Sunday, May 8, 2011

Biopori dan Penampungan Air Hujan

Dalam beberapa diskusi dengan beberapa orang, untuk mencegah banjir kita disarankan untuk membuat Lubang Resapan Biopori (LRB), membuat sumur resapan, dan membuat penampungan air hujan.

LRB katanya yang paling mudah, dan cukup efektif menambah resapan air.

Saya sebenarnya sangat tertarik. Tapi agak bingung akan dibuat di mana LRB-nya. Karena halaman saya sebagian besar dilapisi ubin dan paving block. Ada bagian yang tidak dilapisi, bagian itu (sepertinya) adalah bagian atas dari septic tank.

Paling bisa di selokan. Kabarnya LRB bisa juga dibuat di selokan.

Tadi pagi dari milis greenlifestyle, ada refernsi penjual LRB online, sama dengan penjual keranjang takakura saya.

Akhirnya saya pesan :-) Kalau yakin sesuatu bermanfaat, yang penting beli dulu, nanti insya Allah ada gunanya :-)

Kedua, saya selama ini sedih sekali melihat air hujan yang tercurah begitu saja dari atap rumah saya. Dan saya memakai begitu banyak air dari sumur untuk sekedar menyiram tanaman. Ingin sekali saya memanfaatkan air hujan itu.

Nah ini saya dapat juga jawabannya dari milis greenlifestyle. Ada beberapa referensi pembuatan penampungan air hujan yang cukup mudah. Tapi bukan saya yang akan buat, saya akan panggil tukang hehehe..

Ketiga, cita-cita saya ada membuat sumur resapan, yang ini belum ada tanda-tanda akan terwujud, semoga sebentar lagi :-)

Sekarang, menunggu bor LRB dan pak tukang pembuat penampungan air hujan :-) tik tok tik tok (bunyi jam maksudnya hehe..)

Pesan Komposter Baru : Takakura

Sekitar empat tahun lalu saya beli komposter, model yang terbuat dari gentong plastik, yang ada cairan lindi dan sedikit berbau.

Alhamdulillah saya pernah sekali panen kompos :-)

Tapi setelah itu proses pengomposan terhenti, saya lupa juga apa sebabnya.

Sekitar tiga bulan lalu, saya coba aktifkan lagi. Sampai akhirnya komposter penuh, dan saya pun beli satu komposter yang sama.

Pagi tadi saya baca-baca di internet, ternyata ada indikasi bahwa komposter yang anaerob (tandanya adalah yang menghasilkan cairan lindi dan berbau), menghasilkan gas metan, yang merusak lingkungan.

Yah, ini mah jadinya memecahkan satu persoalan (sampah) tapi memunculkan persoalan lain (gas metan).

Maka komposter yang terbaik adalah yang aerob, contohnya keranjang takakura.

Sebenarnya bulan lalu saya sudah pernah mengirim email ke salah satu contact person yang kabarnya menyediakan keranjang takakura.

Tapi sampai sekarang belum ada kabar.

Syukurlah di milis greenlifestyle ada yang memberikan referensi. Langsung saya hubungi, dan ada respons! Wah senang sekali saya.

Saya pesan 2 takakura, satu untuk saya, satu untuk ibu saya.

Saya akan kabari lagi perkembangannya :-)