keren, BAMB cuma saya isi air, lalu untuk menyiram tutupnya saya buka, dan airpun dituangkan ke pot. Biasa banget :-D Plus airnya sering kebanyakan, jadi tergenang di bawah pot :-D

Nah, ide anak saya ini sebenarnya berawal dari kesenangan dia main air dan main semprot-semprotan air. Jadi dia buat lubang-lubang di tutup BAMB dengan menggunakan paku payung, isikan air ke BAMB, lalu botol BAMB ditekan, airnya pun tersemprot keluar.

Lalu entah dengan alasan apa, dia berikan BAMB hasil karyanya itu ke saya, lalu saya jadikan alat siram :-) Enak banget sekarang, menyiram tinggal tekan BAMB, air keluar secukupnya, tidak sampai menggenang.

Saya coba buat satu lagi untuk penyiram tanaman di kantor, tapi saya kurang cerdas. Lubangnya terlalu banyak :-) Hasilnya, belum ditekan, airnya sudah keluar :-D
Saya buat sekitar 15 lubang. Kata anak saya, "Yah, Mama, banyak banget kalau 15 mah, 5 aja udah cukup :-)"

Sebagai ringkasan, berikut langkah pembuatan Alat Penyiram dari Botol Air Mineral Bekas (BAMB) :

1. Bersihkan BAMB
2. Lubangi tutup BAMB dengan paku payung (5 lubang dulu, jika dirasa kurang, tinggal ditambah)

Penggunaan ketika akan menyiram :

1. Isi BAMB dengan air
2. Tekan BAMB (seperti akan mencengkeram BAMB tersebut)
3. Air pun akan tersiram keluar melalui lubang-lubang pada tutup BAMB

Demikian sharing hari ini, semoga bermanfaat :-)

Tuesday, September 20, 2011

New Green 5R

Copy paste dari milis akuinginhijau. Semoga bermanfaat :-)
Mana yang sudah Anda mulai? Mudah-mudahan semua sudah yaa :-)

==

5R ini disadur dari artikel "Ten Tips for a Zero-Waste Household"

1. Refuse: tolak barang yang tidak dibutuhkan seperti brosur-brosur
dan barang-barang marketing gratisan lainnya.

2. Reduce: rapikan rumah anda dan sumbangkan barang yang sudah tidak
anda pakai, jangan disimpan di dalam gudang terus. Barang anda bisa
menjadi emas bagi orang lain yang membutuhkannya. Selain itu, selalu
gunakan daftar belanja sehingga anda tidak membeli barang yang tidak
anda butuhkan.

3. Reuse: ganti barang sekali pakai dengan yang bisa dipakai
berulang-kali seperti tissue diganti sapu tangan, popok kain, yang
selain hijau juga hemat. Pakai juga kantong/tas belanja agar tidak
menggunakan kantong plastik kresek.

4. Recycle: cari tahu tempat-tempat daur ulang yang ada, dan kalau
anda menemukannya, share dengan dengan teman-teman lain. Selain itu,
sebisa mungkin membeli barang secondhand yang seringkali masih dengan
kondisi baik. Hindari membeli barang berbahan dasar plastik karena
plastik akhirnya akan terbuang dan memenuhi tempat pembuangan sampah
serta laut.

5. Rot: coba ikutan membuat kompos dari sisa makanan anda, jangan lupa
beli bibit tanaman agar alhasil anda bisa menghasilkan sendiri bahan
makanan dari sisa makan anda. Kalau ada sudah coba makan dari tanaman
sendiri, masak apa pun rasanya mak nyus dan bangga.

Sunday, May 29, 2011

Kabar Rumah Hijauku

Mohon maaf saya baru sempat mengabarkan lagi tentang berbagai aktivitas hijau saya :-)

Berikut saya infokan dalam satu tulisan yaa..

Pertama, tentang pengelolaan air.
Akhirnya di rumah saya sudah ada penampungan air hujan. Sesuai saran dari teman-teman milis Greenlifestyle, Pak Nur, tukang langganan saya berhasil membuatnya. Dia menggunakan tong besar biru yang bertutup putih, dengan keran di bawah, lubang plus filter di atas, pipa pengeluaran, dan pemasukan air hujan dari talang.

Minggu lalu saya sudah mulai panen air hujannya, dan menggunakannya untuk menyiram tanaman :-)

Satu hal yang terpikir adalah tentang jentik nyamuk, yang saya khawatirkan akan tertarik untuk berkembang-biak di tangki itu. Berdasarkan masukan di milis lagi, ada saran di web Pak Sobirin, agar memasukkan ikan ke tangki. Saya belum coba :-)

Selain itu saya juga sedang membuat lubang biopori dan sumur resapan ;-) Lubang biopori tadinya akan saya buat di selokan, tetapi saya pikir-pikir lagi, di bawah selokan itu sepertinya ada pipa PAM, bisa merusak pipa PAM nanti. Akhirnya saya buat di paving depan. Sumur resapan dibuat di paving belakang. Dan di atasnya nanti akan saya buat kebun kecil untuk sayuran dan bumbu dapur si Mbak :-) Kedua proyek ini sedang dikerjakan oleh Pak Nur :-)

