Aksi hijau (go green) sekarang sedang jadi trend. Apa Anda sudah mulai? Belum? Wah, sayang sekali. Padahal mudah lho untuk beraksi hijau. Berikut beberapa yang sudah saya mulai, saya bagi dalam 2 tulisan ya. Yang pertama tentang sampah, yang kedua tentang pohon dan transportasi.
Mudah-mudahan bisa diikuti yaaa..
1. Pengelolaan sampah
Masalah terbesar untuk bumi adalah masalah sampah, yang terus dihasilkan manusia, melebihi kapasitas bumi untuk menampungnya. Maka kita harus berupaya mengelola sampah. Prinsipnya adalah 3R, Reduce, Reuse, Recycle.
Untuk mengurangi sampah dan menggunakan kembali barang, berikut yang bisa dilakukan.
A. Mengurangi penggunaan kantong kresek dengan memakai tas kain untuk belanja sedikit dan kardus untuk belanja banyak.
B. Mengurangi penggunaan wadah makanan plastik dengan makan di tempat atau membawa wadah makanan sendiri.
C. Mengurangi penggunaan kertas dengan mengeprint dan mengeprint pada kertas bekas. Untuk penggunaan kertas, selain meminimalkan sampah, juga mengurangi penebangan hutan.
D. Mengganti tisu dengan sapu tangan atau lap, serta mengganti pampers/pembalut sekali pakai dengan pampers/pembalut kain.
E. Berusaha menggunakan kembali segala jenis plastik seperti kemasan majalah, pembungkus pakaian, tas plastik toko, dan aneka wadah plastik.
Kedua adalah mendaur ulang sampah. Walaupun sudah diupayakan untuk diminimalkan dan digunakan kembali, tentunya masih ada sampah yang dihasilkan. Agar dapat didaur ulang dengan efektif, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilah sampah.
Saya sendiri membagi sampah dalam 4 kriteria :
1. Sampah kertas (bon-bon, brosur, aneka wadah kertas, dokumen tidak terpakai setelah dihancurkan).
2. Sampah plastik (kemasan sabun cair, aneka wadah plastik, botol-botol plastik).
3. Sampah organik (sisa potongan sayur dan buah, sisa makanan, sampah kebun).
4. Sampah elektronik (aneka baterai).
Sebaiknya kita belajar untuk mendaur ulang sendiri sampah kita. Untuk sampah organik, bisa dibuat menjadi kompos dengan mudah. Tinggal beli atau buat komposternya :-)
Untuk sampah yang belum bisa kita daur ulang, sebaiknya kita cari pihak yang dapat mendaur ulang, kita kirimkan ke pihak tersebut.
Bagaimana? Mudah kan? Ayoo, segera mulai yaaa :-)
Sementara ini dulu, bersambung ke tulisan berikutnya..
Monday, April 18, 2011
Sunday, April 17, 2011
Sudah Cukupkah Asupan Sayur dan Buah Kita
Berikut ada penjelasan dari Pak Wied Harry di milis Gizi Bayi Balita tentang pola makan sehat dengan banyak sayur dan buah. Semoga bermanfaat :-)
Tubuh kita sehat - dalam pengertian sistem metabolisme berlangsung baik dan wajar - jika pH darah dan jaringan netral cenderung basa (kurang lebih sekitar 7,3). Dalam kondisi ini, imunitas sangat bagus, jarang sakit, anak tumbuh-kembang dengan baik (BB normal, kulit cerah). Untuk mendapatkan pH darah-jaringan netral cenderung basa, idealnya konsumsi sayuran segar minimal porsinya sama dengan porsi karbohidat dan protein hewani. Plus buah segar di antara waktu makan, yang dikonsumsi ketika perut kosong.
Seringkali kita "merasa" sudah mengonsumsi buah-sayuran segar berlebihan, tetapi belum tentu berlebihan "menurut tubuh kita". Karena setiap individu adalah unik, maka berapa banyak kecukupan buah-sayuran tidak dapat ditakar akurat. Bahwa Depkes (sekarang Kemenkes) menyebutkan kecukupan buah-sayuran harian 400-500 g per hari (untuk orang dewasa), itu adalah batasan umum.
Untuk melihat kecukupan konsumsi buah-sayuran segar, dapat dilakukan dengan mengamati BAB. Jika konsumsi buah-sayuran segar cukup sesuai kebutuhan tubuh, BAB akan:
(1) setiap pagi - bisa lebih dari 1x sehari, asal tidak mules dan tidak mencret
(2) mengambang
(3) keluar otomatis - tanpa mengejan
(4) 2 menit beres
(5) rasa puas/plong/lega
Selamat mengamati BAB :-)
Tubuh kita sehat - dalam pengertian sistem metabolisme berlangsung baik dan wajar - jika pH darah dan jaringan netral cenderung basa (kurang lebih sekitar 7,3). Dalam kondisi ini, imunitas sangat bagus, jarang sakit, anak tumbuh-kembang dengan baik (BB normal, kulit cerah). Untuk mendapatkan pH darah-jaringan netral cenderung basa, idealnya konsumsi sayuran segar minimal porsinya sama dengan porsi karbohidat dan protein hewani. Plus buah segar di antara waktu makan, yang dikonsumsi ketika perut kosong.
Seringkali kita "merasa" sudah mengonsumsi buah-sayuran segar berlebihan, tetapi belum tentu berlebihan "menurut tubuh kita". Karena setiap individu adalah unik, maka berapa banyak kecukupan buah-sayuran tidak dapat ditakar akurat. Bahwa Depkes (sekarang Kemenkes) menyebutkan kecukupan buah-sayuran harian 400-500 g per hari (untuk orang dewasa), itu adalah batasan umum.
Untuk melihat kecukupan konsumsi buah-sayuran segar, dapat dilakukan dengan mengamati BAB. Jika konsumsi buah-sayuran segar cukup sesuai kebutuhan tubuh, BAB akan:
(1) setiap pagi - bisa lebih dari 1x sehari, asal tidak mules dan tidak mencret
(2) mengambang
(3) keluar otomatis - tanpa mengejan
(4) 2 menit beres
(5) rasa puas/plong/lega
Selamat mengamati BAB :-)
Subscribe to:
Posts (Atom)