Sunday, May 13, 2012

Tanaman Kurma, Jantan atau Betina?

Waktu itu saya pernah cerita soal menanam kurma di taman, dari biji-biji kurma tunisia yang saya makan, yang alhamdulillah berhasil tumbuh :-)

Dan sekarang, beberapa sudah mulai tinggi, sekitar 30 cm, sebagian besar yang lain masih kira-kira 15-20 cm. Jumlahnya banyaaaak, sampai akhirnya saya bingung mau meletakkan di mana lagi, akhirnya saya bagi ke teman-teman.

Waktu bagi-bagi ke teman-teman, ada yang tanya, apa benar kurma bisa tumbuh di Indonesia. Saya pernah baca bahwa di Bogor ada kebun kurma, dan di Bandung ada yang punya pohon kurma di halaman rumahnya. Untuk dapat info lebih lanjut, saya pun tanya Mbah Google :-)

Ternyata, memang sudah banyak perkebunan kurma di Indonesia. Yang jual bibit kurma pun sudah banyak :-)
Salah satunya di Gresik di link berikut :
http://kurma-indonesia.blogspot.com/2008/09/pengembangbiakan-kurma-dari-biji.html

Nah, dari blog ini saya jadi dapat info tambahan, bahwa ternyata, mengembangbiakkan kurma untuk pertanian supaya bisa dipanen buahnya, sebaiknya bukan dari biji. Weleh :-) Karena, kalau dikembangbiakkan dari biji, sebagian besar akan menjadi pohon jantan, sehingga tidak berbuah.

Jadi, kemungkinan besar pohon-pohon kurma saya akan jadi pohon kurma jantan nih. Tapiiii nggak apa-apa, harus tetap berpikir positif :-) Namanya juga probabilitas, insya Allah ada yang betina juga. Dan kalaupun ada yang betina, akan tetap perlu pohon jantan buat bisa berbuah. Kalau pun akhirnya berbuah, ya nggak apa-apa juga, paling tidak di rumah ada pohon kurma, hehehe..

Tuesday, May 1, 2012

Risol atau Selada?

Siang ini saya mendapatkan sebuah pilihan yang sulit.

Dari rumah, saya membawa bekal yaitu selada dan kacang hijau - kacang kedelai rebus. Sehat tapi memang kurang memanjakan lidah :-)

Tiba-tiba saya dapat rezeki, snack box dari tetangga, isinya risol dan muffin coklat. Risol adalah makanan kesukaan saya (bersama banyak lagi makanan lainnya huehehe, suka apa rakus yah :-) ). Muffin coklat sangat-sangat menggoda. Pilihan yang amat sangat memanjakan lidah, namun jelas-jelas kurang sehat, karena tidak sesuai dengan FC, plus manis, plus hasil digoreng, plus ada kemungkinan mengandung penyedap.

Plus, saya sebenarnya perlu untuk membawa oleh-oleh untuk anak saya nanti sore. Jadi sebenarnya snack box ini bisa saya jadikan oleh-oleh, sehingga saya tidak perlu membeli lagi.

Coba kita buat analisis pro kontranya ya..

Opsi pertama : Makan bekal selada dan kacang kedelai rebus
Pro : bekal yang dibawa tidak mubazir, makanan sehat, penghematan karena tidak perlu beli oleh-oleh

Kontra : rasa kurang lezat, oleh-olehnya jadi makanan kurang sehat :-)


Opsi kedua : Makan snack box risol dan muffin, sebaliknya :-)

Pro : rasa lezaaaat

Kontra : kurang sehat, harus beli oleh-oleh (perlu waktu dan dana), bekal jadi mubazir

Akhirnya saya pilih makan (dulu) bekal selada dan kacangnya.
Harapannya, saya sudah cukup kenyang, sehingga tidak tergoda lagi dengan si snack box.

Kita lihat saja perkembangannya :-)