Kedua, tentang tanaman anti nyamuk.
Ternyata rosemary tidak kuat di udara Jakarta. Dari 9 pohon, 8 pohon kering kerontang karena saya salah meletakkan dan sempat lupa menyiram. 1 yang berhasil selamat adalah yang saya letakkan di bawah zodia dan rutin tersiram bersama zodia dan terkena hujan.
Lavender, justru berhasil hidup tenang, juga di bawah zodia :-)

Ketiga, tentang pengelolaan sampah.
Takakura saya sementara istirahat dulu dari penambahan sampah. Terjadi bau yang cukup heboh, plus ada binatang-binatang kecil beterbangan. Setelah dikonsultasikan dengan Pak Primadia, ternyata penyebabnya adalah sampah yang terlalu basah atau tidak langsung dikomposkan sehingga sempat terpapar dengan binatang.
Untuk sampah yang terlalu basah akhirnya dicampur dengan daun kering. Dan saya usahakan agar sampah langsung masuk ke takakura.
Sepertinya saya akan beli pencacah, supaya tidak repot mencacah ;-)
Dan saya sepertinya akan beli takakura lagi. Satu untuk di kantor, satu tambahan untuk di rumah, karena sepertinya sampah organik saya agar overdosis :-)

Keempat, info lain, saya sekarang punya anggrek :-) Saya pernah punya, tapi tewas dengan sukses. Ternyata saya salah, anggrek itu seharusnya jangan diletakkan di lantai, tetapi digantung, dengan media pakis dan arang. Akhirnya sekarang saya ikuti nasihat itu. Dan di tangga ke jemuran, bergantunglah satu anggrek mungil :-)

Kelima, kebun sayur dan buah.
Buncis sudah mulai merambat-rambat di berbagai pohon tinggi. Paprika dan cabe sudah mulai tumbuh ramai. Sawi dan bayam masih belum ada tanda-tanda kehidupan. Jahe, kunyit, dan kencur sudah mulai berdaun. Kacang merah sudah tumbuh satu, yang satu daunnya dimakan tikus. Jeruk oranye sudah mulai tumbuh keciiiil. Jeruk nipis masih belum terlihat.

Keenam, di blog Ibu Christine, saya lihat ada kreasi pembuatan tas dari koran yang dianyam! Wah, ini yang saya cari-cari. Saya mau coba ah.. Dan kira-kira apa bisa diterapkan untuk kemasan tetrapak ya? Karena saya belum menemukan tempat yang mau menerima kemasan tetrapak saya lagi..

Demikian kabar rumah hijauku, semoga bisa menjadi inspirasi ;-)

Tuesday, May 10, 2011

Era Baru Buat Kompos Saya : Takakura

Tadi malam datanglah keranjang takakura yang saya pesan. Saya beli dua, satu buat saya, satu buat ibu saya.

Saya langsung bongkar, isinya ada keranjang, karton pelapis bagian dalam keranjang, sekop, dua karung sekam, dan satu kantong plastik kompos yang sudah jadi.
Katanya, takakura ini bisa diletakkan di dalam ruangan, karena tidak akan berbau dan menghasilkan cairan.

Saya kutip beberapa informasi dari petunjuk pemakaiannya yaa..

Cara pemakaiannya, masukkan dulu kompos yang sudah jadi, lalu tutup dengan bantalan sekam. Keranjang pun siap menerima sampah organik.

Sampah organik yang dapat diolah dengan keranjang takakura adalah :
1. Sampah sayur baru dan sisa sayur basi
2. Sisa nasi basi dan sisa makanan
3. Sampah buah kecuali kulit buah yang keras
4. Sampah ikan dan daging tetapi jangan terlalu banyak

Sampah kebun ternyata tidak dapat diolah dengan keranjang takakura. Berarti sampah kebun saya tetap akan menggunakan komposter lama.

Sebelum dimasukkan sampah organik dapat terlebih dahulu dicacah untuk mempercepat pemrosesan.

Langkah penggunaan keranjang takakura adalah :
1. Buka keranjang takakura dan bantalan sekam
2. Gali media pengkomposan dengan sekop kecil tepat di tengahnya sehingga
berbentuk lubang. Sesuaikan ukuran galian dengan sampah yang akan dimasukkan
3. Masukkan sampah organik
4. Timbuh sampah dengan media dari tepi sehingga sampah tertutup
5. Tutup dengan bantal sekam
6. Tutup keranjang takakura

Oya, bantalan sekam berfungsi untuk mencegah lalat masuk dan bertelur yang bisa menyebabkan belatung. Bila pun ada telur lalat yang masuk, lalat tidak bisa keluar dan mati di dalam keranjang. Jadi bantalan ini menjamin penutupan keranjang tetapi memastikan udara tetap dapat keluar masuk.

Wah, kayaknya menarik yaaaa.. Saya mau coba mulai besok aaah.. Mudah-mudahan sukses :-)

Sunday, May 8, 2011

Biopori dan Penampungan Air Hujan

Dalam beberapa diskusi dengan beberapa orang, untuk mencegah banjir kita disarankan untuk membuat Lubang Resapan Biopori (LRB), membuat sumur resapan, dan membuat penampungan air hujan.

LRB katanya yang paling mudah, dan cukup efektif menambah resapan air.

Saya sebenarnya sangat tertarik. Tapi agak bingung akan dibuat di mana LRB-nya. Karena halaman saya sebagian besar dilapisi ubin dan paving block. Ada bagian yang tidak dilapisi, bagian itu (sepertinya) adalah bagian atas dari septic tank.

Paling bisa di selokan. Kabarnya LRB bisa juga dibuat di selokan.

Tadi pagi dari milis greenlifestyle, ada refernsi penjual LRB online, sama dengan penjual keranjang takakura saya.

Akhirnya saya pesan :-) Kalau yakin sesuatu bermanfaat, yang penting beli dulu, nanti insya Allah ada gunanya :-)

Kedua, saya selama ini sedih sekali melihat air hujan yang tercurah begitu saja dari atap rumah saya. Dan saya memakai begitu banyak air dari sumur untuk sekedar menyiram tanaman. Ingin sekali saya memanfaatkan air hujan itu.

Nah ini saya dapat juga jawabannya dari milis greenlifestyle. Ada beberapa referensi pembuatan penampungan air hujan yang cukup mudah. Tapi bukan saya yang akan buat, saya akan panggil tukang hehehe..

Ketiga, cita-cita saya ada membuat sumur resapan, yang ini belum ada tanda-tanda akan terwujud, semoga sebentar lagi :-)

Sekarang, menunggu bor LRB dan pak tukang pembuat penampungan air hujan :-) tik tok tik tok (bunyi jam maksudnya hehe..)

Pesan Komposter Baru : Takakura

Sekitar empat tahun lalu saya beli komposter, model yang terbuat dari gentong plastik, yang ada cairan lindi dan sedikit berbau.

Alhamdulillah saya pernah sekali panen kompos :-)

Tapi setelah itu proses pengomposan terhenti, saya lupa juga apa sebabnya.

Sekitar tiga bulan lalu, saya coba aktifkan lagi. Sampai akhirnya komposter penuh, dan saya pun beli satu komposter yang sama.

Pagi tadi saya baca-baca di internet, ternyata ada indikasi bahwa komposter yang anaerob (tandanya adalah yang menghasilkan cairan lindi dan berbau), menghasilkan gas metan, yang merusak lingkungan.

Yah, ini mah jadinya memecahkan satu persoalan (sampah) tapi memunculkan persoalan lain (gas metan).

Maka komposter yang terbaik adalah yang aerob, contohnya keranjang takakura.

Sebenarnya bulan lalu saya sudah pernah mengirim email ke salah satu contact person yang kabarnya menyediakan keranjang takakura.

Tapi sampai sekarang belum ada kabar.

Syukurlah di milis greenlifestyle ada yang memberikan referensi. Langsung saya hubungi, dan ada respons! Wah senang sekali saya.

Saya pesan 2 takakura, satu untuk saya, satu untuk ibu saya.

Saya akan kabari lagi perkembangannya :-)

Saturday, April 16, 2011

Gelas Plastik Jus

Di tengah kegembiraan saya karena punya camilan jus di kantor, ada satu kesedihan mendalam.

Sepertinya yang umum dilakukan, jus dikemas dalam gelas plastik bertutup plastik. Mirip kemasan air mineral, tapi sedikit lebih besar. Karena saya sehari pesan 3 jus, maka setiap hari saya menghasilkan 3 sampah gelas plastik, huhuhu..

Sebenarnya saya sudah minta ke penjual jusnya, yaitu agar pesanan jus saya diantar dengan toples milik saya sendiri. Sehingga tidak menghasilkan 3 sampah gelas plastik setiap hari.

Tapi beberapa kali permintaan ini saya sampaikan, tidak ada tanggapan dari penyedia jus. Saya sedih sebenarnya, karena kita kan seharusnya meminimalkan sampah yang dihasilkan. Tapi apa daya, sementara ini alternatif yang ada.

Sementara sampah-sampah plastik itu saya salurkan ke pendaur ulang. Paling tidak sampah gelas plastik ini tidak berhenti menjadi sampah tak berguna.

Tapi, akhirnya hari ini ada pemanfaatan yang cukup oke untuk gelas-gelas plastik ini, yaitu saya jadikan pot! :-)

Di rumah saya senang berkebun, dan banyak pohon-pohon saya yang punya tunas-tunas kecil. Asiiiik, saya punya pot baru deh untuk tunas-tunas kecilku. Dan, bisa saya pakai juga untuk tanam sayur, hmm, cukup nggak ya sebenernya, hehehe, nggak apa-apa deh, coba dulu aja :-)